Ekonomi

Investor Jadi Biang Keladi Munculnya Fenomena PHK Di Perusahaan Digital

Investor Jadi Biang Keladi Munculnya Fenomena PHK Di Perusahaan Digital
Direktur Riset Centre of Reform on Economic (CORE) Piter Abdullah pada forum Lintas Asosiasi Industri Makanan dan Minuman (FLAIMM) (AKURAT.CO/Denny Iswanto)

AKURAT.CO Gelombang PHK menghantui startup digital belakangan ini. Bahkan, PT Goto Gojek Tokopedia (GoTo) mengumumkan PHK massal 1.300 karyawan pada pertengahan November lalu.

Co Founder sekaligus Direktur Eksekuif Segara Institute, Piter Abdullah Redjalam, mengatakan, gelombang PHK yang dialami oleh startup digital disebabkan oleh faktor investor.

"Startup digital ini kan belum lama booming, dan ketika mereka booming itu mereka mendapatkan injeksi modal yang begitu besar dari investor global. Hal itu dimanfaatkan untuk mengembangkan begitu banyak program-program yang masih dalam tahap pengembangan. Ini belum menghasilkan uang," kata Piter dalam dialog Live d'Mentor: Awas! Gelombang Ganas PHK, dikutip dari kanal YouTube detikcom, Minggu (4/12/2022).

baca juga:

"Dalam bahasa sehari-harinya, mereka baru masih bakar uang," imbuhnya.

Lebih lanjut, ketika terjadi kondisi krisis global, seperti pengetatan likuiditas global, suku bunga tinggi, hingga resesi, maka investor mengubah rencana mereka. Salah satu perubahan rencana mereka adalah dengan menghentikan sebagian aliran dana yang dikucurkan ke perusahaan-perusahaan startup di Indonesia.

Berhentinya kucuran dana dari investor menyebabkan perusahaan-perusahaan digital harus mengubah strategi, termasuk mengurangi program-program yang selama ini mereka kembangkan dan belum menghasilkan.

Akibatnya, investor menuntut perusahaan startup ini untuk melakukan efisiensi dengan lebih mengedepankan program-program yang sudah menjanjikan keuntungan.

"Inilah yang harus dilakukan oleh perusahaan-perusahaan startup, mereka perlu mengurangi hal-hal yang dianggap belum bisa memberikan keuntungan. Tentu dampaknya adalah pengurangan pegawai," jelas Piter. []

Lihat Sumber Artikel di Warta Ekonomi Disclaimer: Artikel ini adalah kerja sama antara AkuratCo dengan Warta Ekonomi. Hal yang berkaitan dengan tulisan, foto, video, grafis, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab dari Warta Ekonomi.