image
Login / Sign Up

Hati-hati! Hoaks Soal Corona di Indonesia Paling Banyak di Aplikasi WhatsApp, Ini 5 Faktanya

Amin Aulawi

Wabah Corona

Image

Penelitian mengenai Whatsappa menjadi aplikasi utama penyebaran hoaks di media sosial | Pixabay

AKURAT.CO, Semenjak merebaknya Virus Corona di berbagai negara termasuk Indonesia, bermacam informasi membanjiri lini masa dunia maya. Bahkan, awal Februari lalu badan kesehatan dunia, WHO mengatakan jika COVID-19 menimbulkan infodemi, atau banjir informasi.

Banjir informasi juga pernah terjadi saat merebaknya wabah SARS pada tahun 2003, flu burung pada 2009, MERS pada 2012, dan Ebola pada tahun 2014. Akibatnya, dengan munculnya banjir informasi di kalangan masyarakat, banyak sekali informasi yang simpang siur.

Untuk mengetahui penyebaran informasi palsu terkait COVID-19 di media sosial, seorang peneliti dari Pemantau Regulasi dan Regulator Media (PR2Media), yang juga berafiliasi dengan Departemen Ilmu Komunikasi UGM sebagai dosen tamu, Engelbertus Wendratama, membuat sebuah penelitian di media sosial.

baca juga:

Hasilnya, ia menemukan kekeliruan informasi atau misinformasi soal Virus Corona paling banyak disebar melalui pesan aplikasi WhatsApp.

Berikut AKURAT.CO himpun deretan fakta misinformasi yang tersebar di aplikasi WhatsApp, Sabtu (4/4).

1. WhatsApp menjadi aplikasi percakapan terpopuler di Indonesia

Dari penelitian yang dilakukan Engelbertus, ia menemukan fakta jika aplikasi WhatsApp menjadi sarana komunikasi paling banyak digunakan di Indonesia. Setidaknya, dari delapan saluran informasi yang ada saat ini, WhatsApp masih menjadi primadona masyarakat Indonesia.

Berikut rincian hasil penelitian sumber informasi di masyarakat YouTube 1,5 persen, Line Today 7,3 persen, televisi 8,7 persen, Facebook 9,1 persen, media online 16,7 persen, Instagram 5,8 persen, Twitter 13,5 persen, dan WhatsApp 37,1 persen.

2. WhatsApp menjadi saluran paling banyak untuk menyebar hoaks

Selain menemukan fakta jika WhatsApp menjadi aplikasi paling banyak digunakan di Indonesia, Engelbertus juga menemukan fakta jika informasi palsu atau hoaks paling banyak disebar melalui WhatsApp. Setidaknya, 78,5 persen responden penelitian yang dilakukan Engelbertus menyatakan demikian.

Beberapa saluran yang paling banyak digunakan untuk menyebar hoaks soal pandemi COVID-19 ialah, Twitter sebanyak 2,9 persen, media online 2,9 persen, Facebook 12,4 persen, Instagram 2,5 persen, dan WhatsApp 78,5 persen.

3. Minimnya informasi resmi dari pemerintah menjadi salah satu banyaknya hoaks di dunia maya

Penelitian yang digunakan oleh Engelbertus menggunakan metode sampling acak dengan melibatkan 275 responden di 45 kota/kabupaten di Medan, Jakarta, kota-kota sekitar Ibu Kota, Pontianak, Denpasar, Makassar, hingga Jayapura, dengan margin of error 6 persen.

Fakta lain yang Engelbertus temukan ialah minimnya informasi resmi dari pemerintah melalui berbagai saluran. Bahkan, 60 persen responden mengatakan jika informasi resmi dari pemerintah selama ini belum sesuai harapan mereka.

Tidak hanya itu, lebih dari 60 persen responden juga mengatakan ingin menerima informasi resmi terkait COVID-19 dari pemerintah sebanyak 4-12 kali dalam sehari.

