Ekonomi

Investor Harusnya Cermati Sentimen Ini Biar Cuan Tetap Aktif!

IHSG memiliki peluang bergerak bervariatif dengan potensi menguat dan ditradingkan pada level 5.884 – 5.992.


Investor Harusnya Cermati Sentimen Ini Biar Cuan Tetap Aktif!
Ilustrasi - Bursa Efek (AKURAT.CO/Sopian)

AKURAT.CO Berdasarkan analisa teknikal, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memiliki peluang bergerak bervariatif dengan potensi menguat dan ditradingkan pada level 5.884-5.992. Namun berita terkait dengan PPKM Darurat mungkin akan menjadi pemberat bahkan menyebabkan koreksi.

" Perhatikan setiap sentimen yang ada di pasar hari ini khususnya mengenai PSBB, PPKM, atau apapun itu namanya, " tutur Maximilianus Nico Demus, Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas di Jakarta, Rabu (30/6/2021).

Pada akhirnya ada sebuah berita dari anggota Bank Sentral Eropa, Jens Weidmann yang mengatakan bahwa program stimulus Bank Sentral Eropa untuk menangani COVID- 19 secara perlahan akan dikurangi selangkah demi selangkah. Meskipun Jens mengatakan demikian, namun pejabat yang lain masih cukup khawatir dengan pengurangan stimulus tersebut yang dianggap terlalu dini.

Sama seperti Bank Sentral Amerika, The Fed yang selalu membahas pertanyaan yang sama, kapan kira-kira program stimulus akan dikurangi? Kalau di Bank Sentral Eropa lebih dikenal sebagai PEPP yang dimana saat ini program stimulus tersebut masih berlangsung hingga Maret 2022 dengan total 1.85 triliun euro atau $2.2 triliun.

" Bank Sentral Eropa tentunya masih memiliki waktu yang lebih lama untuk memutuskan terkait dengan langkah selanjutnya setelah bulan Maret 2022 mendatang. Dengan dukungan data ekonomi dari Eropa yang masih kurang kuat pada semester 1, tentu ini akan menjadi sebuah gambaran bahwa semester ke 2 ini akan menjadi tolok ukur baru bagi perekonomian Eropa, " ujarnya.

Apabila pada semester ke 2 ini, segala data perekonomian konsisten didukung dengan pemulihan daya beli akibat meningkatnya aktivitas perekonomian, tentu bukan tidak mungkin March 2022 akan menjadi hari yang bersejarah bagi Bank Sentral Eropa. Namun bukan The Fed namanya kalau tidak bisa memimpin pengurangan pembelian obligasi terlebih dahulu.

Apalagi masa pengurangan pembelian obligasi berkisar antara 7-10 bulan yang akan dilanjutkan dengan kenaikkan tingkat suku bunga. Jens menilai bahwa dirinya melihat ada 2 prasyarat untuk mengakhiri stimulus tersebut. Meskipun jalur pemulihan masih dalam situasi dan kondisi yang tidak pasti, termasuk kami menyakini bahwa pengurangan terlalu awal dikhawatirkan akan merusak pemulihan ekonomi.

Luis de Guindos, Wakil Presiden Bank Sentral Eropa mengatakan bahwa saat ini belum ada pembicaraan secara resmi terkait dengan pengurangan stimulus oleh Bank Sentral Eropa. Luis tentu saja mendukung bahwa proses tersebut harus semulus mungkin, agar tidak memberikan dampak yang berat terhadap pasar.

" Target utama dari Bank Sentral Eropa saat ini adalah menjaga inflasi untuk tetap berada di kisaran 2%, apalagi setelah perekonomian kembali dibuka akibat adanya vaksinasi yang mendorong mobilitas masyarakat kembali mengalami kenaikkan yang tentu saja mendorong aktivitas perekonomian mengalami kenaikan, " imbuhnya.