Akurat.co - Cepat Tepat Benar
Login / Sign Up

"Rekaman" Jejak Iklim pada Karang Ungkap Potensi Bahaya Bencana di Indonesia

Yusuf Tirtayasa

Sains

"Rekaman" Jejak Iklim pada Karang Ungkap Potensi Bahaya Bencana di Indonesia

Penyelam dari Penjaga Pantai Italia melihat terumbu karang di Secche di Tor Patern, Italia, Rabu (29/4/2020.) Menurut penyelam, kehidupan di bawah laut membaik setelah pemberlakuan lockdown. Pembatasan sosial yang mengharuskan orang-orang berdiam diri di rumah membuat kualitas air meningkat dan juga biota laut lainnya berkembang. | Italian Coast Guard/Handout via REUTERS

AKURAT.CO, Perubahan iklim global dan juga variabilitas iklim kepulauan Indonesia dipengaruhi oleh fenomena iklim El Nino Southern Oscillation (ENSO) dan Indian Ocean Dipole (IOD).

Kedua fenomena iklim ENSO/IOD ini mampu memengaruhi variabilitas iklim di muka bumi yaitu terjadinya perubahan pola curah hujan, suhu, angin, sirkulasi laut, dan lain-lain.

Fenomena ini menjadi penting karena dapat menimbulkan bencana iklim seperti kekeringan, banjir, dan meningkatkan frekuensi badai di wilayah benua yang berbatasan dengan kedua cekungan ini, apalagi untuk wilayah Indonesia.

baca juga:

Tahun 2019 lalu, Indian Ocean Dipole memegang peran besar dalam bencana kekeringan parah yang terjadi di wilayah Indonesia bagian selatan dan Australia.

Tercatat, suhu panas yang terjadi hampir sepanjang tahun 2019 dikenal dengan IOD positif. Kekeringan dan kebakaran hebat juga terjadi di Australia akibat IOD positif 2019 ini.

Karang, terutama dari jenis Porites, mampu merekam jejak iklim masa lampau dengan baik. Penelitian terbaru yang diterbitkan di Nature tahun 2020, hasil kerjasama tim peneliti LIPI dengan peneliti dari Australia, AS, Taiwan, dan Tiongkok menghasilkan rekonstruksi variabilitas IOD menggunakan arsip iklim karang dari wilayah bagian timur Samudra Hindia (yaitu di pesisir barat Sumatra dan selat Sunda).

Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa fenomena seperti IOD positif seperti yang terjadi pada tahun 2019 lalu jarang terjadi.Namun sekarang peristiwa semacam ini menjadi lebih sering terjadi.

Dapat dikatakan bahwa pada abad 20 ini, frekuensi dan intensitas IOD/ENSO terjadi peningkatan, dan diperkirakan akan memburuk jika emisi gas rumah kaca terus meningkat.

Penelitian ini juga menekankan bahwa Samudra Hindia dapat ‘menampung’ peristiwa yang bahkan lebih kuat daripada peristiwa iklim ekstrem yang terjadi pada tahun 2019 lalu.

"Guna meningkatkan pemahaman kita mengenai variasi iklim musiman hingga puluhan tahun decadal-interdecadal dari masa lampau sampai masa sekarang di kawasan maritim Indonesia, perlu melihat secara terintegrasi perubahan parameter iklim di sepanjang lautan tropis baik di Samudra Hindia dan Pasifik," ujar Ahli Peneliti Utama Kelompok Penelitian Iklim dan Lingkungan Masa Lampau LIPI, Sri Yudawati Cahyarini dilansir dari laman resmi LIPI, Selasa (4/8/2020).

Menurutnya, kerjasama yang terintegrasi erat antara peneliti yang bekerja dengan data iklim masa sekarang, dengan peneliti yang bekerja dengan data iklim masa lampau sangat diperlukan. Hal itu untuk lebih memahami mekanisme iklim di wilayah Indonesia yang sangat kompleks.

"Sehingga membantu kita menjadi lebih siap dalam menghadapi risiko bencana iklim masa depan," pungkasnya.

Editor: Azhar Ilyas

berita terkait

Image

Iptek

Pantau Media Sosial Publik, Polisi Filipina Tuai Kritik Netizen

Image

Iptek

Sains

LIPI Temukan “Kecoak Laut Raksasa” di Selat Sunda

Image

Olahraga

ASEAN Para Games Filipina 2020

Pandemi Covid-19 Ancam Kelangsungan APG Filipina

Image

Olahraga

Olipiade Tokyo 2020

Penundaan Olimpiade Bisa Beri Keuntungan Bagi Tim Sepeda Inggris

Image

Olahraga

Manny Pacquiao

Kontak dengan Politisi Positif Corona, Pacquiao Lakukan Karantina Mandiri

Image

Olahraga

ASEAN Para Games Filipina 2020

Antisipasi Penyebaran Corona, Atlet ASEAN Para Games Dipulangkan

Image

Olahraga

ASEAN Para Games Filipina 2020

Wabah Corona Paksa Filipina Kembali Undur ASEAN Para Games

Image

Olahraga

SEA Games Filipina 2019

Amerika-Spanyol, SEA Games, dan Malamnya Manila

Image

Olahraga

SEA Games Filipina 2019

Haven: Kosmopolitanisme Rumit dan Sederhana ala Manila

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
Iptek

Ngebut Sambil Tidur, Pemilik Tesla Ini Harus Berhadapan dengan Hukum

Si pengemudi memacu kendaraannya dengan kecepatan lebih dari 140 km/jam sambil tertidur lelap

