Akurat.co - Cepat Tepat Benar
Login / Sign Up

Studi Ericsson: Teknologi Digital Tingkatkan Infrastruktur Transportasi Jakarta

Azhar Ilyas

Studi Ericsson: Teknologi Digital Tingkatkan Infrastruktur Transportasi Jakarta

PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) telah mengoperasikan Halte Tosari yang baru di Jalan Sudirman, Jakarta Pusat, Sabtu (2/11/2019). Pengoperasian ini sekaligus menggantikan halte Tosari ICBC yang sebelumnya menjadi salah satu halte tersibuk di Jalan Sudirman-Thamrin. Halte Tosari memiliki luas tanah sebesar 307 meter persegi dan mampu menampung penumpang sebanyak 522. Kapasitas tersebut bertambah dua kali lipat dari Halte Tosari ICBC yang sebelumnya hanya mampu menampung 220 penumpang. | AKURAT.CO/Sopian

AKURAT.CO, Transportasi merupakan salah satu kunci penghubung yang penting bagi kehidupan sehari-hari masyarakat. Setiap harinya, semua orang mengandalkan kendaraan untuk bepergian, berbelanja, berkumpul bersama dengan teman, maupun melakukan kegiatan lainnya.

Sayangnya, Indonesia masih memiliki kualitas lalu lintas yang cukup buruk. TomTom Traffic Index melaporkan Jakarta menempati peringkat kesepuluh dari sepuluh kota dengan lalu lintas terpadat di seluruh dunia.

Melihat kondisi tersebut, infrastruktur lalu lintas yang baik sangat dibutuhkan guna meningkatkan efisiensi perjalanan. Laporan terbaru Ericsson ConsumerLab yang berjudul Augmenting the Daily Commute berusaha meneliti perilaku komuter sebelum dan pada saat krisis pandemi Covid-19.

baca juga:

Penelitian tersebut dilakukan untuk mencari tahu pendapat dan kebiasaan masyarakat guna menawarkan pengalaman perjalanan yang lebih memuaskan di era yang semakin digital dan terhubung.

Pandemi Covid-19, kondisi yang tidak pernah terjadi sebelumnya sangat berdampak pada transportasi di Indonesia, secara khusus memengaruhi pola mobilitas serta ekspektasi masa depan.

Masyarakat akan memiliki ekspektasi tinggi terhadap gadget, konektivitas seluler, serta kendaraan yang digunakan sehari-hari ketika melakukan perjalanan untuk beraktivitas maupun untuk mengikuti kegiatan sosial dan hiburan.

Laporan Augmenting the Daily Commute merupakan hasil survei dari 16.000 pengguna transportasi di 16 kota, termasuk 1.000 masyarakat dari Jakarta yang menggunakan beragam moda transportasi, termasuk layanan sharing motor dan mobil.

Beberapa hal penting berdasarkan laporan tersebut:

Kecepatan bukan segalanya                              

Penelitian Ericsson menunjukkan bahwa mayoritas responden tidak mempermasalahkan lamanya waktu yang ditempuh dalam suatu perjalanan. Lebih dari itu, satu dari empat responden mengakui bahwa mereka rela berangkat 20 menit lebih awal jika hal tersebut menjamin kenyamanan dalam perjalanan.

Selain kenyamanan, poin penting yang ditekankan oleh responden adalah kepastian untuk mencapai tujuan dengan tepat waktu. Hal ini lebih penting daripada mengurangi durasi total perjalanan. Maka dari itu, memiliki akses terhadap informasi lalu lintas secara real-time memengaruhi tingkat kepuasan seseorang.

Menurut laporan ini, ada dua faktor utama yang dapat merusak pengalaman dalam sebuah perjalanan, antara lain pemberhentian yang tidak terduga, seperti macet dan antrean penuh untuk bus, serta perencanaan yang terlalu lama dalam menentukan rute yang akan ditempuh selama perjalanan.

Mental Space kunci kualitas perjalanan yang baik

Memiliki mental space terbukti penting dalam menjaga kepuasan seseorang ketika berada dalam sebuah perjalanan. Savvy commuters merupakan sebuah istilah untuk komuter yang menikmati perjalanan secara cerdas, di mana mereka akan selalu berusaha untuk menciptakan lingkungan yang positif dan menyenangkan dalam perjalanan, termasuk mental space yang cukup.

Berdasarkan laporan Ericsson, 57 persen savvy commuters di Jakarta mengakui bahwa mereka memiliki mental space yang luas. Di lain sisi, 32 persen komuter yang tidak puas dengan perjalanannya mengaku memiliki mental space yang sempit.

Perangkat elektronik dan konektivitas memainkan peran yang krusial bagi seseorang untuk menciptakan sebuah mental space yang luas. Sebanyak 61 persen responden dari Jakarta menyatakan bahwa mereka menggunakan smartphone mereka untuk meraih tujuan tersebut.

