image jamkrindo umkm
Login / Sign Up

Jakarta Kian Tak Ramah Bidang Ilmu Astronomi

Tria Sutrisna

Sains

Image

Foto kolase fase gerhana bulan sebagian yaitu awal gerhana (kiri), puncak gerhana (tengah) dan akhir gerhana (ketiga kanan) yang terpantau dari Kota Gianyar, Bali, Selasa (8/8). | ANTARA FOTO

AKURAT.CO Pengamatan benda langit dan Tata Surya memerlukan kondisi lingkungan yang baik, mulai minimnya polusi udara hingga polusi cahaya. Hal itu pun menjadi tantangan utama bagi tempat penelitian dan pembelajaran ilmu Astronomi Planetarium Jakarta.

Kepala Satuan Pelaksana Teknik Pertunjukan dan Publikasi Planetarium dan Observatorium Jakarta Eko Wahyu Wibowo, mengatakan tidak dapat dipungkiri bahwa setiap kemajuan kota akan membuatnya semakin gemerlap.

Sebagai contoh maraknya papan iklan yang tadinya konvensional kini sudah beralih menggunakan teknologi lampu LED. Ini pun dinilai Eko menambah polusi cahaya itu sendiri.

baca juga:

Selain itu, munculnya gedung-gedung tinggi terkhusus yang berada di sekitar lokasi juga semakin membatasi kegiatan Astronomi. Tata bangunan yang ada, kata Eko, membuat Planetarium seakan terkurung di dalamnya karena menghalangi aktivitas peneropongan.

Planetarium dan Observatorium Jakarta. AKURAT.CO/Tria Sutrisna

"Akhirnya kita mencari solusi, kita yang mengalah. terdesak oleh kemajuan kota," ujarnya ketika ditemui Akurat.co Rabu (17/7/2019), di Kawasan Taman Ismail Marzuki, Jakarta.

Kegiatan di bidang ilmu Astronomi -dalam hal ini pengamatan Tata Surya- seharusnya melihat ke segala arah mata angin. Sementara, ekosistem di sekitar Planetarium Jakarta sudah tak lagi memungkinkan, kata Eko.

Untuk itu, pihaknya menyiasati dengan mengubah waktu dan jadwal penoropongan secara tepat, serta mengandalkan rotasi atau perputaran bumi, yakni menunggu posisi benda langit berada tepat di atas lokasi pengamatan.

"Karena kalau posisinya masih di ufuk atau apapun kan tertutup oleh bangungan-bangunan," jelas Eko.

Peneropongan Benda Langit di Planetarium Jakarta. AKURAT.CO/Tria Sutrisna

Perlu Amdal Ramah Astronomi 

Dengan kondisi Jakarta saat ini, diakui pihak Planetarium Jakarta menyulitkan observasi Tata Surya melalui langit Ibu Kota.

"Tetapi tetap, di dalam keterbatasan itu kita tetap melakukan observasi," ujar Eko.

Eko menyebut, saat ini sudah semakin banyak masyarakat yang mencintai langit dan benda-benda yang ada. Maka dari itu pihaknya selalu aktif dalam kegiatan yang bersifat Astronomi dengan melibatkan masyarakat.

Planetarium Jakarta melakukan peneropongan malam sebanyak 72 kali dalam setahun. Termasuk pengamatan terhadap fenomena gerhana matahari dan bulan. 

Pengamat Gerhana Bulan Sebagian. AKURAT.CO/Tria Sutrisna

Minat masyarakat melakukan peneropongan, kata dia, cukup besar karena rata-rata diikuti sebanyak 200 hingga 300 orang setiap kegiatan. Sementara, saat fenomena seperti gerhana bulan parsial, Rabu (17/7/2019), pihaknya mengklaim ada lebih dari 500 orang yang turut mengamati bersama Planetarium Jakarta.