Image
Iptek
MPL ID Season 6

MPL ID Season 6: Tak Berdaya, ONIC Gagal Balaskan Dendam ke Alter Ego

Tak seperti pertemuan pertama, kali ini ONIC takluk dengan telak dari Alter Ego

Image
Iptek

Instagram Digugat, Benarkah Aplikasi Memata-matai Kita Lewat Kamera?

Brittany Conditi mengklaim bahwa Instagram menggunakan kamera ponsel pengguna untuk memata-matai mereka

Image
Iptek

Ada Fitur Verifikasi Wajah, Mitra Driver Gojek Merasa Lebih Aman

Lebih dari 90 persen mitra Gojek merasa lebih aman dari ancaman keamanan digital

Image
Iptek
PMPL ID Season 2

Top 10 MVP di PMPL Indonesia Season 2 Regular Season

Berikut 10 pemain yang mendapatkan MVP di regular season PMPL ID Season 2

Image
Iptek

Petani Aceh Timur Laksanakan PLEK IPDMIP

PLEK IPDMIP dilakukan untuk meningkatkan akses dan layanan keuangan bagi petanI

Image
Iptek

10 HP Terlaris di Dunia 2020, Berapa Saja Harganya?

3 merek ini mendominasi sebagai smartphone paling laris di 2020

Image
Iptek

Among Us Gim Fitnah-Memfitnah ‘Perusak Pertemanan’, Begini Cara Mainnya

Among Us adalah gim yang berkonsep sama seperti Werewolf

Image
Iptek

Tinder Berujung Maut, Ini Hal yang Harus Kamu Waspadai

Segala sesuatu yang dipublikasikan secara online dapat menjadi bumerang yang merugikan

Image
Iptek

Facebook Batasi Debat Internal Terkait Politik

Zuckerberg menguraikan rencana pembatasan tersebut kepada karyawan pada hari Kamis

terpopuler

  1. WHO Prediksi Kehidupan Kembali Normal seperti Sebelum COVID-19 di Tahun 2022

  2. Beli Celana Dalam Dinar Candy Rp50 Juta, Bobby Stuntrider Langsung Pamer

  3. Babe Haikal: Kita Semua Harus Terima Kasih kepada Pak Ahok

  4. Ketimbang Jokowi, Rustam: Harus Diakui Anies Baswedan Banyak Pengalaman di Ranah Civil Society

  5. Minta Anggaran Rp115,4 Miliar Buat Beli Tanaman Saat Corona, Pemprov DKI: Ini Urgent!

  6. Jadi Lokasi Mutilasi Rinaldi, Aparteman Pasar Baru Mansion Sewakan Kamar Lewat Aplikasi RedDoorz

  7. Perkantoran di DKI Ramai-ramai Langgar PSBB Anies Baswedan

  8. Deklarasi KAMI Jateng, Gatot: Ada Kelompok Terorganisir, Rapi dan Besar Ingin Ubah Pancasila

  9. Diduga Jalin Kerja Sama Ilegal, Pihak Apartemen Pasar Baru Mansion Bungkam

  10. Pengakuan Pria Rusia Berumur 32 Tahun yang 'Terjebak' dalam Tubuh ABG

fokus

Akurat Solusi : Roadmap IHT
Webinar Akurat: Resesi Ekonomi
Tokopedia Dorong Digitalisasi UMKM dan Inklusi Keuangan

kolom

Image
UJANG KOMARUDIN

Berdaya Karena Corona

Image
DR. ABDUL MUID N., MA

Membangun Kembali Kejayaan Islam

Image
Ilham Bintang

Catatan Ringan tentang Dubes RI untuk Singapura

Image
Achsanul Qosasih

Ragam Soal Dalam Staf Ahli Direksi BUMN

Wawancara

Image
Video

Akurat Talk

VIDEO Fahri Hamzah: Saya Dari Kecil Jualan Kopi | Akurat Talk (2/2)

Image
Video

Akurat Talk

VIDEO Ngomongin Hobi Sampai Harga Outfit Fahri Hamzah | Akurat Talk (1/2)

Image
Video

VIDEO Garuda Pastikan Penerbangan Aman Dengan Protokol Kesehatan

Sosok

Image
Ekonomi

Celana Dalam Bekas Laku Rp50 Juta, Kepoin Harta Kekayaan Fantastis DJ Dinar Candy!

Image
Ekonomi

5 Pebisnis Wanita Paling Berpengaruh di Asia, Dua dari Indonesia!

Image
News

Warganet Beberkan Foto Masa Muda Presiden Jokowi dan Iriana, Manglingi