Siasat lain yang cukup populer adalah dengan menggunakan headphone untuk mendengarkan lagu maupun mengakses perangkat lainnya. Hal-hal yang biasa dilakukan selama perjalanan antara lain mendengarkan lagu, online shopping, bermain gim, membaca, dan menonton konten video.

Kekhawatiran masyarakat akan infrastruktur transportasi

Sebanyak 56 persen responden di Jakarta masih mengandalkan kendaraan pribadi sebagai transportasi utama mereka. Menggunakan kendaraan pribadi menawarkan fleksibilitas, di mana pengguna dapat berangkat ke suatu tujuan kapanpun ia mau.

Hal ini berbanding terbalik dengan porsi penggunaan transportasi umum pada 12 persen. Namun, pertimbangan faktor biaya dan niat untuk menjaga lingkungan membuat transportasi umum menjadi pilihan yang semakin populer di beberapa wilayah termasuk Jakarta.

Perkembangan layanan mobilitas merupakan kunci yang penting dalam meningkatkan kualitas suatu perjalanan. Pada kenyataannya, masyarakat Jakarta saat ini masih memiliki persepsi yang cukup buruk akan infrastruktur dan fasilitas transportasi.

Dua puluh sembilan persen responden berpendapat bahwa kondisi infrastruktur tersebut akan memburuk (more crowded) setiap tahunnya, sedangkan 31 persen responden menyatakan bahwa penggunaan infrastruktur transportasi telah melebihi batas wajar.

Keamanan dan layanan bantuan menduduki puncak daftar layanan mobilitas konseptual untuk tingkatkan kualitas pengalaman komuter

Ericsson telah menganalisa 16 konsep layanan mobilitas yang dibagi menjadi tiga kategori: Safety and Assistance, Entertainment, dan Convenience. Berdasarkan hasil analisa laporan, Ericsson menemukan bahwa masyarakat sangat tertarik pada fitur dan layanan yang berpotensi meningkatkan keamanan serta mengurangi tekanan (stress) pada situasi-situasi tertentu.

Sebagian besar responden menunjukkan ketertarikan yang tinggi pada fitur yang dapat membantu pengemudi melalui jaringan konektivitas. Fitur tersebut nantinya akan mengumpulkan berbagai informasi dari kendaraan dan sensor-sensor yang mendeteksi bahaya dari jarak yang sangat jauh.

Lebih dari 70 persen responden yang berasal dari Jakarta menyatakan bahwa mereka tertarik dengan adanya fitur yang memungkinkan adanya fitur jarak jauh (remote access). Selain itu, fitur yang dapat mendeteksi seorang pengemudi kehilangan fokus ketika sedang menyetir (distracted driver detection) juga sangat diminati penduduk di kota ini, dengan data ketertarikan mencapai angka 70 persen.

Pada aspek hiburan, 60 persen responden telah menunjukkan ketertarikan mereka pada prospek pengembangan fitur teknologi Augmented Reality (AR) pada aplikasi pencarian tujuan. Dengan demikian, konsumen akan mendapatkan informasi yang lebih mendalam pada suatu peta, serta pencarian rute alternatif sesuai dengan kebutuhan pengguna. Sedangkan pada aspek kenyamanan, sebanyak 67 persen responden mengakui bahwa mereka tertarik pada fitur pengendalian kendaraan dengan suara, atau voice command.

Shared mobility dan mobil otonom

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, infrastruktur transportasi di Jakarta masih memiliki kualitas yang belum cukup memadai. Oleh karena itu, perlu langkah-langkah tertentu untuk memperbaikinya. Shared mobility, atau kendaraan yang dapat digunakan bersama dianggap sebagai moda transportasi dan salah satu cara untuk mengurangi kepadatan lalu lintas.

Sebanyak 55 persen masyarakat di Jakarta menganggap bahwa tren ini akan berkembang nantinya. Mereka berpendapat bahwa moda ini akan mengurangi kepadatan lalu lintas, membantu menjaga lingkungan, serta menghemat biaya.

Prospek kehadiran mobil otonom yang tidak memerlukan adanya pengemudi menarik perhatian masyarakat Jakarta. Sebanyak 83 persen responden menyatakan bahwa kehadiran kendaraan ini akan berdampak pada perkembangan segi transportasi.

Meskipun demikian, sebagian besar dari mereka beranggapan bahwa prospek ini tidak akan terjadi pada waktu yang dekat. Menurut mereka, perusahaan otomotif baru seperti Tesla maupun perusahaan teknologi lainnya yang akan memiliki andil besar dalam perkembangan kendaraan ini.

Editor: Azhar Ilyas

berita terkait

Image

Iptek

MenristekBRIN Dorong Pemanfaatan Riset untuk Kembangkan Industri Teknologi Digital

Image

Iptek

3 Profesi Paling Dicari Dalam Bidang Teknologi Digital

Image

Iptek

Teknologi Digital Solusi Hambatan Bisnis

Image

Iptek

Teknologi Digital untuk Keberhasilan Pariwisata Indonesia

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
Iptek
Lawan Covid-19

Tenaga Kesehatan Penerima Vaksinasi COVID-19 Dapat Registrasi via WhatsApp

Registrasi melalui WhatsApp tersebut hanya diperuntukkan bagi tenaga kesehatan

Image
Iptek

Mercedes-Benz Indonesia Jual 2.226 Unit Kendaraan Penumpang di 2020

Mercedes-Benz juga memperkenalkan kendaraan edisi terbatas

Image
Iptek

Hindari Demo Capitol Kedua, Facebook Batasi Penggunaan Fitur bagi Pengguna di AS

Facebook juga akan membatasi fitur lain untuk orang-orang di AS berdasarkan sinyal tertentu

Image
Iptek
Lawan Covid-19

Smartwatch Bisa Digunakan untuk Mendeteksi COVID-19?

Menurut sebuah penelitian terbaru, jam tangan pintar berpotensi dapat digunakan untuk mendeteksi gejala COVID-19

Image
Iptek
Lawan Covid-19

Dukung Vaksinasi Covid-19, Garuda Indonesia Luncurkan Desain Livery Khusus

Garuda Indonesia berkomitmen untuk senantiasa mendukung program vaksinasi Covid-19

Image
Iptek

Joe Biden Resmi Pegang Akun Twitter Kepresidenan AS

Joe Biden akhirnya memegang akun Twitter resmi kepresidenan

Image
Iptek

Jaringan Tri Down, Pelanggan di Inggris Tak Bisa Terima Telepon dan Sebaliknya

Tri saat ini mengalami masalah teknis yang terputus-putus dengan panggilan dan teks

Image
Iptek

Perubahan Privasi WhatsApp, Otoritas Italia: Harus Evaluasi

WhatsApp akan berbagi data privasi dengan Facebook

Image
Iptek

Kominfo Hadirkan Chatbot WhatsApp Permudah Pendataan Penerima Vaksin

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) bersama Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menyediakan akses pendaftaran berupa kanal chatbot

Image
Iptek

AS Denda Toyota Rp2,5 Triliun karena Langgar Aturan Emisi

Toyota Motor Corp diharuskan membayar denda sebesar 180 juta dolar atau sekira Rp2,5 triliun untuk menyelesaikan penyelidikan sipil

terpopuler

  1. 7 Potret Adlin Rambe, Kakak Kandung Rizky Billar yang Tak Kalah Memesona

  2. 4 Artis Industri Film Esek-esek Asal Indonesia Ini, Justru Ngehits di Amerika!

  3. Agar Kelak di Hari Kiamat Hisabmu Dipermudah, Baca Doa ini

  4. Bahagianya Gading Marten - Gisel Rayakan Ultah Gempita

  5. PPATK Ungkap Laporan Transaksi Keuangan Milik Calon Kapolri Listyo Sigit

  6. Video Viral Anjing Ikut Hadir di Pemakaman Pemiliknya, Warganet: Hewan Baik Hati!

  7. Anies Baswedan Bikin Peraturan Baru Soal Masker Kain, Kalau Ukurannya Tidak Sesuai Bisa Kena Denda

  8. 5 Manfaat Air Kelapa Muda untuk Kesehatan, Bisa Cegah Batu Ginjal!

  9. Mudah Curi Hati Bos, Karier Zodiak Ini Mulus Banget!

  10. 7 Potret Arya Saloka Momong Buah Hati, Ayah Idaman!

fokus

Kaleidoskop 2020
Akurat Solusi: Kenaikan Cukai Tembakau
Lawan Covid-19

kolom

Image
UJANG KOMARUDIN

Kapolri Baru

Image
Muhammad Husen Db, M.Pd

Transformasi Episode Dalam Dimensi Merdeka Belajar

Image
ARLI ADITYA PARIKESIT

Dilema Kebebasan Pendapat dan Pengendalian Transmisi Virus SARS-CoV-2

Image
UJANG KOMARUDIN

Proyeksi Politik Tahun 2021

Wawancara

Image
News

Vaksinasi Bisa Putus Mata Rantai Penularan Covid-19 di DKI Jakarta?

Image
Video

VIDEO Resesi, Cukuplah Sampai di Sini | N. Siklo

Image
Video

Akurat Talk

VIDEO Ashanty Akui Kesal dengan Sikap Millen Cyrus | Akurat Talk (3/3)

Sosok

Image
News

Wafat di Hari Jumat, Ini 5 Fakta Penting Habib Ali bin Abdurrahman Assegaf

Image
News

5 Potret Kenangan Syekh Ali Jaber Bersama Tokoh Politik Tanah Air

Image
Ekonomi

Mengenang Syekh Ali Jaber, Punya Kekayaan Melimpah dan Ahli Sedekah