4. Bentuk format informasi hoaks paling banyak digunakan di WhatsApp

Salah satu yang menjadi fokus penelitian yang dilakukan oleh Engelbertus ialah apa format pesan hoaks yang banyak tersebar di WhatsApp. Hasilnya, pesan hoaks banyak berupa pesan teks panjang dan meme sederhana.

5. Enggan berdebat menjadi salah satu faktor suburnya hoaks di WhatsApp

Tidak hanya melalui pesan perorangan, hoaks juga banyak ditemukan di grup-grup percakapan di WhatsApp. Sayangnya, banyak yang memilih membiarkan informasi palsu itu berkembang daripada harus berdebat dengan anggota grup lainnya.

Menurut Engelbertus, fenomena tersebut diperkuat dengan riset tentang pengguna WhatsApp oleh perempuan Indonesia pada 2019 lalu. Dalam riset tersebut, perempuan cenderung mendiamkan misinformasi di grup WhatsApp karena menghindar terjadi konflik dengan sesama anggota grup WhatsApp.

Menurut Engelbertus, hal tersebut merupakan tantangan bagi pemerintah dan masyarakat untuk terus memberi edukasi melalui berbagai saluran dan format yang tepat. Hal ini tidak hanya untuk memberikan kejelasan kepada masyarakat, namun juga sebagai bentuk melawan penyebaran informasi hoaks.

Nah, itulah beberapa fakta tentang penyebaran hoaks di aplikasi WhatsApp. Terus jaga kesehatan, lawan corona dan hoaks bersama-sama![]

Editor: Nafilah

berita terkait

Image

News

Wabah Corona

FOTO Jakarta Zona Merah Dengan Capaian 2.000 Kasus COVID-19

Image

Gaya Hidup

Wabah Corona

FOTO Situs Bersejarah Colosseum Dibuka Kembali untuk Wisata

Image

News

Pilkada 2020

KPU RI Diminta Segera Laksanakan Perppu Nomor 2 tentang Pilkada Serentak 2020

Image

News

Terduga Penyebar Hoaks Jokowi Tidak Pernah Lulus UGM Dikenakan Wajib Lapor

Image

News

Kasus Pasien Positif COVID-19 di DIY Bertambah, Lagi-lagi Ada Riwayat Perjalanan Luar Daerah

Image

News

Wabah Corona

FOTO Nelayan Terdampak COVID-19 Dapatkan Bantuan Langsung Tunai

Image

Gaya Hidup

Wabah Corona

FOTO Budidaya Tanaman Hidroponik di Tengah Pandemi

Image

News

DPR RI

Sambut Era Normal Baru, Pemerintah Diminta Pertegas Regulasi untuk Pesantren

Image

News

Wabah Corona

Beredar Foto Kerumunan Calon Penumpang di YIA, Ini Penjelasannya

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
Iptek

Awas, Wallpaper Cantik Bisa Rusak Ponsel Android

Profil warna yang digunakan untuk menampilkan warna-warna kaya itu menjadi masalah

Image
Iptek

10 Tahun Xiaomi, Lei Jun: Kini Xiaomi Mampu Memproduksi 15 Juta Unit Perbulan

Lei Jun berbicara tentang perkembangan Xiaomi selama 10 tahun terakhir. Pertumbuhannya begitu masif hingga mencapai 15 juta unit perbulan.

Image
Iptek

Amazon Hapus Komentar Rasis pada Daftar Produk di Platformnya

Produk yang paling terdampak yakni produk Apple AirPods dan sejenisnya

Image
Iptek

Samsung akan Tingkatkan Produksi Chip di Pabrik Korea Selatan

Hal itu karena pihaknya mengalami peningkatan jumlah pesanan perangkat komputer saat WFH.

Image
Iptek

Apple Menolak Tunduk, India Beri Kelonggaran Aturan

India belum bisa sepenuhnya lepas dari perusahaan teknologi asing. Apple, misalnya, mendapat kelonggaran aturan produksi di India.

