Ekonomi

Investor Saatnya Genggam Keuntungan dengan Koleksi Saham-saham Ini!

Secara teknikal IHSG membentuk pola candlestick bullish counter attack dengan whipsaw moving average 20 dan 50 hari


Investor Saatnya Genggam Keuntungan dengan Koleksi Saham-saham Ini!
Seorang karyawan melintas di dekat monitor pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (8/8/2018). Gerak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melanjutkan penguatannya pada pra pembukaan perdagangan saham, IHSG turun tipis 1,12 poin atau 0,02 persen ke posisi 6.100,003. Pada pukul 09.00 WIB, IHSG berbalik arah dan menguat 8,702 poin atau 0,14 persen ke posisi 6.109,833. (AKURAT.CO/Dharma Wijayanto)

AKURAT.CO Secara teknikal Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) membentuk pola candlestick bullish counter attack dengan whipsaw moving average 20 dan 50 hari.

IHSG (-0.18%) ditutup turun tipis 10.87 poin ke level 5.996.25 setelah sempat dibuka gap down hingga dua persen diawal sesi perdagangan. Beberapa faktor yang menyebabkan IHSG tersungkur diawal sesi yakni, aksi capital outflow investor asing menyikapi langkah The Fed dalam prospek pengetatan kebijakan, respons investor dalam rencana Bank Indonesia dalam pembobotan indeks dan kasus Covid-19 di Indonesia yang meningkat tajam.

Saham-saham disektor konsumer dan kesehatan menjadi leader penguatan. UNVRI naik 4,1% sedangkan KLBF naik 8,8%.

" Investor asing melakukan aksi jual pada bursa reguler sebesar Rp159,06 miliar," ujar Head Of Research Reliance Sekuritas Indonesia Lanjar Nafi di Jakarta, Selasa (22/6/2021).

Mayoritas indeks saham Asia ditutup melemah. Indeks Nikkei (-3.29%), TOPIX (-2.42%), HangSeng (-1.08%) dan CSI300 (-0.24%) turun mengiringi pelemahan indeks berjangka AS akibat rencana pengurangan pembelian aset oleh the Fed ditengah pemulihan ekonomi AS yang lebih cepat.

Bursa Eropa dibuka bervariasi naik mengiringi ekuitas berjangka AS yang berbalik menguat karena investor menemukan kepercayaannya menyusul volatilitas yang didorong oleh sikap hawkish yang mengejutkan dari The Federal Reserve. Spekulasi bahwa pengetatan kebijakan Fed yang lebih cepat dari perkiraan akan menenggelamkan perdagangan reflasi telah memicu kehati-hatian di seluruh pasar.

" Selanjutnya investor akan menanti pidato Presiden ECB dan Ketua The Fed yang akan bersaksi pada sidang Subkomite DPR tentang pinjaman darurat pandemi The Fed hingga program pembelian asetnya pada hari selasa," imbuhnya.

Adapun untuk laju IHSG, indikator stochastic bergerak terkonsolidasi dengan MACD yang bergerak bearish. Sehingga IHSG berpotensi mencoba menguat dan kembali dilevel psikologisnya pada perdagangan selanjutnya dengan support resistance 5.978-6.031.

" Saham-saham yang dapat dicemati secara teknikal diantaranya; ASII, BBNI, BBTN, CTRA, ICBP, JPFA, MAIN, MEDC, SMRA, UNVR, WIKA," pungkasnya.

Sekadar informasi, IHSG masih harus pasrah pada penutupan perdagangan Senin (21/6/2021). IHSG ditutup melemah 0,18% ke level 5.996,25.

Terdapat 177 saham menguat, 345 saham melemah dan 117 saham stagnan. Nilai transaksi mencapai Rp13,6 triliun.

Investor asing tercatat kembali melakukan aksi jual bersih (net sell) di pasar reguler sebesar Rp159 miliar.[]