image
Login / Sign Up

Dirut BAKTI: Tol Langit Secepat 'Formula 1'

Yusuf Tirtayasa

Image

Direktur Utama Badan Aksesibilitas dan Informasi (BAKTI) Kominfo, Anang Latif di Kantor BAKTI, Gedung Menara Merdeka, Jakarta Pusat, Selasa (19/3/2019). | AKURAT.CO/Yusuf Tirtayasa

AKURAT.CO Istilah 'tol langit' yang disampaikan Cawapres Ma'ruf Amin dalam debat ketiga pada Minggu (17/3) lalu rupanya banyak membuat masyarakat penasaran. Direktur Utama Badan Aksesibilitas dan Informasi (BAKTI) Kominfo, Anang Latif lantas turut angkat bicara.

Dirinya menjelaskan bahwa tol langit merupakan perumpamaan sinyal dalam jaringan infrastruktur internet yang pembangunannya tengah gencar dilakukan pemerintah.

"Itu perumpamaan bahwa nanti menghadirkan sinyal kencang," ujar Anang saat ditemui di Kantor BAKTI, Gedung Menara Merdeka, Jakarta Pusat, Selasa (19/3).

baca juga:

Ia menjelaskan, nantinya seluruh wilayah Indonesia bisa menikmati layanan internet cepat seperti yang dirasakan masyarakat di Pulau Jawa. Hal itu ditunjang dengan pembangunan proyek kabel serat optik Palapa Ring yang mengitari wilayah Indonesia, base transceiver station (BTS) dan peluncuran satelit internet kecepatan tinggi (High Throughput Satellite/HTS).

Ketiga pembangunan tersebut menurutnya menjadi satu kesatuan ketika Kominfo mencoba menyelesaikan persoalan infrastruktur dan konektifitas hingga ke desa-desa. Pasalnya, Palapa Ring berhenti di Ibu Kota Kabupaten.

Menurut Anang, ada desa yang lokasinya berada pada puluhan bahkan ratusan kilo dari Ibu Kota Kabupaten-nya.

"Nah, untuk desa-desa tersebut secara teknologi tidak mungkin dihubungkan dengan kabel yang ditarik dari Ibu Kota Kabupaten-nya, terlalu jauh, tidak ekonomis-lah," tukasnya.

Solusinya, jelas Anang, pulau atau desa-desa terpencil itu hanya bisa dijangkau oleh satelit.

"Karena kebutuhan kita internet cepat kami harus memilih terknologi terkini yang dinamakan teknologi satelit HTS, High Througput Satelite, itu kalo mobil (secepat) Formula 1-lah," sebut dia.

Untuk progres Palapa Ring sendiri, lanjut Anang, di bagian Barat sudah beroperasi 100 persen sejak Maret 2018 lalu. Di bagian Indonesia Tengah, sudah beroperasi sejak akhir Desember 2018.

"Tinggal Timur menjangkau Provinsi NTT, Papua, Papua Barat dan sebagian Maluku. Jadi ada empat provinsi yang dijangkau oleh Palapa Ring Timur. Itu progresnya 94,5 persen, targetnya (selesai) di pertengahan tahun ini," pungkas Anang.

Editor: Irma Fauzia

berita terkait

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
Iptek

PLN Minta Migo Tingkatkan Kesadaran Masyarakat Bali akan Kendaraan Listrik

PLN siap membantu permasalahan kelistrikan dalam operasional Migo.

Image
Iptek

Sejalan dengan Pergub, Dishub Bali Berharap Migo Datangkan Manfaat

Lingkungan hijau yang bersih dan bebas polusi sangat penting bagi generasi yang akan datang.

Image
Iptek

Sony akan Rilis Smartphone dengan Layar 4K Pertama

Sony berencana merilis smartphone Xperia dengan layar 4K pada ajang MWC 2020 mendatang.

Image
Iptek

Kasus Ilham Bintang, Kominfo dan BRTI Evaluasi SOP Operator Seluler

Kominfo dan BRTI akan melakukan pertemuan dengan operator seluler untuk evaluasi SOP pergantian kartu SIM

Image
Iptek

Boeing akan Tunda Penerbangan 737 Max Hingga Pertengahan Tahun Ini

Hal itu disampaikan langsung oleh Boeing melalui posting blog resmi perusahaan.