Image
Iptek

Huawei HiSilicon Lakukan Rekrutmen Besar-besar

Pandemi COVID-19 belum sepenuhnya selesai, Huawei sudah tancap gas. Huawei bahkan kini membuka rekruitmen besar-besaran.

Image
Iptek

Selama Karantina, Platform Storial Alami Peningkatan Jumlah Pembaca dan Penulis Hingga Tiga Kali Lipat

Storial juga mencatat durasi pembaca yang lebih lama dalam mengakses cerita.

Image
Iptek
Hoaks

Hoaks Dwayne Johnson Beri Uang Bantuan Covid-19 untuk 10 Ribu Pengguna Facebook

Hoaks ini telah diposting ribuan kali dan diterjemahkan ke dalam banyak bahasa

Image
Iptek

Tips dari Kaspersky Bentengi Bisnis dari Serangan Ransomware

Ransomware merupakan jenis cyberware yang dirancang untuk menyadap uang baik dari individu atau perusahaan

Image
Iptek

Kaspersky: Upaya Serangan Ransomware pada UKM di Indonesia Menurun

Namun Indonesia masih menjadi 10 negara pertama yang ditargetkan serangan terkait

terpopuler

  1. Kerusuhan Terus Meluas, Meutya Hafid Minta Perwakilan Indonesia Pastikan Keselamatan WNI di AS

  2. Polisi: Tidak Ada Korban Jiwa dalam Peristiwa Tanah Longsor di Ruas Tol Semarang-Solo

  3. Pesawat R80 Ditarik dari Proyek Strategis Nasional, Ustaz Hilmi: Pak BJ Habibie Pasti Sedih

  4. Kemendagri Tegaskan Tak Larang PNS Gunakan Ojek Konvensional dan Ojol di Tengah Covid-19

  5. Protes George Floyd Makin Meluas, 'Batman' Tiba-tiba Muncul di Tengah Kerusuhan

  6. Ruslan Buton Ditangkap, Refly Harun: Minta Presiden Mundur Nggak Apa-apa Dalam Demokrasi

  7. Seluruh Warga Kota Palu yang Terinfeksi Virus Corona Dinyatakan Sembuh

  8. Hujan Deras Akibatkan Tanah Longsor Hingga Menutup Ruas Jalan Tol di Semarang

  9. Tanggapi Pernyataan Refly Harun, Muannas: Mendesak Mundur Modal Hoax dan Hasutan itu Pidana

  10. Sudah Ganteng Sejak Dulu, Ini 4 Pesona Made Wirawan Muda

Jamkrindo Lebaran

fokus

Lebaran di Tengah Pandemi
Pulih dengan Terapi Musik
Wabah Corona

kolom

Image
Abdul Aziz SR

Salah Urus dan Salah Pengurus

Image
IMAM SHAMSI ALI

Anarkis Itu Suara yang Tak Terdengarkan

Image
Siti Nur Fauziah

Covid-19, Bagaimana dengan Indonesiaku Hari Ini?

Image
Achsanul Qosasi

Memaknai Silaturahim Virtual

Wawancara

Image
News

Interview Siti Fadilah, dari Keadaannya di Penjara yang Mengharukan, Blak-blakan Covid-19 sampai Fitnah yang Menyerangnya

Image
News

Interview Rizal Ramli: Indonesia Diberi Berkah Luar Biasa oleh Tuhan, Cuma Kita Harus Punya Visi Mau Ngapain ke Depan

Image
News

Interview Leony Si Driver Ojol Lulus Cum Laude Sampai Raih Beasiswa Ilmu Hukum

Sosok

Image
News

Jualan Donat hingga Ciptakan Aplikasi Bersatu Lawan COVID-19, Ini 5 Fakta Menarik Ahmad Alghozi Ramadhan

Image
Ekonomi

Kiat Agar Bisnis Moncer Ala Bob Sadino

Image
News

Ikut Tren Gunakan FaceApp, Ridwan Kamil: Di Era New Normal Wajah Tak Perlu Dirawat, Cukup Diedit