Olahraga

IOC Mesti Ingatkan Lagi Atlet untuk tak Berpelukan di Podium Medali

IOC mengatakan bahwa larangan berpelukan di podium juara sudah tertera di buku panduan Olimpiade Tokyo 2020.


IOC Mesti Ingatkan Lagi Atlet untuk tak Berpelukan di Podium Medali
Perenang Amerika Serikat, Hali Flickinger dan Emma Weyant, selepas bertanding di nomor 400 meter relay putri renang Olimpiade Tokyo 2020 di Tokyo, Jepang, Minggu (25/7). (TWITTER/TEAM USA)

AKURAT.CO, Komite Olimpiade Internasional (IOC) dan Komite Penyelenggara Olimpiade Tokyo 2020 agaknya mesti kembali bersitegas tentang protokol kesehatan yang harus dipatuhi atlet. Terutama ketika atlet naik podium dalam seremoni penyerahan medali.

Barangkali karena kegembiraan dan kebiasaan, sejumlah atlet berpelukan di sela seremoni pengalungan medali. Di cabang renang misalnya, 12 perenang peraih medali 4x100 meter estafet dari Australia, Kanada, dan Amerika Serikat saling berpelukan antar timnya pada Minggu (25/7).

“Kami bakal meminta dan menginstruksikan semua orang mematuhi aturan, apapun posisi Anda,” ucap juru bicara IOC, Mark Adams. “Ini bukan sesuatu yang nyaman untuk dijalani, ini sesuatu yang harus, baik untuk olahraganya dan untuk semua orang yang terlibat.”

Adams mengatakan bahwa larangan tersebut sebenarnya sudah tertera di buku panduan atlet. Kini, dengan aksi berpelukan yang dilakukan di cabang renang, Adams mengatakan bahwa penerapan aturan tersebut mesti diperketat.

“Kami menyampaikan pesan yang ketat jadi tolong ikuti buku panduan. Kami mengerti ada semangat dan kami merasakan (yang dirasakan) atlet tetapi sayangnya kami harus membuat aturan yang lebih ketat,” ucap Adams.

“Pesan-pesan ini sudah disampaikan secara terus-menerus, tidak hanya untuk atlet. Ini ada dalam kepentingan kami dan kepentingan semua orang.”

Meski demikian, IOC memperlunak aturan penggunaan penutup wajah di podium medali. Atlet kini diizinkan membuka penutup wajah selama maksimal 30 detik ketika melakukan sesi foto berjarak.

Sampai Minggu (25/7), Olimpiade Tokyo sudah memasuki hari ketiga sejak upacara pembukaan di Stadion Nasional Jepang pada Jumat (23/7) lalu. Sebanyak 29 medali emas sudah diperebutkan selama tiga hari terakhir.

China memimpin perolehan medali sementara dengan enam emas, satu perak, dan empat perunggu. Diikuti oleh tuan rumah Jepang di posisi kedua dengan lima emas dan satu perak lalu Amerika Serikat dengan empat emas, dua perak, dan empat perunggu.

Indonesia sendiri saat ini masih berada di posisi ke-19 bersama Brasil, Inggris Raya, Serbia, dan Chinese Taipei. Capaian Indonesia adalah satu perak dan satu perunggu yang diraih dari cabang angkat besi melalui Windy Cantika Aisah dan Eko Yuli Irawan.[]