image
Login / Sign Up

Mengupas Pengaruh Kompetisi Sistem Liga Bagi Ekosistem Esports

Rizki Sandi

Esports

Image

PMPL ID 2020 Season 1 Ecosystem | Dok. PUBG Mobile

AKURAT.CO, Setelah empat pekan pertandingan babak Regular Season PMPL ID 2020 Season 1 dan babak Grand Final yang digelar pada tanggal 3-5 April 2020 berakhir, Bigetron RA akhirnya dinobatkan sebagai juara berkat konsistensinya sepanjang musim.

Gelaran PMPL ID 2020 S1 yang menyuguhkan total hadiah sebesar 150 ribu dolar AS atau sekitar Rp2,2 Miliar ini adalah sistem Liga pertama yang digelar resmi oleh Tencent untuk PUBG Mobile di Indonesia. Biasanya, sebelum ada PMPL, format turnamen lebih sering digunakan untuk ajang-ajang kompetitif PUBG Mobile di Indonesia.

Itulah sebabnya mungkin muncul sejumlah pertanyaan tentang sistem Liga dan pengaruhnya untuk ekosistem Esports PUBG Mobile. Beberapa pertanyaan yang timbul di antaranya, kenapa baru ada sekarang? Negara-negara mana lagi yang punya PMPL selain Indonesia? Apakah ada kulminasi dari Liga-Liga tadi di tingkat dunia? Bagaimana hubungannya dengan turnamen internasional PUBG Mobile yang sudah lebih dulu ada, seperti PMCO? dan terakhir, yang tak kalah penting, apakah sebenarnya pengaruh dari sistem Kompetisi berbentuk Liga ini ke ekosistem Esports?

baca juga:

Agung Chaniago selaku Indonesia Esports Manager PUBG Mobile, memberikan jawabannya. Ia mengatakan bahwa ajang kompetitif berbentuk Liga sebenarnya sudah ada sejak ekosistem Esports PUBG Mobile muncul namun di tingkat Asia Tenggara. Saat ini, pertumbuhan Esports sudah begitu pesat khususnya di Indonesia.

"Jadi, kami membuat Liga di Indonesia karena kami ingin menjaga ekosistem Esports dari tingkat paling bawah sampai paling atas. Liga ini juga jadi cara kami untuk menunjukkan bahwa siapapun bisa jadi bintang di PUBG Mobile," katanya melalui keterangan resmi yang diterima AkuratIptek, Kamis (9/4/2020).

Selain di Indonesia, format turnamen PMPL juga diselenggarakan di Malaysia, Singapura, Thailand, Taiwan, Asia Selatan, dan Amerika. Tiga tim teratas dari masing-masing negara di Asia Tenggara akan diundang lagi untuk bertanding kembali di tingkat yang lebih tinggi, yaitu PMPL SEA Finals 2020. Dua tim teratas dari ajang tersebut akan bertanding di tingkat dunia.

Lalu kembali timbul pertanyaan mengenai perbedaannya dengan PMCO. Dijelaskan bahwa PMCO merupakan turnamen yang dijadikan jalur ke tingkat internasional buat negara-negara yang tidak memiliki PMPL. Saat ini PMCO diselenggarakan untuk kawasan Eropa, Asia, Timur Tengah, dan Afrika.

Lebih lanjut, Agung menjelaskan pengaruh sistem Liga ke ekosistem Esports secara keseluruhan. Menurutnya, dampak dari Liga ini sangat baik karena sistemnya terbuka tidak hanya untuk tim profesional, tapi juga untuk tim semi-profesional.

"Semua pemain PUBG Mobile bisa mengejar mimpinya untuk turut bertarung di PMPL Indonesia 2020 Season 2 karena kami juga membuka kesempatan seadil-adilnya lewat babak kualifikasi. Relevansinya ke tim-tim profesional juga lebih positif lagi karena setiap tim-tim besar jadi memiliki divisi PUBG Mobile agar bisa bergabung dengan Liga kami dan menjadi juara di Indonesia ataupun di dunia," pungkas Agung.

Menanggapi hal tersebut, Agustian Hwang, CEO Mineski Global Indonesia yang juga ikut andil sebagai event organizer untuk gelaran PMPL ID 2020 Season 1 dan Edwin Chia, CEO Bigetron Esports turut berbagi pandangan mereka tentang ajang kompetitif berbentuk Liga.

Dari sisi penonton, jika melihat Esports sebagai bentuk entertainment, Agus mengatakan bahwa sistem Liga akan lebih memuaskan penonton karena tidak cuma dari segi kompetisinya saja tetapi juga dari banyak cerita dan konten yang bisa dinikmati.

