image
Login / Sign Up

Feature Retas Situs Pemerintah, Cara Baru Masyarakat Sampaikan Aspirasi?

Tria Sutrisna

Serangan Siber

Image

Situs resmi Kementerian Dalam Negeri Diretas hacker | AKURAT.CO/Tria Sutrisna

AKURAT.CO Di tengah berlangsungnya aksi demonstrasi untuk menolak kebijakan pemerintah beberapa waktu belakangan ini, marak pula terjadi peretasan situs kementerian dan lembaga milik negara. Hal tersebut dilakukan para hacker dengan dalih menyampaikan aspirasi terhadap pihak terkait.

Dalam sepekan terakhir, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) hingga situs Bawaslu Boyolali menjadi korbannya.

Peretasan dilakukan dengan cara mengubah tampilan situs secara ilegal atau dikenal sebagai web defacing. Dalam hal ini mereka merubah tampilan situs pemerintah menjadi pesan yang berisi aspirasi penolakan terhadap pengesahan Revisi Undang-undang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hingga revisi Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) yang dianggap ngawur.

baca juga:

Hal ini pun tampaknya menjadi cara baru -selain melalui postingan di platform jejaring sosial- untuk menyampaikan aspirasi secara digital agar bisa didengar oleh banyak pihak. Seperti ABS, peretas situs Kemendagri yang ditangkap oleh Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri, Selasa (24/9), di kawasan Klampok Pandaan, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur.

Ilustrasi: Meretas situs pemerintah kini menjadi cara baru untuk sampaikan aspirasi. ISTIMEWA

Wakil Direktur Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri, Kombes Pol. Asep Safrudin, mengatakan bahwa ABS mengaku berprofesi sebagai Hacktivism. Dalih peretasan yang dilakukannya karena tidak sepakat dengan adanya UU-KPK dan RKUHP. ABS meretas tanpa paksaan dan suruhan siapapun.

"Kenapa yang bersangkutan melakukan hacking atau web defacing terhadap website Kemendagri? Salah satunya adalah menyikapi situasi akhir-akhir ini. Ada beberapa yang menurut yang bersangkutan itu tidak sesuai dengan pandangannya," ujar Asep di Mabes Polri, Jumat lalu.

Senada dengan Asep, Juru Bicara Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Anton Setiawan, membenarkan jika fenomena peretasan situs kementerian/lembaga (K/L) ini telah menjadi cara baru menyalurkan aspirasi kepada pihak terkait. Namun hal tersebut tidak dibenarkan untuk dilakukan.

"Peretasan, apapun motifnya, itu adalah melanggar hukum," ujarnya ketika dihubungi Akurat.co, Minggu (29/9).

Kepala Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Kemendagri, Asmawa Tosepu mengatakan, peretasan dengan cara web defacing yang dilakukan kepada situs Kemendagri tidak merugikan secara materiil. Tetapi hal tersebut tentunya mengganggu berjalannya proses pelayanan terhadap masyarakat.

"Karena Kemendagri merupakan pusat informasi, sebenarnya itu cukup mengganggu pelayanan masyarakat. Dan itu saja," ungkapnya di Mabes Polri, beberapa waktu lalu.

Unjuk Gigi

Praktisi Keamanan Siber, Kun Arief Wicaksono menilai, hal tersebut bukanlah sebuah fenomena. Melainkan momentum bagi para peretas yang selama ini kesulitan mencari bahan untuk mengasah kemampuan dan tempatnya untuk unjuk gigi.

Alhasil, para peretas mencari momen yang tepat untuk menunjukkan eksistensi-nya. Salah satunya dengan meretas situs pemerintahan pada saat aksi demonstrasi terhadap penolakan kebijakan pemerintah terjadi.

Ilustrasi: Meretas situs pemerintahan merupakan tindakan ilegal yang melanggar hukum. GETTYIMAGE

"Peningkatan jumlah peretas situs pemerintah semula memang tidak terdeteksi. Tetapi, karena ada momen berupa aksi demonstrasi dan turun ke jalan, jumlah peretas yang semula tidak terdeteksi meningkat tajam," ujar Arief ketika dihubungi Akurat.co, Minggu (29/9).

Hal ini terlihat jelas di mana peretasan situs pemerintahan terjadi dalam waktu yang saling berdekatan. Situs Kemendagri diretas dan diubah tampilannya pada Minggu (22/9). Kemudian, situs DPR sempat tumbang pada Selasa (24/9) malam dengan dugaan adanya peretasan.