"Semoga dengan seperti ini lambat laun kita ikut mencegah terhadap polusi yang terjadi. Ya seperti harapan pemerintah untuk menjaga kualitas udara menggunakan kendaraan umum atau mungkin lambat laun masyarakat lebih sadar terhadap penggunaan tata cahaya," ungkapnya.

Polusi udara dan cahaya, serta bangunan tinggi Ibu Kota yang kian tak ramah bidang ilmu Astronomi tersebut perlu disadari oleh berbagai pihak. Karena hal ini mempengaruhi keberlangsungan dari Planetarium Jakarta beserta aktivitasnya.

Eko mengatakan seperti pemasangan lampu-lampu dan juga papan iklan LED, yang semestinya dibuat aturan maupun Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL). Bagaimana hal tersebut tidak menambah polusi cahaya dan membantu keberlangsungan kegiatan Astronomi

"Tentunya kita ini sering dengar kata AMDAL, ini kan untuk dampak lingkungannya macam-macam, termasuk polusi cahaya, polusi udara. Mungkin suatu saat dalam penataan cahaya kota ini perlu AMDAL juga," kata Eko.

Dia pun berharap kedepannya terdapat regulasi atau apapun yang lebih memperhatikan dampak polusi cahaya terhadap lingkungan. Pasalnya kondisi tersebut akhirnya bermuara pada terhambat perkembangan dan aktivitas ilmu Astronomi di Indonesia.[]

Editor: Irma Fauzia

berita terkait

Image

Iptek

Elon Musk Berencana Terbangkan 1 Juta Orang ke Mars pada 2050

Image

Iptek

Satelit Tiongkok-Brasil Diluncurkan untuk Pantau Hutan Hujan Amazon

Image

Iptek

Gerhana Matahari

Durasi Gerhana Matahari Sangat Singkat, Ini Kata Ahli Astronomi

Image

Iptek

Gerhana Matahari

Amati Gerhana Matahari, Planetarium Siapkan 12 Teleskop dan 5.800 Kacamata Khusus

Image

Iptek

Belum Banyak yang Tahu, Pluto Tidak Lagi Termasuk Planet dalam Tata Surya

Image

Iptek

Sains

Mencari 'Dunia Baru': Adakah Planet Kaya Air Seperti Bumi?

Image

Iptek

Peneliti NASA Temukan Uap Air di Planet K2-18b, Layakkah Dihuni?

Image

Iptek

Sains

Para Ilmuwan Melihat Ledakan Sinar-X Galaksi

Image

Iptek

Sains

Masuk Tes Akhir, ExoMars Eropa Siap Menjelajah ke Mars Tahun Depan

komentar

Image

1 komentar

Image
Achmad Fauzi

apakah planetarium bisa sejaya dulu kah ?

terkini

Image
Iptek
Perang Siber

Tidak Banyak Diketahui, Pelaku Kejahatan Siber Manfaatkan Momen Nasional dan Internasional Lancarkan Serangan

Berikut cara penangannya versi Kaspersky

Image
Iptek
Perang Siber

Kaspersky Sebut Ada Tiga Kelompok Serangan Siber APT Utama yang Ancam Asia Tenggara

Khususnya di Indonesia, Malaysia, dan Vietnam

Image
Iptek

Web Samsung Tanpa Sengaja Ekspos Data Pribadi Pengguna

Kesalahan teknis dalam situs web Samsung di Inggris tanpa sengaja mengekspos data pribadi pengguna

Image
Iptek
Perang Siber

Kaspersky: APT Jadi Cara Canggih Pelaku Serangan Siber Lancarkan Aksi

APT merupakan serangan siber yang memata-matai data user dengan cara yang kompleks

Image
Iptek

Lebih dari 20 Pelaku Industri Pasang PLTS Atap Besutan Xurya

Kebijakan dan regulasi yang dikeluarkan pemerintah berdampak terhadap meningkatnya minat pelaku industri

