News

Intip Nih Harta Kekayaan Dua Calon Panglima TNI

Suksesi calon Panglima TNI pengganti Jenderal Hadi Tjahjanto yang bakal pensiun 2022 mulai ramai jadi perbincangan publik.


Intip Nih Harta Kekayaan Dua Calon Panglima TNI
Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan I Laksamana Madya TNI Yudo Margono (Dokumentasi BNPB)

AKURAT.CO  Suksesi calon Panglima TNI pengganti Marsekal Hadi Tjahjanto yang bakal pensiun 2022 mulai ramai jadi perbincangan publik.

Banyak pihak menimbang-nimbang yang terbaik diantara dua nama perwira tinggi militer Indonesia yakni, Yudo Margono dan Andika Perkasa.

Salah satu poin yang bjsa menjadi ukuran yakni, dari kepatuhan melaporkan harta kekayaan selama menjabat dan berdinas di dunia kemiliteran. 

Berdasarkan laman elhkpn.go.id, KSAL Yudo Margono terlihat patuh dalam menyampaikan LHKPN kepada KPK. Sejak 2015, Yudo selalu menyampaikan kelebihan hartanya setiap tahunnya.

Pada 2015, harta Yudo sebesar Rp 6.155.335.535 milyar. Kemudian pada 2016 naik sebesar Rp 6.747.025.082 milyar. Lalu, pada 2017 atau pada saat Yudo menjabat Panglima Komando Lintas Laut Militer, hartanya naik sebesar Rp 7.222.940.216.

Sementara berdasarkan laporan pada 2018, harta Yudo bertambah menjadi Rp 8.225.091.364. Kemudian pada 2019 atau saat menjadi Pangkogabwilhan I harta Yudho sebesar naik Rp 9.797.041.260 milyar.

Nah, saat ini, ketika menjadi KSAL, harta Yudho tercatat sebesar Rp Rp 11.364.872.854. Yudho melaporkan hartanya pada 22 Februari 2021. Laporan itu untuk periodik tahun 2020.

Berdasarkan LHKPN terbaru periodik tahun 2020, Yudho tercatat memiliki 18 bidang tanah dan bangunan yang tersebar di Sidoarjo, Surabaya, Sorong, Bekasi, Bogor, Tangerang, dan Madiun. Total harta kekayaan tak bergerak Yudo Margono setara Rp 6.961.855.000 milyar.

Sementara untuk harta bergerak, Yudo tercatat punya 1 unit Toyota Fortuner, 1 Mitsubishi Pajero Sport, dan dua sepeda motor merk Honda senilai Rp 630 juta. Harta bergerak lainnya yang dilaporkan Yudo sebesar Rp 365 juta. 

Yudo tak tercatat memiliki surat berharga. Untuk kas setara kas lainnya yang dia laporkan sebesar Rp 3.408.017.854. Dia tak memiliki utang. Dengan demikian, total harta kekayaan yang dilaporkan Yudo pada Februari 2021 untuk pelaporan periodik tahun 2020 sebesar Rp 11.364.872.854.

Sementara itu, KSAD Andika Perkasa rupanya belum mengupdate laporan harta kekayaannya kepada KPK. Sejak diangkat menjadi KSAD tahun 2018 silam, hingga kini, Andika belum menyampaikan jumlah hartanya melalui laporan harta kekayaan penyelenggara negara (LHKPN).

"Berdasarkan informasi yang diakses melalui situs elhkpn.kpk.go.id sampai saat ini KPK belum menerima laporan harta kekayaan atas nama yang bersangkutan. Sebagai perwira tinggi, pemangku jabatan KSAD TNI merupakan termasuk kategori wajib lapor," ujar Plt Juru Bicara KPK Ipi Maryati Kuding dalam keterangannya, Kamis (17/6/2021).

Ipi berharap, Andika Perkasa segera menyampaikan laporan hartanya kepada KPK. Sebab, menurut Ipi, penyampaian LHKPN merupakan salah satu upaya pencegahan tindak pidana korupsi.

"KPK mengimbau para penyelenggara negara (PN) yang merupakan wajib lapor LHKPN agar memenuhi kewajibannya sesuai peraturan perundang-undangan. LHKPN merupakan salah satu upaya pencegahan korupsi yang dilakukan KPK demi menjaga integritas dan akuntabilitas penyelenggara negara," kata Ipi.

Meski begitu, nama Andika Perkasa belakangan ramai dibicarakan publik. Ia disebut-sebut layak menjadi Panglima TNI menggantikan Jenderal TNI Hadi Tjahjanto.