Ekonomi

IPC Akuisisi 49 Persen Saham Multimedia Nusantara

IPC Akuisisi 49 Persen Saham Multimedia Nusantara
Foto udara aktivitas di pelabuhan Tanjung Priok Jakarta Utara, Minggu (25/11/2018). Sepanjang semester I 2018, PT Pelabuhan Indonesia II atau Indonesia Port Corporation (IPC) mencatatkan laba bersih sebesar Rp1,21 triliun, atau meningkat 18 persen dibandingkan semester I 2017 yang mencapai Rp1,02 triliun, sementara dari sisi operasional, jumlah peti kemas yang keluar masuk pelabuhan sepanjang enam bulan pertama tahun ini meningkat 10,18 persen dari 3,28 juta TEUs menjadi 3,62 juta TEUs. (ANTARA FOTO/Andika Wahyu)

AKURAT.COPT Pelabuhan Indonesia II (Persero) atau IPC mengakuisisi 49 persen saham PT Multimedia Nusantara di anak perusahaan IPC yang bergerak sebagai penyedia solusi teknologi informasi, PT Integrasi Logistik Cipta Solusi (ILCS). Dengan akuisisi tersebut, saham PT ILCS sepenuhnya kini dimiliki oleh IPC.

Pengambilalihan 49 persen saham PT Multimedia Nusantara ditandai dengan penandatanganan Akta Jual Beli (AJB) saham oleh Wakil Direktur Utama IPC Hambra dan Direktur Utama PT Multimedia Nusantara Niam Dzikri di Jakarta, kemarin.

"Dengan pengambilalihan saham ini, IPC memiliki hak penuh menentukan arah pengembangan dan berbagai kebijakan strategis PT ILCS. IPC akan mendorong PT ILCS bertransformasi menjadi integrator digitalisasi pelabuhan dan logistik, yang diharapkan bisa tercapai dalam empat tahun ke depan," kata Hambra seperti dilansir dari Antara, Sabtu (10/10/2020).

baca juga:

PT ILCS merupakan salah satu dari 17 anak perusahaan IPC yang berdiri sejak September 2012. Sebagai penyedia solusi teknologi informasi di IPC Group, khususnya untuk kepelabuhanan dan infrastruktur, PT ILCS telah mengembangkan berbagai aplikasi untuk digital seaport, payment solution, dan SCM solution.

ILCS juga mengambil peran sebagai pelaksana teknologi, informasi, dan komunikasi (ICT) di pelabuhan.

Ke depan, IPC akan menggabungkan dua anak perusahaannya, yakni PT ILCS dan PT EDII (Electronic Data Interchange Indonesia) yang bergerak bersinggungan di bidang sistem informasi.

BUMN pelabuhan itu akan mengubah model bisnis ILCS dari yang sebelumnya sebagai penyedia layanan berdasarkan proyek (project based), menjadi penyedia layanan yang berorientasi produk, dengan target memperoleh pendapatan berulang.

"Nantinya ILCS mengambil peran sebagai pemilik produk yang menjual produk dan layanannya kepada IPC Grup serta pihak eksternal. Saya optimis transformasi PT ILCS akan mempercepat akselerasi digitalisasi pelabuhan dan logistik, yang bermuara pada efisiensi biaya logistik nasional," pungkas Hambra. []

Sumber: Antara

Dhera Arizona Pratiwi

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu