image
Login / Sign Up

Kasus Diskriminasi Pengemudi Disidangkan, Grab Dinilai Tak Kooperatif

Erizky Bagus

Image

Driver Grab saat sedang mengoperasikan smartphone-nya | Dok. Grab

AKURAT.CO Kasus hukum yang menyeret PT Solusi Transportasi Indonesia atau Grab Indonesia serta afiliasinya, PT Teknologi Pengangkutan Indonesia (TPI), kembali disorot pengamat hukum. Pasalnya, Grab dinilai terlalu banyak ‘drama’ selama proses persidangan perkaranya.

Pengamat Hukum Persaingan Usaha Dhita Wiradiputra mengatakan jika kasus hukum yang menyeret aplikator asal Malaysia itu seharusnya tidak terlalu rumit jika selama sidang para pembela Grab fokus pada substansi yang menjadi perkaranya.

“Jika dibandingkan dengan KPPU di masa lalu, saat ini komisioner di KPPU itu berupaya untuk lebih obyektif, di mana mereka tidak lagi terlibat dalam proses awal pemeriksaan, penyelidikan hingga pemberkasan. Kalau demikian, seharusnya [pembela] sebisa mungkin berupaya mematahkan dalil-dalil yang disampaikan investigator berdasarkan bukti atau fakta yang diberikan perusahaan. Bukan sebaliknya yang terjadi adalah banyak drama yang justru mempermasalahkan hal lain di luar itu,” jelas Dhita, dalam keterangan pers yang diterima AkuratIptek, Senin (13/7).

baca juga:

Setelah mempelajari hasil putusan sidang KPPU, wanita yang juga menjabat Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Persaingan dan Kebijakan Usaha Fakultas Hukum Universitas Indonesia (LKPU FH UI) ini sangat menyayangkan tindakan yang dilakukan oleh para pembela selama proses persidangan yang seolah tidak fokus pada perkara yang dituduhkan dan menghadapi permasalahan dengan baik.

“Masalah ini tidak muncul begitu saja. Ada ketidakpuasan di antara mitra driver non-TPI terkait order prioritas dan mereka sudah melakukan demo di Medan hingga akhirnya demo ke DPRD. Sebenarnya, akan dapat dibenarkan bagi suatu perusahaan untuk memberikan perlakukan lebih atau eksklusivitas ke satu pihak selama terdapat rasionalitas tertentu yang bisa diterima secara ekonomi dan dibuktikan,” lanjut dia.

Berdasarkan hasil putusan sidang,KPPU menilai Grab tidak kooperatif dalam proses persidangan karena tidak hadir memenuhi panggilan sidang pemeriksaan terlapor dan tidak menyampaian data dan atau dokumen yang diminta oleh Majelis Komisi.

Selain itu, Grab juga dituduh telah merendahkan pengadilan (contempt of court) karena dinilai tidak menghormati kedudukan Majelis Komisi dengan merendahkan kewibawaan serta kehormatan Majelis Komisi dan melakukan character assassination terhadap KPPU sebagai satu-satunya lembaga negara yang diberi kewenangan menagakkan hukum persaingan usaha.

Grab juga dinilai tidak menghargai profesi masing-masing pihak yang ada dalam ruang sidang, baik kepada Majelis Komisi, Saksi, maupun Ahli.

"Banyak pihak yang sebenarnya menantikan hasil perkara ini. Karena ribuan orang yang menggantungkan hidupnya kepada perusahaan seperti Grab ini. Dengan transportasi daring yang sudah menjadi satu kebutuhan yang tidak dihindarkan, saya berharap jangan sampai ada praktik persaingan usaha tidak sehat," kata Dhita.

Dalam salinan putusannya, KPPU memutuskan PT Solusi Transportasi Indonesia atau yang selama penangangan perkara telah berganti nama menjadi PT Grab Teknologi Indonesia yang adalah pihak Terlapor I, dan PT TPI sebagai Terlapor II terbukti bersalah melanggar Pasal 14 Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1999 dengan denda masing-masing sebesar Rp7,5 miliar dan Rp4 miliar, serta Pasal 19 huruf d Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1999 dengan denda masing-masing sebesar Rp22,5 miliar dan Rp15 miliar.[]

Editor: Andre Purwanto

berita terkait

Image

Hiburan

Ramah dan Kocak, 5 Aksi Admin Media Sosial Penyedia Layanan Ojol ini Hibur Warganet

Image

Iptek

MPPA Boyong Toko Virtual ke GrabMart, Ada Produk Makanan dan Rumah Tangga

Image

Iptek

Wabah Corona

Bantu Biaya Pendidikan Anak Driver, Grab-Likee Gelar Konser Amal Online

Image

Iptek

Grab Diminta Segera Bayar Denda Rp29,5 Miliar Sesuai Keputusan KPPU

Image

Ekonomi

Kena Denda KPPU, Pengamat: Semoga Grab Mau Bayar!