Edwin juga mengatakan hal serupa, menurutnya sistem Liga jauh lebih baik karena ada banyak cerita yang terjadi selama masa pertandingan. Misalnya, seperti bentuk rivalry antar tim akan lebih mudah terbangun dengan sendirinya dibanding dengan sistem turnamen yang bisa saja berakhir dalam waktu 2 hari.

Dari sisi performa tim, sistem Liga juga mampu menjadi indikator yang lebih baik karena ada lebih banyak pertandingan yang harus dijalani dalam durasi yang lebih lama. Sedangkan di format turnamen, sebuah tim bisa saja jadi juara jika beruntung di selama turnamen berjalan.

Terlebih jika dilihat dari sisi bisnis, Edwin mengatakan bahwa sistem Kompetisi berbentuk Liga seperti ini dapat lebih menjamin, karena akan banyak sponsor yang yakni untuk mendukung sebuah turnamen jika berbentuk Liga.

"Dibanding dengan sistem turnamen yang kompetisinya bisa saja berakhir dalam 2 hari, eksposur yang didapat untuk brand tentu tidak akan sebaik yang bisa ditawarkan sistem Liga yang bisa berjalan setidaknya dalam waktu 1 bulan. Durasi yang lebih panjang ini juga memudahkan para sponsor untuk merancang campaign yang berjalan beriringan bersama Liga tersebut," terang Edwin.

Akan tetapi di sisi lain, Agus memiliki pendapat yang sedikit berbeda dalam perspektif ini. Menurutnya, perspektif bisnis ini lebih sulit digeneralisir mengingat setiap perusahaan atau sponsor punya tujuan dan kondisi yang berbeda.

Untuk streaming platform misalnya, sistem Liga akan lebih baik karena dapat menghasilkan jam tayang yang lebih banyak. Sedangkan untuk sponsor yang menggunakan marketing budget, mereka lebih sensitif dengan timeline Kompetisi.

Tidak hanya itu, keduanya juga membeberkan tentang kekurangan turnamen yang menggunakan sistem Liga baik dilihat dari segi peserta dan juga dari sisi penyelenggara atau event organizer.

Dalam hal ini, Agus dan Mineski yang sudah menangani berbagai Kompetisi baik di Indonesia ataupun di tingkat internasional mengatakan bahwa kesulitan dari sistem Liga adalah mencari tempat atau venue yang bisa digunakan untuk jangka waktu panjang.

Sedangkan dari sisi peserta, Edwin mengungkap bahwa sistem Liga lebih banyak menguras stamina para pemainnya. Para pemain yang bertanding di sistem Liga harus memberikan 80 persen waktunya setiap pekan untuk fokus berkompetisi.

Hal ini membuat mereka jadi punya waktu luang yang lebih sedikit, sumber daya yang harus dikeluarkan oleh manajemen dalam mendukung para pemainnya juga lebih banyak. Walaupun, memang tim jadi punya lebih banyak konten untuk diproduksi menjadi keuntungan besar dari sistem Liga.

Keduanya juga menjelaskan mengenai dampak dari sistem Kompetisi seperti Liga ini ke ekosistem Esports keseluruhan. Sistem Liga akan memperpanjang umur Gim yang nantinya juga berdampak pada umur ekosistem esportsnya. Tim dan sponsor pun akan lebih yakin dan percaya diri investasi ke Gim yang punya rencana jangka panjang.

Di sisi lain, Agus juga menambahkan tentang pentingnya dua sistem Kompetisi yang menyatakan bahwa sistem Kompetisi baik Liga ataupun turnamen itu sama baiknya.

"Menurut saya, sistem turnamen lebih terbuka dan memberikan lebih banyak kejutan karena juaranya bisa ditentukan oleh tim mana yang bisa mendapatkan momentum selama Kompetisi berjalan. Sedangkan sistem Liga lebih membutuhkan konsistensi untuk jadi juara. Bagi saya, baik sistem Liga dan turnamen tetap penting untuk dijalankan kedua-duanya," tutup Agus.



Editor: Azhar Ilyas

berita terkait

Image

Iptek

Esports

24 Tim Terbaik Indonesia Siap Bertarung di PUBG Mobile Pro League 2020

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
Iptek

Amazon Prime akan Siarkan Sisa Pertandingan Liga Premier Inggris Gratis

Amazon Prime Video akan tayangkan gratis sisa pertandingan Liga Premier Inggris yang akan kembali digelar pada 17 Juni mendatang.

Image
Iptek

Jerman dan Prancis Dukung Pengembangan Cloud Computing Eropa

Agar negara Eropa tidak selalu tergantung pada raksasa teknologi seperti Microsoft dan Google.

