Ekonomi

Intip Nih Tips Aman Menabung di Bank, Anti Modus Kejahatan!

Bank disebut sebagai tempat yang paling aman untuk sarana menyimpan uang. Selain itu, cara menabung di bank juga tergolong sangat mudah.


Intip Nih Tips Aman Menabung di Bank, Anti Modus Kejahatan!
Teller Bank BNI melayani nasabah di Gedung BNI Pusat, Jakarta, Senin (23/7/2018) .PT Bank Negara Indonesia (BNI) membukukan laba bersih sebesar Rp 7,44 triliun pada Semester Pertama 2018 atau tumbuh 16% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. pertumbuhan tersebut merupakan hasil dari penyaluran kredit Makro dan Mikro. (AKURAT.CO/Dharma Wijayanto)

AKURAT.CO Hampir semua orang pasti memiliki rekening di bank untuk menabung ataupun menerima gaji setelah dia bekerja. Bank disebut sebagai tempat yang paling aman untuk sarana menyimpan uang. Selain itu, cara menabung di bank juga tergolong sangat mudah.

Namun, tidak bisa dipungkiri seiring dengan kemajuan teknologi modus kejahatan di perbankan juga semakin canggih. Berbagai modus kejahatan tersebut mulai dari skimming, phising, vhising, impersonation dan lain-lain.

Mungkin kasus ini menimbulkan kekhawatiran sebagian masyarakat yang tengah memiliki tabungan atau bahkan baru berencana akan menabung di bank.

Sebaiknya jangan parno dulu sebelum kamu simak beberapa tips aman menabung di bank yang dikutip dari Cermati.com.

1.Pilih bank terpercaya

Sebelum membuka rekening tabungan, kamu punya kesempatan untuk memilih bank mana yang kamu percaya untuk menyimpan uang.

-Pastikan pilih bank yang sehat (rasio kecukupan modal/CAR minimal 8% atau lebih, rasio kredit macet/NPL kecil atau kurang dari 5%, rasio penyaluran kredit/LDR tinggi sekitar 85-90%, serta rasio bunga bersih/NIM yang besar).

-Selain itu, ‘tambatkan hati’ pada bank yang punya rekam jejak bagus alias bersih dari tinta hitam kasus kejahatan perbankan dan tata kelola baik. Standar keamanan yang tinggi, tim manajemen yang berkompeten, berpengalaman, dan menerapkan prinsip kehati-hatian.

-Lihat juga cara bank melaporkan hasil kerja, transparan atau tidak. Serta perhatikan kualitas pelayanan bank, fasilitas, maupun banyak atau sedikit jaringannya.

-Paling penting lagi, pastikan memilih bank yang tercatat sebagai bank peserta penjaminan LPS. Sebab, jika terjadi bank gagal atau bangkrut, tabungan kamu bakal diganti LPS. Nilai simpanan yang dijamin maksimal Rp 2 miliar per nasabah per bank.

Namun berkaca dari kasus hilangnya duit Winda di Maybank, tidak diganti LPS. Karena selain nilai tabungan berjangka tersebut lebih dari Rp 2 miliar, juga bukan akibat bank bangkrut atau dilikuidasi.

Masalah tersebut menjadi tanggung jawab pihak bank. Tentunya setelah dilakukan investigasi.

Maka dari itu, jangan ragu bertanya soal ganti rugi dana nasabah atas suatu kasus kejahatan kepada pihak bank sebelum membuka rekening.

2.Cek saldo secara berkala

Sebagai nasabah yang memiliki uang atau dana di bank yang harus kamu lakukan adalah rutin mengecek rekening. Ini penting untuk mengetahui apakah jumlah dana yang tercatat sesuai.

Dengan melakukan tindakan prefentif ini diharapkan kita bisa memantau bertambah dan berkurangnya dana yang tersimpan dan menyesuaikan dengan aktivitas setoran atau penarikan yang dilakukan.

3.Simpan uang di beberapa bank

Zaman sekarang, susah kalau cuma punya satu rekening. Biasanya satu orang memiliki dua atau tiga rekening bank berbeda.

Menyimpan uang jangan hanya di satu bank saja. Misalnya tabungan khusus dana darurat di bank BUMN A, tabungan buat DP rumah di bank asing B, dan tabungan haji disimpan di bank syariah C.

Kartu debit atau ATM yang digunakan untuk tabungan tersebut pun mesti berbeda. Guna menghindari pembobolan dana nasabah bertubi-tubi.

Dengan begitu, kalau terjadi kejahatan perbankan di akun tabungan yang satu, akun tabungan yang lain tetap aman.

4.Lindungi data pribadi di akun bank

Selalu lindungi data-data pribadi perbankan kamu, seperti User ID, kata sandi atau password, nomor PIN ATM atau kartu kredit, kode OTP, dan informasi lainnya.

Jangan mempublikasikan nomor ponsel kamu di media sosial, atau gunakan nomor yang berbeda untuk aktivitas perbankan.

5.Jangan Takut Lapor Bank dan OJK

Menyimpan uang di manapun pasti adarisikonya, termasuk menabung di bank. Tetapi jangan langsung parno.

Kalau kamu menjadi korban kejahatan perbankan atau menemukan kejanggalan atas transaksi keuangan, jangan takut untuk melapor ke bank.

Bahkan dapat mengadukannya ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai regulator pengawas perbankan untuk segera ditindaklanjuti.[]