Image

Ekonomi

Tak Hanya Bela Karyawan Gojek, KSPI Juga Soroti Mitra Grab hingga TransJakarta

Image

Ekonomi

Didenda Rp30 Miliar oleh KPPU, Ini Penjelasan Grab

Image

Iptek

Bila Terbukti, Grab akan Berhadapan dengan Tiga Pasal Ini

Image

Iptek

Diduga Lakukan Diskriminasi Pengemudi, Grab Indonesia Menyayangkan Putusan KPPU

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
Iptek

Curi Dokumen Rahasia Swakemudi, Mantan Insinyur Google Dipenjara 18 Bulan

Kasus itu terjadi sebelum Anthony Levandowski menjabat kepala divisi di UBER pada 2016.

Image
Iptek

Menjajal Galaxy Note 20 Series, S Pen Makin Ngebut

S-Pen Samsung Galaxy Note 20 Series juga telah diintegrasikan dengan Microsoft Office dan bisa mengkonversi tulisan tangan menjadi teks

Image
Iptek

IM3 Dukung Perjuangan Generasi Muda Indonesia Tetap Merdeka Melawan Pandemi

IM3 Ooredoo membangun kampanye bertajuk 'Teruskan Perjuangan Untuk Tetap Merdeka' sekaligus dalam rangka menyambut peringatan HUT RI.

Image
Iptek

Jaga Serangan Siber, Lintasarta Raih Secure SD-WAN Excellence Award

Fortinet beri penghargaan ke Lintasarta.

Image
Iptek

Mudahkan Bayar Kuliah, Pintek Kerjasama dengan UBSI

Tantangan ekonomi dapat memperlambat jalannya pendidikan saat ini

Image
Iptek
Esports

'Piala Menpora Esports 2020' Jadi Jawaban Kemenpora Atas Esports di Indonesia

Kemenpora bersama IESPL mendukung Esport dengan menyelenggarakan turnamen Piala Menpora Esports 2020.

Image
Iptek

Resmi Masuk Indonesia, Segini Harga OTR Toyota Cross Varian Bensin dan Hybrid

All New Corolla Cross hadir dalam dua varian, versi Gasoline dan versi Hybrid Electric Vehicle (HEV).

Image
Iptek

Dibanderol Rp4.9 Juta, Begini Spek Lengkap Oppo Reno 4

Setimpal gak ya?

Image
Iptek

Facebook Hapus Postingan Trump yang Mengklaim Anak-anak "Kebal" Covid-19

Juru bicara tim kampanye Trump mengatakan Presiden menyatakan fakta

Image
Iptek

Sudah Bisa Dipesan di Indonesia, Oppo Reno4 Dibanderol Rp4,9 Juta

Konsumen yang memesan perangkat ini selama periode pre-Order akan mendapatkan hadiah langsung

terpopuler

  1. Viral Ibu Muda jadi Kurir Antar Makanan Sambil Momong 2 Anak Balitanya, Begini Kisahnya

  2. Faiq dan Astrid Dua Kali Berbuat 'Begituan' di Apartemen Margonda Residence V

  3. Renovasi Stadion Bung Tomo untuk Piala Dunia U-20 Mendekati 90 Persen

  4. Tak Ingin Seperti Beirut, Rakyat Australia Desak Pemindahan Pabrik Amonium Nitrat

  5. Exco PSSI Anggap Gatot S Dewabroto Terlalu Banyak Ngomong

  6. 3 Jenis Syafaat di Hari Kiamat yang Bisa Didapatkan Umat Islam

  7. 5 Orang Biasa yang Wajahnya Mirip Bintang Sepak Bola, Ada yang Dipenjara karena Ganggu Ketertiban

  8. Terbitkan Inpres No 6/2020, Jokowi Minta TNI, Polri, dan Kepala Daerah Gencarkan Sosialisai Protokol Kesehatan

  9. Akun ini Ungkap Alasan Bongkar Dugaan Pelecehan Seksual YouTuber Turah Parthayana

  10. Hasil Otopsi Kematian Janda Astrid yang Dipalu Faiq, Tubuh Luka dan Lebam-lebam

fokus

Tokopedia Dorong Digitalisasi UMKM dan Inklusi Keuangan
UMKM Pahlawan Ekonomi
Strategi UMKM Berjaya di New Normal

kolom

Image
Achsanul Qosasi

Gerakan ABCD untuk Pemulihan Ekonomi

Image
UJANG KOMARUDIN

Demokrasi dalam Genggaman Oligarki

Image
Dr. Abd. Muid N., MA

Islam Yang Mewarna-Warni

Image
Dr. Arli Aditya Parikesit  

Diskursus antara WHO dan Sains 'Vis a Vis Post-truth' Era Pandemi COVID-19

Wawancara

Image
Ekonomi

Eksklusif Memulihkan Perekonomian Desa dengan Digitalisasi dan Menggerakkan Anak Muda

Image
Video

VIDEO Akurat Talk Bersama Abdul Hakim Bafagih (2/2)

Image
Video

Akurat Talk

VIDEO Akurat Talk Bersama Abdul Hakim Bafagih (1/2)

Sosok

Image
Ekonomi

6 Fakta Menarik Sumber Kekayaan Jerinx SID, Bisnis Clothing hingga Brand Ambassador Berbagai Produk

Image
Ekonomi

Foto Lawas Cita-cita Masa SD Desainer Asal Medan ini Viral, Bikin Bangga!

Image
Hiburan

5 Potret Memesona Dian Syahfitri, Guru SMK di Deli Serdang yang Jadi Idola Para Murid