image
Login / Sign Up

FOTO Bahaya Dibalik Keindahan Wisata Tur Asap Gunung Berapi di Hawai

">

Petugas mengemudikan perahu tur wisata saat lava mengalir ke Samudera Pasifik di daerah Kapoho, timur Pahoa, ketika letusan gunung berapi Kilauea yang sedang berlangsung di Hawaii, AS, 4 Juni 2018. Lava yang tumpah di ujung tenggara pulau Hawaii menghasilkan kabut berbahaya di tempat lava itu menghantam air laut. Kandungan asam hidroklorik, uap, dan pecahan reaksi vulkasnis, gas tersebut sangat berbahaya bagi siapa saja yang menghirupnya. Asap beracun tersebut disebut dengan "laze". Fenomena yang terbentuk ketika lava bertemu dengan samudra menghasilkan uap air seperti ketika kita sedang mandi sauna. REUTERS/Terray Sylvester

">

Wisatawan melihat dari perahu tur wisata saat lava mengalir ke Samudera Pasifik di daerah Kapoho, timur Pahoa, ketika letusan gunung berapi Kilauea yang sedang berlangsung di Hawaii, AS, 4 Juni 2018. Lava yang tumpah di ujung tenggara pulau Hawaii menghasilkan kabut berbahaya di tempat lava itu menghantam air laut. Kandungan asam hidroklorik, uap, dan pecahan reaksi vulkasnis, gas tersebut sangat berbahaya bagi siapa saja yang menghirupnya. Asap beracun tersebut disebut dengan "laze". Fenomena yang terbentuk ketika lava bertemu dengan samudra menghasilkan uap air seperti ketika kita sedang mandi sauna. REUTERS/Terray Sylvester

">

Wisatawan melihat dari perahu tur wisata saat lava mengalir ke Samudera Pasifik di daerah Kapoho, timur Pahoa, ketika letusan gunung berapi Kilauea yang sedang berlangsung di Hawaii, AS, 4 Juni 2018. Lava yang tumpah di ujung tenggara pulau Hawaii menghasilkan kabut berbahaya di tempat lava itu menghantam air laut. Kandungan asam hidroklorik, uap, dan pecahan reaksi vulkasnis, gas tersebut sangat berbahaya bagi siapa saja yang menghirupnya. Asap beracun tersebut disebut dengan "laze". Fenomena yang terbentuk ketika lava bertemu dengan samudra menghasilkan uap air seperti ketika kita sedang mandi sauna. REUTERS/Terray Sylvester

">

Wisatawan melihat dari perahu tur wisata saat lava mengalir ke Samudera Pasifik di daerah Kapoho, timur Pahoa, ketika letusan gunung berapi Kilauea yang sedang berlangsung di Hawaii, AS, 4 Juni 2018. Lava yang tumpah di ujung tenggara pulau Hawaii menghasilkan kabut berbahaya di tempat lava itu menghantam air laut. Kandungan asam hidroklorik, uap, dan pecahan reaksi vulkasnis, gas tersebut sangat berbahaya bagi siapa saja yang menghirupnya. Asap beracun tersebut disebut dengan "laze". Fenomena yang terbentuk ketika lava bertemu dengan samudra menghasilkan uap air seperti ketika kita sedang mandi sauna. REUTERS/Terray Sylvester

">

Kepulan asap tebal dari lava mengalir ke Samudera Pasifik di daerah Kapoho, timur Pahoa, ketika letusan gunung berapi Kilauea yang sedang berlangsung di Hawaii, AS, 4 Juni 2018. Lava yang tumpah di ujung tenggara pulau Hawaii menghasilkan kabut berbahaya di tempat lava itu menghantam air laut. Kandungan asam hidroklorik, uap, dan pecahan reaksi vulkasnis, gas tersebut sangat berbahaya bagi siapa saja yang menghirupnya. Asap beracun tersebut disebut dengan "laze". Fenomena yang terbentuk ketika lava bertemu dengan samudra menghasilkan uap air seperti ketika kita sedang mandi sauna. REUTERS/Terray Sylvester

