Ekonomi

Investasi Bisnis dan Deposito Bisa Jadi Pilihan Masyarakat Hadapi Resesi 2023

Investasi Bisnis dan Deposito Bisa Jadi Pilihan Masyarakat Hadapi Resesi 2023
Ilustrasi resesi ekonomi (Daily News Egypt)

AKURAT.CO Berbagai prediksi dan ramalan menyebut tahun 2023 akan terjadi resesi ekonomi akibat faktor geopolitik yang mengganggu rantai pasok perekonomian global dan meningkatkan inflasi. Bahkan, Indonesia juga disinyalir juga akan terkeda dampak tersebut.

Masyarakat pun kini diharapkan mulai mempersiapkan diri dalam menghadapi dampak dari turbulensi tersebut. Namun, minimnya literasi terkait antisipasi dalam menghadapi resesi masih menjadi tantangan tersendiri.

Oleh karena itu, dalam jangka pendek, tidak ada salahnya jika masyarakat sejak sekarang sudah mulai bijak dalam melakukan belanja, pengeluaran, hingga sumber daya yang dimiliki.

baca juga:

Dalam sebuah diskusi virtual bertajuk 'Economic Outlook 2023: Ancaman Resesi 2023 di Depan Mata, Fakta atau Hoax?, Assurance Partner Grant Thornton Indonesia Alexander Adrianto Tjahyadi mengatakan, saat ini pelaku usaha sedang wait and see terhadap spending yang harus dikeluarkan. 

"Mana yang bisa ditunda, khususnya yang konsumtif dan enggak perlu, karena likuiditas jadi terbatas. Bagaimana cara mereka mengutilisasi sumber daya ekonomi untuk hasil yang lebih maksimal," ujar Alexander dalam diskusi virtual yang digelar Kamis (8/12/2022). 

Namun demikian, ketika tiba saatnya resesi itu datang, tetap akan ada peluang yang bisa digaet. Adapun kenaikan suku bunga membuat peluang untuk menabung menjadi lebih baik. 

"Lalu kita bisa bangun bisnis, dan investasinya bisa ke deposito karena imbal balik lebih menarik," ucapnya.

Selain itu, dalam berinvestasi, lanjut Alexander, adalah bagaimana kita bisa mengantisipasinya dengan tepat, serta melakukan keputusan yang tepat dalam spending. "Optimistis tapi tetap waspada," pungkasnya

Di sisi lain, Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Ariyo Irhamna mengatakan, untuk mengantisipasi gejolak itu, pemerintah juga harus lebih bijak dalam penggunaan anggaran.