Image
Iptek

Heboh, iPhone Jarahan Tidak Bisa Digunakan dan Muncul Pesan Ini

Sejumlah Apple Store dijarah. Sayangnya, termasuk iPhone, tidak bisa digunakan.

Image
Iptek

Diduga Mengumpulkan Data Pengguna, Mode Incognito di Google Chrome Digugat

Mode Incognito yang ada dalam Google Chrome Browser digugat Rp70 triliun lantaran mengumpulkan data penggunanya secara diam-diam.

Image
Iptek

Manage Activity, Fitur Baru Facebook untuk Menghapus Posting Lawas

Bagi yang kesulitan untuk menghapus posting-posting lama di Facebook bisa mencoba fitur Manage Activity.

Image
Iptek

GoPlay Hadirkan Fitur Baru, Bisa Bikin Layaknya Nonton Layar Lebar

Fitur itu disebut Cast yang bisa digunakan oleh pengguna Android dan iOS.

Image
Iptek

Instagram Sesuaikan Protokol Spam untuk Unggahan Black Lives Matter

Satu miliar unggahan dengan tagar yang sama dan gambar yang persis sama membuat Instagram mengambil tindakan

Image
Iptek

Zenius Selenggarakan Grand Try Out UTBK Gratis, Siapkan Calon Mahasiswa Masuk Perguruan Tinggi Impian

Grand Try Out merupakan bentuk kerja sama antara Gojek dan Zenius

Image
Iptek

Snapchat Hapus Akun Trump dari Bagian Promosi Discover

alasannya komentar Trump pekan lalu membuat akunnya tidak memenuhi syarat pada bagian kurasi tempat dimana para pengguna menjelajah.

Image
Iptek
Wabah Corona

Corona, IDC: Penjualan Smartphone Global akan Merosot 12% di Sepanjang Tahun Ini

Hal itu karena IDC melihat aktivitas konsumen lesu selama pandemi

terpopuler

  1. MS Kaban: Melarang Perjalanan Ibadah Haji Tanpa Alasan Syar'i Berhati-Hatilah

  2. 5 Kebiasan Rasulullah Agar Hidup Lebih Sehat dan Jarang Sakit, Yuk Terapkan dalam Kehidupan Sehari-hari

  3. Formappi: Peluang Partai Gelora ke Parlemen Bergantung Pada Mesin Partai dan Kekuatan Modal

  4. 10 Hal yang Membuat Xiaomi Layak Disebut Brand Smartphone Terbaik

  5. Terbatas! Samsung Galaxy S20+ Edisi BTS Bisa Diorder Mulai 19 Juni

  6. Jangan Menertawakan Orang Kentut, Ini Nasihat dari Rasulullah

  7. Kemurahan Allah bagi Hambanya yang Menyertakan Niat dalam Segala Kegiatan

  8. 5 Fakta Menarik Jeon Mi-do, Aktris Teater yang Sukses Bintangi Drama Korea Hospital Playlist

  9. Airlangga Pastikan Pemerintah Tak Cabut PSBB dan Segera Terapkan New Normal

  10. Protes George Floyd: Pengamat Indonesia Sebut Donald Trump Bakal Kalah Besar di Pemilu 2020

fokus

Lebaran di Tengah Pandemi
Pulih dengan Terapi Musik
Wabah Corona

kolom

Image
Dewi Kartika

Inspirasi dan Legacy Prof Sediono Tjondronegoro untuk Petani

Image
Achmad Fachrudin

Jebakan Kampanye Virtual di Pilkada 2020

Image
Imam Shamsi Ali

Rasisme Itu Dosa Asal Amerika

Image
Muhammad Adlan Nawawi

Pendidikan di Era New Normal

Wawancara

Image
News

Interview Siti Fadilah, dari Keadaannya di Penjara yang Mengharukan, Blak-blakan Covid-19 sampai Fitnah yang Menyerangnya

Image
News

Interview Rizal Ramli: Indonesia Diberi Berkah Luar Biasa oleh Tuhan, Cuma Kita Harus Punya Visi Mau Ngapain ke Depan

Image
News

Interview Leony Si Driver Ojol Lulus Cum Laude Sampai Raih Beasiswa Ilmu Hukum

Sosok

Image
News

Bikin Bangga, Mantan Stafsus Presiden Jokowi Terpilih Menjadi Alumni Terbaik Harvard University

Image
News

Kisah Raeni, Anak Tukang Becak yang Kini Sukses dari Unnes hingga Raih Beasiswa S3 di Inggris

Image
News

Ngopi di Teras hingga Main Bareng Cucu, 6 Potret Santai Bamsoet saat di Rumah