Senasib dengan dua lembaga negara tersebut, situs KPAI pada Rabu (25/9) dan Bawaslu Boyolali, Jumat (27/9), ikutan menjadi korban peretasan. Peretas menggunakan cara yang sama seperti yang terjadi pada Kemendagri, yakni diacak-acak tampilan website-nya.

Dihubungi secara terpisah, The Institut for Digital Law and Society (Tordillas) mengatakan, aksi penyampaian aspirasi dengan mengubah tampilan situs pemerintah terbilang 'nekat'. Pasalnya, web defacing merupakan tindak kriminal dan melanggar Protocol Ethical Hacker.

"Sudah layak dipidana," sebut Direktur Eksekutif Tordillas Awaludin Marwan yang pernah menjadi kuasa hukum tersangka AA, peretas situs Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang kasusnya berakhir damai.

Tordillas menyayangkan, saat ini banyak peretas yang tidak mengetahui bahwa aksi web defacing itu pidananya cukup berat. Mereka bisa dijerat UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dengan pasal berlapis. Sebab, peretasan situs milik negara termasuk aksi ilegal dan perusakan sistem. Meskipun alasannya menyampaikan aspirasi masyarakat atau hanya sekadar menguji kepiawaiannya dalam melakukan penetration test terhadap situs tertentu, tindakan peretas tidak bisa dibenarkan.

Hingga kini, peretas situs milik negara masih dikenai UU ITE dengan ancaman 10 tahun penjara dan denda Rp10 miliar. DAILYMAIL.CO.UK

"Kalau dia hanya ingin melakukan kritik barangkali perlu diperhatikan. Tapi kalau ada motif ekonomi maka ini hukumannya bisa maksimal," ungkapnya.

Saat ini, baik situs Kemendagri, DPR, KPAI maupun Bawaslu Boyolali telah kembali normal. Namun, baru kasus peretasan situs Kemendagri yang terungkap, yakni tersangka ABS yang diamankan kepolisian Selasa lalu.

Tersangka akan dijerat Pasal 46 Ayat 1, 2 dan 3 juncto Pasal 30 ayat 1, 2 dan 3, kemudian Pasal 48 ayat 1 juncto Pasal 32 ayat 1. Pasal 49, juncto Pasal 33 UU No.19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU No.11 Tahun 2018 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dengan ancaman 10 tahun penjara dan denda Rp10 miliar.[]

Editor: Andre Purwanto

berita terkait

Image

Iptek

Celah Keamanan Aplikasi Kamera Android Bisa Mata-matai Perangkat

Image

News

KPAI: Kecanduan Gadget Lebih Berbahaya daripada Narkoba

Image

Gaya Hidup

Hukuman Fisik Tuk Mendisiplinkan Siswa Bukan Solusi

Image

Gaya Hidup

Saat Narasi Jihad di Medsos Rasuki Anak Ikut Demo

Image

Gaya Hidup

KPAI: Demonstran Anak Dikeluarkan dari Sekolah Bukan Solusi

Image

Gaya Hidup

KPAI Harap Demo Anarkis Melibatkan Pelajar Tak Terulang Lagi

Image

Gaya Hidup

Sampai Menyamar, Heroiknya KPAI Kawal Demostran Pelajar

Image

Gaya Hidup

Hindari Demonstrasi Pelajar Terulang, KPAI Harap Setiap Sekolah Ciptakan Ruang Dialog

Image

Gaya Hidup

KPAI Himbau Orangtua Awasi Anak Saat Nonton Berita Kerusuhan

komentar

Image

1 komentar

Image
Resta Apriatami

atuh makanya suara rakyat didenger, mungkin tersangka udah greget yah makanya pake cara itu

terkini

Image
Iptek

Tesla Perkenalkan Truk Pikap Listriknya Hari ini

Truk tersebut dibanderol dengan harga US $50.000.

Image
Iptek

Facebook Dating Kini Dapat Terhubung ke Instagram Stories dan Facebook Stories

Hal tersebut dapat memberikan pengguna lebih banyak referensi untuk dilihat oleh pengguna lain, karena memiliki profil yang lebih beragam.

Image
Iptek

Badan Geologi Luncurkan Atlas Sebaran Tanah Lunak Bermasalah di Indonesia

Amblesan tanah juga dijuluki 'The Silent Killer'.