Image
Iptek

UBSI Munculkan Kreativitas dan Inovasi Melalui Workshop Program Kreativitas Mahasiswa

Program Kreativitas Mahasiswa (PKM),merupakan ajang pembuktian bagi mahasiswa untuk menghasilkan ide-ide atau gagasan yang unik dan inovatif

Image
Iptek

Mulai Seliweran, Ditlantas Polda Bali Ingatkan Migo Soal Manajemen Keselamatan

Di Bali, terdapat 3215 korban kecelakaan di tahun 2019

Image
Iptek

Vodafone Umumkan Keluar dari Asosiasi Mata Uang Libra

Asosiasi Libra merupakan perkumpulan para perusahaan yang mendukung proyek Libra besutan Facebook

Image
Iptek

BRTI Bahas Registrasi Biometrik SIMcard Cegah Kejahatan via Seluler

BRTI akan bahas pemanfaatan registrasi SIM dengan Biometrik bersama Dukcapil dan operator seluler

Image
Iptek

Terciduk, Huawei P40 Pro Muncul di Subway Station

Belum dirilis secara resmi, Huawei P40 Pro sudah terciduk dibawa orang di stasiun kereta bawah tanah Cina.

terpopuler

  1. Capai Rp1,3 Kuadriliun, Ini 7 Bangunan Termahal di Dunia yang Pernah Dibuat

  2. Soal ‘Alamat Palsu’ Kontraktor Pemenang Tender Revitalisasi Monas, Pemprov: yang Penting Pekerjaannya Bagus

  3. Pembunuh Berantai Thailand Tertangkap, Polisi Temukan 298 Kerangka Wanita di Kolam Kebun

  4. Geram BPJS Stop Kontrak Kerjasama dengan Rumah Sakit, Ketua DPR Minta Komisi IX Panggil Menteri PMK

  5. Ananda: Ah Kokoh Idolaku Ahok Dipuja Dunia Internasional, Aku Bangga Selalu Koh!

  6. Fadli Zon Bikin Polling Jelang 100 Hari Pemerintahan Jokowi-Ma'ruf, 84 Persen Responden Sebut Ekonomi Masyarakat Memburuk

  7. Harga Emas Terjun Payung Setelah Capai Nilai Tertinggi

  8. Bukan Boy William, Pria yang Diduga Mabuk dan Buat Onar Itu Boy Hamzah

  9. Luthfi Mengaku Disetrum Saat Diintrogasi Polisi, Ananda Badudu: Saya Pun Dipukul, Dipiting, Dijambak, Ditendang dan Keplak

  10. Bule ini Bilang Bubur Ayam Sarapan Terenak di Dunia, Warganet Indonesia Malah Ribut

fokus

Menyambut Shio Tikus Logam
Toleransi vs intoleransi
Problematika Kota

kolom

Image
Zainul A. Sukrin

Negara Sengketa

Image
Ujang Komarudin

Dicari Pimpinan KPK Bernyali Tinggi

Image
Pangi Syarwi Chaniago

Politik Dinasti Jokowi dalam Pilkada 2020

Image
Harmaini Sitorus

Menimbang Tes DNA dalam Penetapan Hak Waris

Wawancara

Image
Video

VIDEO Jejak Sepotong Roti Jakarta

Image
Sea Games

Milos Sakovic

"Polo Air Indonesia Butuh Liga dan Banyak Turnamen"

Image
Gaya Hidup

Pertama Kali Akting Bareng, Giorgino Abraham Langsung Nyaman dengan Sophia Latjuba

Sosok

Image
Ekonomi

Jadi Orang Terkaya Jepang hingga Bantu Jokowi Susun Ibu Kota Baru, ini 6 Fakta Menarik Masayoshi Son

Image
News

Usia Pernikahan 30 Tahun, ini 10 Potret Romantis Tantowi Yahya dan Dewi Handayani

Image
News

Kerap Habiskan Waktu Bersama, 10 Potret Dirut Baru Garuda Irfan Setiaputra bareng Keluarga