Ekonomi

Investor Bisa Tampung Cuan dari Saham-saham Andalan

IHSG secara teknikal diprediksi bergerak pulled back MA20 dilevel 6.078


Investor Bisa Tampung Cuan dari Saham-saham Andalan
Warga melihat indeks pergerakan saham di Main Hall Bursa Efek Jakarta, Kamis (8/4/2021). (AKURAT.CO/Dharma Wijayanto)

AKURAT.CO, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) secara teknikal diprediksi bergerak pulled back MA20 dilevel 6.078 dengan indikasi menguji support MA5 dilevel 6.039 kembali sebagai konfirmasi arah pergerakan.

IHSG (-0.55%) turun 33.72 poin kelevel 6052.54 di tengah penguatan optimis bursa Asia dan terkonsolidasinya indeks ekuitas berjangka AS. Investor mengambil langkah aman akan adanya aksi profit taking pasca optimisme minggu lalu akibat data ekonomi global yang rilis diatas ekspektasi.

Saham-saham disektor Industri Dasar (-2.21%) menjadi penekan IHSG hingga akhir sesi perdagangan, dimana terkoreksinya perusahaan produsen semen dan peternakan menjadi pemicunya setelah alami penguatan signifikan.

" Naiknya harga ayam sejak menjelang ramadan dan peningkatan volume penjualan diberbagai emiten semen menjadi katalis penguatan kedua sektor tersebut dipekan lalu," tutur Head Of Research Reliance Sekuritas Indonesia Lanjar Nafi di Jakarta, Selasa (20/4/2021).

Sementara itu, bursa Asia ditutup mixed dengan pelemahan terjadi pada indeks saham TOPIX (-0.22%) dijepang sedangkan indeks Nikkei (+0.01%), HangSeng (+0.45%) dan CSI300 (+2.43%) naik. Ekuitas di Tiongkok naik setelah alami pertumbuhan ekonomi kuartal pertama tahun ini yang tertinggi sejak 30 tahun terakhir.

" Investor terlihat optimis pada prospek ekonomi di Tiongkok pada pemulihan ekonomi global," ujarnya.

Bursa Eropa membuka perdagangan dengan menguat tipis diawal pekan. Indeks FTSE (+0.12%), DAX (+0.04%) dan CAC40 (+0.14%) naik dizona hijau. Investor menimbang momentum rilisnya laporan keuangan kuartal pertama dan pemulihan ekonomi global.

Indeks berjangka AS terkonsolidasi menjadi faktor utama pergerakan yang cenderung tipis diawal sesi.

" Risiko kenaikan biaya pinjaman menghantui investor setelah pertumbuhan ekonomi yang lebih cepat ditandai inflasi yang naik signifikan," jelasnya.

Sedangkan untuk IHSG, indikator stochastic bergerak bullish momentum dibarengi RSI masih terlihat yang optimis. Indikator MACD bergerak positif pada undervalue dengan tekanan histogram yang menjenuh.

Sehingga secara teknikal IHSG berpotensi bergerak cenderung kembali terkonsolidasi dengan support resistance 6.000-6.078.

" Saham-saham yang dapat dicermati secara teknikal diantaranya ANTM, BBTN, BRIS, HRUM, MAPI, PGAS, PTBA, ITMG, SRIL," tambahnya.

Sekadar informasi, IHSG berakhir melemah pada perdagangan awal pekan ini, Senin (19/4/2021). IHSG turun 0,55% atau 33,71 poin ke level 6.052,54 pada penutupan perdagangan.

Ada 209 saham menguat, 271 saham turun, dan 169 saham stagnan. Nilai transaksi menyentuh Rp9,31 triliun.

Total volume perdagangan saham di BEI mencapai 17,51 miliar. Investor asing mencatat net sell atau jual bersih sebesar Rp 34,94 miliar di seluruh pasar.

Sementara di pasar reguler asing juga mencatat net sell sebesar Rp 192,86 miliar.[]

Denny Iswanto

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu