Akurat.co - Cepat Tepat Benar
Login / Sign Up

Prediksi Tren Teknologi Sektor Pendidikan Tahun 2021

Yusuf Tirtayasa

Prediksi Tren Teknologi Sektor Pendidikan Tahun 2021

Ilustrasi E-learning | dok. Kaspersky

AKURAT.CO, Perubahan dalam sistem pendidikan telah terjadi sejak lama, dengan digitalisasi menjadi instrumen utama transformasi ini. Sebuah terobosan terjadi tahun ini, ketika sekitar 1,5 miliar siswa tidak dapat bersekolah secara fisik akibat pandemi COVID-19. 

Akibatnya, sistem pendidikan di seluruh dunia mengalami perubahan yang signifikan. Para pengajar dipaksa menguasai berbagai platform baru, seperti Zoom, tanpa kehilangan kualitas pendidikan walaupun mengajar dari jarak jauh.

Digitalisasi pendidikan kemungkinan masih akan terus berlanjut, dan ini bisa menjadi hal yang baik sekaligus buruk. Di satu sisi, terdapat berbagai kemungkinan dan platform baru, termasuk yang pada awalnya tidak ditujukan untuk pendidikan. 

baca juga:

Contoh yang bagus adalah akun TikTok yang didedikasikan untuk topik tersebut. Awalnya, para pengajar tidak menggunakan platform ini, dan lebih memilih YouTube, tetapi pada tahun 2020 TikTok telah menjadi platform populer untuk memproduksi konten pendidikan. 

Di sisi lain, banyak dari alat pendidikan digital baru ini tidak hanya meningkatkan pengalaman baru dalam pendidikan, tetapi juga memperkenalkan ancaman baru. Perusahaan keamanan siber Kaspersky mengungkapkan beberapa potensi risiko terbesar yang dapat terjadi di sektor pendidikan di tahun mendatang:

1 Pengembangan Sistem Manajemen 

Pembelajaran (Learning Management System) Pendidikan. LMS memungkinkan pengajar untuk melacak proses pembelajaran siswa, menunjukkan perkembangan mereka dan aspek yang membutuhkan perhatian dari pengajar. 

Meskipun sudah ada beberapa sistem terkenal (Google Classroom, Frog, dll.). Pasar untuk sistem LMS baru terlihat masih akan terus berkembang.

Seiring dengan bertambahnya jumlah dan popularitas LMS, jumlah situs phishing yang terkait dengan layanan pendidikan dan konferensi video juga akan bertambah. 

Tujuan utama mereka adalah mencuri data pribadi atau menyebarkan spam di komunitas pendidikan. 

Pada pertengahan tahun 2020 saja, sebanyak 168.550 pengguna unik menghadapi berbagai ancaman yang didistribusikan dengan kedok platform pembelajaran online / aplikasi konferensi video populer - peningkatan 20,455% jika dibandingkan dengan tahun 2019. 

Selain itu, sistem LMS juga membuka potensi untuk hal baru tidak terduga lainnya, seperti ancaman Zoombombing. Apalagi jika sekolah terus melakukan pembelajaran jarak jauh, sistem ini akan terus menjadi vektor serangan yang populer.

2 Lebih banyak perhatian akan diberikan pada layanan video

Seperti Youtube, Netflix, SchoolTube, KhanAcademy, dll. Akan ada lebih banyak kreasi konten video pendidikan sebagai produk jadi dan digunakan sebagian oleh guru di kelas. Faktanya, sekitar 60% guru sudah menggunakan YouTube di kelas. 

Meskipun video dapat menjadi alat pendidikan yang ampuh, ada juga banyak konten yang tidak sesuai usia yang dapat ditemukan di layanan video populer, dan pembuat konten tersebut dapat menggunakan topik pendidikan sebagai kedok (YouTube / TikTok / Instagram, dll).

Ini bukan ancaman baru, tetapi dengan pertumbuhan digitalisasi, relevansinya dapat semakin berkembang.

3 Penggunaan platform media sosial dalam proses pendidikan

Media sosial (Instagram, Twitter, dll.) Dapat menjadi cara yang bagus untuk mendorong keterlibatan siswa selama dan setelah kelas, dan berfungsi sebagai cara bagi guru untuk terhubung dengan siswa mereka. Namun, ada juga beberapa ancaman terkait regulasi konten. 

Saat ini, pengajar atau administrator layanan harus mengatur konten di LMS dan aplikasi konferensi video secara manual - ini menjadi tugas yang besar. Memoderasi konten di platform media sosial atau obrolan grup online adalah hal yang lebih besar, terutama di grup atau obrolan publik. 

Hal itu membuka jalan bagi konten yang tidak sesuai, komentar yang menyinggung, dan cyberbullying. Kekhawatiran lainnya adalah privasi. 

Aplikasi atau layanan yang tidak dikonfigurasi dengan benar adalah cara populer untuk mengeksploitasi data pribadi, bahkan tanpa alat dan kerentanan khusus. Dalam kasus terkait, siswa dan tenaga pengajar dapat menjadi korban serangan semacam itu.

4 Gamifikasi proses pendidikan

Hampir semua orang di sekolah sudah mengetahui tentang belajar dengan Minecraft, tetapi selain dari game ini, ada banyak layanan yang memungkinkan untuk kegiatan belajar sambil bermain (While True: Learn, Classcraft, Roblox, dll.)