">

Wisatawan melihat dari perahu tur wisata saat lava mengalir ke Samudera Pasifik di daerah Kapoho, timur Pahoa, ketika letusan gunung berapi Kilauea yang sedang berlangsung di Hawaii, AS, 4 Juni 2018. Lava yang tumpah di ujung tenggara pulau Hawaii menghasilkan kabut berbahaya di tempat lava itu menghantam air laut. Kandungan asam hidroklorik, uap, dan pecahan reaksi vulkasnis, gas tersebut sangat berbahaya bagi siapa saja yang menghirupnya. Asap beracun tersebut disebut dengan "laze". Fenomena yang terbentuk ketika lava bertemu dengan samudra menghasilkan uap air seperti ketika kita sedang mandi sauna. REUTERS/Terray Sylvester

">

Seorang anak melihat dari perahu tur wisata saat lava mengalir ke Samudera Pasifik di daerah Kapoho, timur Pahoa, ketika letusan gunung berapi Kilauea yang sedang berlangsung di Hawaii, AS, 4 Juni 2018. Lava yang tumpah di ujung tenggara pulau Hawaii menghasilkan kabut berbahaya di tempat lava itu menghantam air laut. Kandungan asam hidroklorik, uap, dan pecahan reaksi vulkasnis, gas tersebut sangat berbahaya bagi siapa saja yang menghirupnya. Asap beracun tersebut disebut dengan "laze". Fenomena yang terbentuk ketika lava bertemu dengan samudra menghasilkan uap air seperti ketika kita sedang mandi sauna. REUTERS/Terray Sylvester

Image
Image
Image
Image
Image
Image
Image

Editor: Abdul Aziz Prastowo

komentar

Image

0 komentar

trending topics

terpopuler

  1. Hadiri OTOBURSA Tumplek Blek 2018, Jokowi Tertarik Motor Harley Softail

  2. Honor Note 10 Meluncur Pada 31 Juli Bawa Prosesor GPU Turbo

  3. AXIS Gaet Pengguna Remaja Di Dunia Gaming

  4. Usung Teknologi AI, Huawei Nova 3 akan Mendarat Di Indonesia Akhir Juli

  5. Saingi Sony A7, Nikon Akan Hadirkan Kamera Mirrorless Full Frame

  6. Aplikasi TikTok Sambut Hari Anak Nasional 2018 Lewat Konten Positif

  7. Gajah Monster, Aksi Ikonik OTOBURSA Tumplek Blek 2018 yang Ditunggu-tunggu Pengunjung

  8. Uniknya PS4 Pro versi Spider-Man

  9. Google Loon Sediakan Akses Internet di Kenya

  10. Fujifilm XF10, Kamera Saku Mungil Nan Canggih

fokus

Idul Fitri 2018
Mudik Lebaran 2018
Piala Dunia Rusia 2018

kolom

Image

Benarkah Gurita Alien Pertama di Bumi?

Image

4 Aplikasi Recommended untuk Menemani Ramadan Anda

Image

WS Pramono Keliling Indonesia Demi Populerkan Strobist

Image

WS Pramono, Sosok di Balik Perkembangan Teknik Strobist Indonesia

Wawancara

Image
Iptek

Celebphone

Novita Angie Aktif Beri Pengertian Anak Belanja Online

Image
Iptek

Hati-hati, Jangan Terlalu Vulgar di Dunia Maya

Image
Iptek

Turis Mancanegara Harus Lirik Sabang

Sosok

Image
Iptek

Abu Stephen Hawking Dikubur Disamping Charles Darwin dan Issac Newton.

Image
Iptek

“Joth703” Pemain Game Hearthstone Resmi Wakili Indonesia untuk Asian Games 2018

Image
Iptek

eSports

Mengenal Lebih Dekat Para Pemain AOV Indonesia