Image
Iptek

Fujitsu fi-800R Permudah Digitalasi Dokumen dengan Sejumlah Fitur

Fi-800R dilengkapi dengan software PaperStream IP dan PaperStream Capture yang dapat meningkatkan produktivitas proses pemindaian

Image
Iptek

Tingkatkan Keamanan Penumpang, Uber akan Hadirkan Fitur Perekaman Audio di Kendaraan

Uber baru akan uji coba fitur ini dalam waktu dekat

Image
Iptek

Perusahaan Minyak Manfaatkan Teknologi AI

Platform akan memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan seperti pembelajaran mesin dan perangkat lunak kembar digital

Image
Iptek

Asus Akan Hadirkan Headset Gaming ROG Strix Go, Desember Mendatang

Hadir dengan menawarkan teknologi noice cancelling AI terbaik.

Image
Iptek

Jadi Staf Khusus Presiden, Belva Tetap Jabat CEO Ruangguru

Permintaan untuk tetap berada di Ruangguru agar dapat memberikan masukan inovasi baru yang relevan dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat

Image
Iptek

Tahun Depan Xiaomi Luncurkan 10 Ponsel 5G Sekaligus

Rumornya Redmi K30 jadi sebagai perangkat 'pembuka'

Image
Iptek

Tokopedia Gandeng GoApotik Mudahkan Beli Obat di E-commerce

Masyarakat bisa membeli berbagai macam obat, baik bebas maupun resep melalui mitra apotek resmi dari GoApotik yang tergabung di Tokopedia.

trending topics

jamkrindo umkm

terpopuler

  1. Ahli Bahasa Sebut Pernyataan Sukmawati Soal Nabi dan Soekarno Tak Menistakan Agama

  2. Pusing Usai Makan Babi, 700 Cacing Pita Ditemukan Hinggap di Tubuh Pria China

  3. Putin Muak dengan Kelakuan AS yang Terus Menyerang Ekonomi Negara Lain

  4. Kirim Surat dan Buku ke Erick Thohir, OC Kaligis Bongkar Sepak Terjang Chandra Hamzah selama Pimpin KPK

  5. Menhan Prabowo Didorong untuk Menolak Keberadaan Kapal Kabel Asing Asal Tiongkok

  6. Tidak Punya Terobosan, Komisi III DPR RI Wacanakan Pembubaran BNN

  7. Terserang Autoimun hingga Seluruh Badan Bentol, 10 Potret Dukungan Keluarga untuk Ashanty

  8. Paguyuban Suku di Mimika: Warga Kami Tak Pernah Berbuat Masalah Justru Dibunuh dengan Sadis

  9. Marwan Batubara: Kemungkinan Jokowi Ditekan untuk Jadikan Ahok Bos BUMN

  10. Jadi Staf Khusus Presiden, ini 10 Potret Kehangatan Putri Tanjung dan Keluarga

fokus

Stop kekerasan
Nasib Sumber Air
Tantangan Pendidikan

kolom

Image
Achsanul Qosasi

Saatnya Membenahi BUMN

Image
Ujang Komarudin

Menata Indonesia

Image
H. Desmond J. Mahesa, SH.MH

Tulisan 2 Praktik Penetapan, Perlindungan dan Penghargaan Justice Collaborator di Indonesia

Image
H. Desmond J. Mahesa, SH.MH

Mengurai Beberapa Masalah Justice Collaborator dalam Penegakan Hukum di Indonesia

Wawancara

Image
Video

VIDEO Sepak Terjang Erna Hernawati Mengawal UPN Veteran Jakarta

Image
News

Pemidanaan Korporasi Atas Karhutla Di Mata Praktisi Hukum

Image
Olahraga

Wawancara Seto Nurdiantoro (Bag 2 - selesai)

'Pertandingan Paling Berkesan Adalah Menang'

Sosok

Image
News

Staf Khusus Presiden

Jadi Stafsus Presiden, 4 Fakta Menarik Arif Budimanta, Kader PDIP yang Juga Penulis Buku

Image
News

Staf Khusus Presiden

7 Fakta Menarik Diaz Hendropriyono, Stafsus Presiden yang Merupakan Ipar Jenderal Andika Perkasa

Image
News

Staf Khusus Presiden

Jadi Staf Khusus Presiden, ini 10 Potret Kehangatan Putri Tanjung dan Keluarga