Namun, segera setelah memasukkan game ke dalam kelas, maka itu akan berpotensi membuka risiko yang sama dengan yang para siswa hadapi saat bermain game dari rumah: penipuan dan penindasan dari orang tidak dikenal (troll), file berbahaya yang disamarkan sebagai pembaruan atau add-on game, dan lain lain.

Editor: Azhar Ilyas

berita terkait

Image

Iptek

UBSI Terapkan Sistem E-Learning Kala Pandemi Covid-19 Mewabah

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
Iptek

Mercedes-Benz Indonesia Hadirkan C-Class Final Edition, Cek Harganya

Mercedes-Benz C-Class AMG Final Edition hadir dengan penyempurnaan dari generasi pendahulunya di Indonesia

Image
Iptek

Raih Pendanaan dari Salesforce Ventures, Darwinbox Percepat Transformasi Digital di Indonesia

Darwinbox, platform digital manajemen SDM telah merampungkan putaran pendanaandi Indonesia

Image
Iptek

Ini 8 Fokus Bidang Pengembangan Teknologi BPPT di 2021, Ada Kendaraan Listrik

Terdapat delapan bidang teknologi yang menjadi fokus

Image
Iptek

TikTok Digugat Rp13 Miliar Akibat Masalah Hak Cipta

Tiktok dan ByteDance digugat karena masalah hak cipta lagu-lagu

Image
Iptek
M2 World Championship

RRQ Hoshi Melaju ke Final M2 World Championship, Alter Ego Masih Berjuang di Lower Bracket

RRQ sudah ditunggu oleh Burmese Ghouls di partai final

Image
Iptek

Google Ancam Hentikan Layanan Mesin Pencari di Australia

Ancaman ini muncul saat digodoknya undang-undang yang mewajibkan perusahaan teknologi dunia membayar media untuk berbagai konten beritanya.

Image
Iptek

Tren Otomotif 2021 untuk Kebangkitan Perekonomian Nasional

Pandemi masih belum usai meski sudah berganti tahun, situasi yang masih belum pasti ini menimbulkan pertanyaan apakah industri otomotif

Image
Iptek

Alphabet Batalkan Loon, Proyek untuk Memancarkan Internet ke Bumi dari Balon

Perusahaan induk Google, Alphabet, mengucapkan selamat tinggal pada salah satu eksperimental jangka panjangnya Loon

Image
Iptek

Tak Lagi Varian Xiaomi, POCO Kini Menjadi Brand Independen

POCO sekaligus mengumumkan keputusan bahwa mereka telah menjadi brand independen

Image
Iptek

Investasi Rp187 Triliun, Volkswagen Berambisi Kembangkan Kendaraan Listrik

Pabrikan mobil asal Jerman Volkswagen menginvestasikan 11 miliar euro setara Rp187 triliun hingga 2024 untuk mengembangkan kendaraan listrik

terpopuler

  1. 7 Potret Pernikahan Uta Syahputra, Adik Olga yang Dulu Viral karena Jadi Tukang Parkir

  2. Gilbert: Hanya Anies Baswedan yang Melepas Tanggung Jawab Daerah ke Pusat

  3. Jangan Sampai Tidak Tahu, ini 4 Zikir Paling Allah Sukai

  4. Jika Ada Keluarga Isolasi Mandiri, Jangan Pakai Toilet yang Sama

  5. Bencana Tak Pandang Bulu, Banjir Kalsel Rendam Barang Milik Negara

  6. Shalawat Syifa; Dibaca Agar Dijauhkan dari Penyakit Seperti Covid-19

  7. Takut Warga Tak Bisa Makan Malam, Wagub DKI Dukung Pemerintah Pusat Perpanjang Operasional Mal

  8. Brigjen Rusdi Hartono Akui Rekomendasi Komnas HAM Tidak Diserahkan ke Polri

  9. Tanpa Ampun, Facebook Blokir Permanen Akun Donald Trump

  10. Jumlah Pelanggaran Protokol Kesehatan Covid-19 di DKI Melonjak, Efek Anies Hapus Denda Progresif?

fokus

Kaleidoskop 2020
Akurat Solusi: Kenaikan Cukai Tembakau
Lawan Covid-19

kolom

Image
Abdul Hamid

Ilusi Dilema Demokrasi dan Integrasi

Image
UJANG KOMARUDIN

Menanti Gebrakan Kapolri Baru Pilihan Jokowi

Image
Kementrian Luar Negeri Republik Azerbaijan

Tragedi Black January

Image
UJANG KOMARUDIN

Kapolri Baru

Wawancara

Image
Video

Bukan Mistis, Gangguan Jiwa Adalah Gangguan Medis | Akurat Talk (3/3)

Image
Video

Akurat Talk

VIDEO Dokter Vivi Ajak Kenali Mental Sehat di Dalam Diri | Akurat Talk (1/3)

Image
News

Covid-19 Tembus 3.500 Kasus Per Hari, DKI Gagal Terapkan Program 3T?

Sosok

Image
News

5 Fakta Menarik Maya Nabila, Mahasiswa S3 ITB yang Baru Berusia 21 Tahun

Image
News

5 Fakta Penting Habib Muhammad bin Ahmad Al-Attas, Tunaikan Haji Lebih dari 29 Kali

Image
News

4 Fakta Penting Deva Rachman, Istri Kedua Syekh Ali Jaber yang Jarang Tersorot