Ekonomi

Investor Terus Tumbuh, Bagaimana Geliat Pasar Modal Syariah Selama 10 Tahun Terakhir?

Perkembangan pasar modal syariah berjalan sangat masif selama 10 tahun terakhir


Investor Terus Tumbuh, Bagaimana Geliat Pasar Modal Syariah Selama 10 Tahun Terakhir?
Santri melintas di papan Bursa Indeks Saham saat mengikuti diskusi membangun dan memperkuat ekonomi berbasis koperasi syariah di Bursa Efek Jakarta, Jumat (25/5). Diskusi tersebut membahas kebangkitan ekonomi umat islam berbasis koperasi syariah (AKURAT.CO/Dharma Wijayanto)

AKURAT.CO Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Inarno Djajadi menyatakan bahwa perkembangan pasar modal syariah berjalan sangat masif selama 10 tahun terakhir. Yakni dengan jumlah saham syariah, sejak diluncurkannya ISSI di tahun 2011 sampai dengan Maret 2021, telah meningkat sebesar 83,1%.

" Lalu jumlah investor syariah telah bertumbuh sebesar 17.191% sejak diluncurkannya SOTS di tahun yang sama, " tutur Inarno melalui keterangan resminya di Jakarta, Senin (12/4/2021).

Sementara itu, Ketua Badan Pelaksana Harian DSN MUI KH. Hasanudin menjelaskan jika Fatwa DSN MUI Nomor 80 tahun 2011 merupakan fatwa yang memberikan dampak signifikan terhadap perkembangan pasar modal syariah Indonesia karena menjadi pedoman yang memudahkan investor dalam melakukan transaksi efek di BEI yang sesuai dengan prinsip syariah.

“Selain itu sejak tahun 2011, DSN MUI terlibat aktif dalam meningkatkan literasi pasar modal syariah di Indonesia. Atas inisiatif BEI, DSN MUI menjadi bagian penting dalam meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pasar modal syariah melalui kegiatan Sekolah Pasar Modal Syariah (SPMS),” beber Hasanudin.

Selanjutnya Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK Hoesen yang secara resmi membuka rangkaian acara “Satu Dekade Kebangkitan Pasar Modal Syariah Indonesia” mengklaim selama satu dekade terakhir hampir seluruh landasan hukum infrastruktur penerbitan dan transaksi efek syariah telah tersedia. Efek syariah berupa saham, sukuk, sukuk crowdfunding, sukuk daerah, reksa dana syariah, efek beragun aset syariah, dan dana real estate syariah telah mendapatkan landasan hukumnya.

“Kami berharap momen peringatan satu dekade kebangkitan Pasar Modal Syariah Indonesia dengan beberapa capaian serta tantangan yang kita peroleh dan kita hadapi merupakan awal sekaligus penyemangat bagi pertumbuhan pasar modal syariah yang berkelanjutan,” kata Hoesen.

Hal senada diungkapkan oleh Direktur Pengembangan BEI Hasan Fawzi mengenai sejarah kebangkitan pasar modal syariah Indonesia yang dimulai pada tahun 2011. Disebutkan bahwa sejak diluncurkannya beberapa gebrakan inovasi ke pasar di tahun tersebut diantaranya Indeks ISSI, Fatwa DSN MUI Nomor 80 tentang Penerapan Prinsip Syariah dalam Mekanisme Perdagangan Efek Bersifat Ekuitas di Pasar Reguler Bursa Efek, dan SOTS.

Pengembangan pasar modal syariah Indonesia semakin masif, sehingga pada tahun 2019 dan 2020, BEI berhasil meraih penghargaan internasional sebagai The Best Islamic Capital Market dari Global Islamic Finance Award (GIFA).

“Dalam kurun waktu 10 tahun tersebut, alhamdulillah, Pasar Modal Syariah Indonesia saat ini tercatat menjadi pasar modal di dunia yang memiliki proses transaksi saham secara end-to-end yang telah memenuhi prinsip syariah. Mulai dari mekanisme transaksi di BEI, mekanisme kliring dan penjaminan di KPEI hingga mekanisme penyimpanan dan penyelesaian transaksi di KSEI semuanya telah memiliki fatwa kesesuaian syariah dari DSN MUI” papar Hasan Fawzi Direktur Pengembangan BEI.

Denny Iswanto

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu