image
Login / Sign Up

BMKG: Catatan Sejarah Jadi Modal Penting Antisipasi Bencana Alam

Azhar Ilyas

Image

Gempa yang menghancurkan rumah-rumah warga. | AKURAT.CO/Sopian

AKURAT.CO, Selain takdir yang kuasa, Bencana Alam juga disebabkan oleh berbagai fenomena alami yang bisa dijelaskan dengan logika dan ilmu pengetahuan, yang sudah melalui serangkaian penelitian. Hingga saat ini, belum ada alat atau teknologi yang mampu benar-benar memprediksi Bencana Alam yang akan terjadi.

Indonesia sendiri merupakan salah satu negara yang rawan terjadi berbagai Bencana Alam. Letak geografisnya yang berada di ring of fire atau cincin api mau tak mau membuat wilayah negara ini jadi rentan diterpa Bencana Alam, seperti Gempa dan letusan gunung api.

Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Rahmat Triyono mengungkapkan bahwa Bencana Alam seperti Gempa dan letusan gunung api sebenarnya sudah ada sejak jutaan tahun lalu. Fakta tersebut menurutnya bisa menjadi modal untuk mengantisipasi Bencana Alam kedepannya.

baca juga:

"Selain penelitian dan dengan bantuan alat-alat yang canggih, Catatan Sejarah sebenarnya sangat bisa dijadikan modal untuk mengantisipasi atau setidaknya mengurangi dampak dari Bencana Alam yang terjadi," ujarnya dalam diskusi Ecotalk bertajuk 'Amankah Jakarta dari Tsunami’ di Ancol, Jakarta Utara, Kamis (28/2).

Rahmat menuturkan bahwa Catatan Sejarah akan sangat membantu untuk menambah data-data yang sebelumnya didapat dari penelitian-penelitian selama ini. Dengan Catatan Sejarah, pihak-pihak terkait baik itu pemerintah, para peneliti, maupun masyarakat bisa memiliki gambaran dan tindakan apa yang harus dilakukan ketika mengalami Bencana Alam.

"Bencana Alam seperti Gempa dengan kekuatan guncangan besar atau letusan gunung api biasanya terjadi dalam kurun waktu yang lama. Misal, sekarang terjadi letusan gunung api di wilayah A, nah wilayah A ini kemungkinan besar tidak akan mengalami Bencana Alam yang sama setidaknya dalam puluhan tahun kedepan," lanjut Rahmat.

Rahmat menambahkan bahwa masalahnya adalah Catatan Sejarah sebagai modal dalam mengantisipasi Bencana Alam selanjutnya belum banyak disadari berbagai pihak, terutama masyarakat. Ketika suatu generasi pernah mengalami kondisi Bencana Alam dan generasi tersebut telah habis, generasi selanjutnya yang belum pernah mengalami tidak tahu harus melakukan apa ketika Bencana Alam terjadi.

"Kembali ke nol, generasi yang belum pernah mengalami Bencana Alam harus mempelajari penanganannya dari awal. Ini yang menjadi PR pemerintah juga masyarakat, meski tidak mungkin bisa dihentikan, tetapi Catatan Sejarah terkait Bencana Alam yang pernah terjadi setidaknya bisa meminimalisir korban," pungkasnya.

Editor: Irma Fauzia

berita terkait

Image

Gaya Hidup

Tempat Wisata di Indonesia Rawan Bencana Alam, Ini Kata BNPB

Image

Gaya Hidup

Kemenpar Sosialisasikan Manajemen Krisis Antisipasi Bencana

Image

Gaya Hidup

Bencana Melanda, Ini 3 Tahapan yang Dilakukan Kemenpar

Image

Iptek

Pasca Bencana Palu-Donggala, LIPI Sebut Perlu Status Lahan

Image

Hiburan

Persatuan Seniman Komedi Indonesia Gagas Konser Amal untuk Korban Bencana

Image

News

Badai Mendekat, Thailand Batalkan Penerbangan ke Pulau Wisata

Image

Iptek

Tsunami Selat Sunda

Peneliti LIPI: Sosialisasi Mitigasi Bencana Jangan Seperti Parfum, Wangi Sesaat Lupa Kemudian

Image

Iptek

Studi LIPI: Tahun Depan, Dua Bencana Alam Ini akan Melanda Jambi

Image

News

76.000 Konsumen AS Alami Listrik Padam Akibat Badai

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
Iptek

Facebook dan Snapchat Jadi Perusahaan Teknologi Terbaru yang Mendukung Gerakan Anti-rasis di AS

Kedua perusahaan teknologi itu bergabung bersama Intel Corp, Netflix Inc, International Business Machines Corp, dan Nike Inc.

Image
Iptek

Awas, Wallpaper Cantik Bisa Rusak Ponsel Android

Profil warna yang digunakan untuk menampilkan warna-warna kaya itu menjadi masalah

Image
Iptek

10 Tahun Xiaomi, Lei Jun: Kini Xiaomi Mampu Memproduksi 15 Juta Unit Perbulan

Lei Jun berbicara tentang perkembangan Xiaomi selama 10 tahun terakhir. Pertumbuhannya begitu masif hingga mencapai 15 juta unit perbulan.

Image
Iptek

Amazon Hapus Komentar Rasis pada Daftar Produk di Platformnya

Produk yang paling terdampak yakni produk Apple AirPods dan sejenisnya

Image
Iptek

Samsung akan Tingkatkan Produksi Chip di Pabrik Korea Selatan

Hal itu karena pihaknya mengalami peningkatan jumlah pesanan perangkat komputer saat WFH.

Image
Iptek

Apple Menolak Tunduk, India Beri Kelonggaran Aturan

India belum bisa sepenuhnya lepas dari perusahaan teknologi asing. Apple, misalnya, mendapat kelonggaran aturan produksi di India.

Image
Iptek

Huawei HiSilicon Lakukan Rekrutmen Besar-besar

Pandemi COVID-19 belum sepenuhnya selesai, Huawei sudah tancap gas. Huawei bahkan kini membuka rekruitmen besar-besaran.

Image
Iptek

Selama Karantina, Platform Storial Alami Peningkatan Jumlah Pembaca dan Penulis Hingga Tiga Kali Lipat

Storial juga mencatat durasi pembaca yang lebih lama dalam mengakses cerita.

Image
Iptek
Hoaks

Hoaks Dwayne Johnson Beri Uang Bantuan Covid-19 untuk 10 Ribu Pengguna Facebook

Hoaks ini telah diposting ribuan kali dan diterjemahkan ke dalam banyak bahasa

Image
Iptek

Tips dari Kaspersky Bentengi Bisnis dari Serangan Ransomware

Ransomware merupakan jenis cyberware yang dirancang untuk menyadap uang baik dari individu atau perusahaan

terpopuler

  1. Polisi: Tidak Ada Korban Jiwa dalam Peristiwa Tanah Longsor di Ruas Tol Semarang-Solo

  2. Protes George Floyd Makin Meluas, 'Batman' Tiba-tiba Muncul di Tengah Kerusuhan

  3. Ruslan Buton Ditangkap, Refly Harun: Minta Presiden Mundur Nggak Apa-apa Dalam Demokrasi

  4. Tanggapi Pernyataan Refly Harun, Muannas: Mendesak Mundur Modal Hoax dan Hasutan itu Pidana

  5. Hujan Deras Akibatkan Tanah Longsor Hingga Menutup Ruas Jalan Tol di Semarang

  6. Seluruh Warga Kota Palu yang Terinfeksi Virus Corona Dinyatakan Sembuh

  7. Sudah Ganteng Sejak Dulu, Ini 4 Pesona Made Wirawan Muda

  8. Tahan Ruslan Buton dengan Pasal Karet UU ITE, Arsul Sani Ingatkan Polri Hati-hati

  9. Kekasih Gelandang Madrid Ini Mengaku Lakukan Seks Sekali Sehari, Sangat Kompetitif

  10. Cabut PSBB Beralih ke New Normal, Khofifah Minta Warga Malang Raya Perketat Protokol Kesehatan

Jamkrindo Lebaran

fokus

Lebaran di Tengah Pandemi
Pulih dengan Terapi Musik
Wabah Corona

kolom

Image
Abdul Aziz SR

Salah Urus dan Salah Pengurus

Image
IMAM SHAMSI ALI

Anarkis Itu Suara yang Tak Terdengarkan

Image
Siti Nur Fauziah

Covid-19, Bagaimana dengan Indonesiaku Hari Ini?

Image
Achsanul Qosasi

Memaknai Silaturahim Virtual

Wawancara

Image
News

Interview Siti Fadilah, dari Keadaannya di Penjara yang Mengharukan, Blak-blakan Covid-19 sampai Fitnah yang Menyerangnya

Image
News

Interview Rizal Ramli: Indonesia Diberi Berkah Luar Biasa oleh Tuhan, Cuma Kita Harus Punya Visi Mau Ngapain ke Depan

Image
News

Interview Leony Si Driver Ojol Lulus Cum Laude Sampai Raih Beasiswa Ilmu Hukum

Sosok

Image
News

Jualan Donat hingga Ciptakan Aplikasi Bersatu Lawan COVID-19, Ini 5 Fakta Menarik Ahmad Alghozi Ramadhan

Image
Ekonomi

Kiat Agar Bisnis Moncer Ala Bob Sadino

Image
News

Ikut Tren Gunakan FaceApp, Ridwan Kamil: Di Era New Normal Wajah Tak Perlu Dirawat, Cukup Diedit