Ekonomi

Investor Asing Jejali Aksi Jual Rp188,40 Miliar, Gerak IHSG Masih Terhimpit

IHSG berakhir merosot 75,07 poin atau 1,26% ke 5.863,27 pada akhir sesi I hari ini, Senin (17/5/2021)


Investor Asing Jejali Aksi Jual Rp188,40 Miliar, Gerak IHSG Masih Terhimpit
Warga melihat indeks pergerakan saham di Main Hall Bursa Efek Jakarta, Kamis (8/4/2021). (AKURAT.CO/Dharma Wijayanto)

AKURAT.CO Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berakhir merosot 75,07 poin atau 1,26% ke 5.863,27 pada akhir sesi I hari ini, Senin (17/5/2021).

Tercatat 124 saham naik, 368 saham turun dan 132 saham stagnan. Nilai transaksi sentuh Rp5,97 triliun.

Total volume perdagangan saham di bursa hingga sesi I hari ini mencapai 10,03 miliar saham. Investor asing mencatatkan penjualan bersih Rp188,40 miliar di seluruh pasar.

Sebelumnya, IHSG dibuka hijau 0,20% pada kisaran level 5.950,13 pasca libur Lebaran Idulfitri 1442 H. Namun selang 10 menit IHSG justru terpuruk dengan berbalik melemah 0,35% ke level 5.917,40 pada perdagangan tadi pagi.

Nilai transaksi hari ini menyentuh Rp1,2 triliun dan investor asing menjual bersih Rp14 miliar di pasar reguler.

Hingga jelang pukul 09:30 WIB, IHSG masih menuju level 5.925,489.

Sekadar informasi, secara teknikal IHSG diprediksi bergerak terkonsolidasi masih terus mencoba mengkonfirmasi break out resistance MA5 dan MA20 sebagai signal penguatan lanjutan membalikan arah trend bearish jangka pendek.

IHSG (-0.63%) ditutup melemah 37.44 poin kelevel 5938.35 sebelum ditutup libur lebaran dengan indeks sektor Industri (-2.56%) dan Teknologi (-1.24%) melemah signifikan. Investor seakan mengambil langkah aman menjelang libur lebaran ditengah fluktuasi bursa saham global.

" Investor asing melakukan aksi jual bersih sebesar Rp60,33 miliar dengan saham BBRI yang mengalami aksi jual bersih sebesar Rp266,1 miliar," tutur Head Of Research Reliance Sekuritas Indonesia Lanjar Nafi di Jakarta, Senin (17/5/2021).

Mayoritas bursa saham Asia mengakhiri pekan dengan menguat. Indeks Nikkei (+2.32%), TOPIX (+1.86%), Hangseng (+1.11%) dan CSI300 (+2.36%) naik signifikan lebih dari sepersen. Kekhawatiran mengenai inflasi yang lebih cepat di AS mereda.

" Investor mulai menanti data pertumbuhan penjualan eceran dan produksi industri di China," imbuhnya.

Bursa Eropa mengakhiri pekan dengan optimis. Penguatan terjadi dimayoritas indeks acuan seperti FTSE (+1.15%), DAX (+1.43%) dan CAC40 (+1.54%) yang naik lebih dari sepersen.

Bursa AS mengiringi penguatan bursa global dimana DJIA (+1.06%), S&P (+1.49%) dan NASDAQ (+2.32%) naik optimis dengan imbal hasil obligasi turun untuk hari kedua berturut-turut disebabkan harga komoditas yang lebih stabil membantu meredakan kekhawatiran investor tentang risiko percepatan inflasi. Saham-saham disektor energi dan teknologi memimpin penguatan.

" Investor tampaknya mendapatkan kembali kesimbangannya pada akhir penurunan terbesar dalam 11 minggu terakhir akibat kekhawatiran tentang efek samping negatif dari inflasi yang begitu cepat," jelasnya.

Adapun untuk laju IHSG, Indikator Stochastic bergerak mendatar pada area dekat oversold dengan MACD yang terliat juga flat diarea undervalue. Sehingga diperkirakan IHSG masih akan berpotensi bergerak tertahan hingga melemah dengan support resistance 5.922-5.975.

" Saham-saham yang dapat dicermati secara teknikal diantaranya; ADRO, BBRI, BRPT, CPIN, HMSP, JSMR, MNCN, RALS, TBIG," pungkasnya.[]

Denny Iswanto

https://akurat.co