Image
Iptek

JD.ID Diisukan Jadi Unicorn Keenam RI, Menkominfo Buka Suara

JD.ID dikabarkan telah menjadi unicorn keenam di Indonesia

Image
Iptek

Dituding Terlalu Toxic, EA Blokir Pemain FIFA Profesional Ini

Bukan hanya di-banned dari gim FIFA, tetapi Kurt0411 juga dilarang disemua gim dan layanan perusahaan

Image
Iptek

Bisa Dibalik, Spek Quad Kamera Huawei Mate Xs Bakal Bikin Ketagihan Selfie

Ponsel lipat ini pada dasarnya mendukung fitur Multi Window

Image
Iptek

Prudential Indonesia Perkenalkan Pulse, Aplikasi Kesehatan Dilengkapi AI

Aplikasi pertama di Indonesia yang menawarkan pengelolaan kesehatan holistik

Image
Iptek

Pemerintah Tekankan Tiga Poin Penting Kehadiran UU PDP

Pemerintah berharap RUU PDP dapat disahkan oleh DPR RI tahun ini

terpopuler

  1. Ruhut: Mau Hujan dan Banjir Berakhir? Segera Batalkan Penyelenggaraan Formula E!

  2. Dari Kuli Bangunan hingga Bergelimang Harta, 8 Fakta Menarik Sosok Akbar 'Ajudan Pribadi'

  3. Minta Kado Ultah Rakyatnya Tanam Pohon dan Adopsi Anjing, 5 Fakta Raja Bhutan Jigme Khesar Namgyel Wangchuck

  4. Basuki: Istana Mana? Mana? Tidak Ada Banjir, Saya Pukul 06.00 WIB di Sini

  5. Terkuak! NASA Berhasil Ungkap Temuan Mengejutkan di Bawah Permukaan Planet Mars, Ada Apa?

  6. Dua Kali Diterjang Banjir, Anak Buah Anies Sebut Drainase RSCM Tak Sempurna

  7. Lebih dari Satu Dekade, Yuk Intip Kabar Terkini 5 Bintang Film Punk In Love

  8. Tetap Memesona di Usia 45 Tahun, 10 Potret Cantik Twinkle Khanna Istri dari Akshay Kumar

  9. Benny Tjokro Sebut Jiwasraya Hanya Investasi Saham Dua Persen di PT Hanson

  10. Tanpa Penonton karena Virus Corona, Ini 5 Fakta Menarik Jelang Pertandingan Inter Milan vs Ludogorets

fokus

Hutan Kecil Terarium
Target SDGs
Catatan 100 hari Jokowi-Ma'ruf Amin

kolom

Image
Achsanul Qosasi

Memimpin Tanpa Menyalahkan

Image
Pangi Syarwi Chaniago

Banjir Jakarta Menghanyutkan Elektabilitas Anies Baswedan?

Image
Achmad Fachrudin

Politik Dinasti, Oligarki dan Anomali Demokrasi

Image
Ujang Komarudin

Agama dan Pancasila

Wawancara

Image
Gaya Hidup

Literasi

Kala Buku, Akses dan Minat Baca Orang Indonesia Belum Sinkron

Image
Gaya Hidup

Literasi

Kepala Perpusnas: Budaya Baca Bangsa Indonesia Tidak Rendah

Image
Gaya Hidup

Literasi

Rakornas Perpusnas, Penguatan Budaya Literasi Wajib untuk SDM Indonesia Unggul

Sosok

Image
News

5 Fakta Karier Rian Ernest, Politisi Muda PSI yang Maju di Pilkada Batam 2020

Image
News

Tewas Saat Luncurkan Roket Buatannya, Ini 6 Fakta Menarik Penganut Bumi Datar Mike 'Mad' Hughes

Image
Ekonomi

7 Fakta Menarik Ryan Angkawijaya, Sukses Raup Omzet Rp250 Juta Per Bulan dari Arum Manis