Lifestyle

Intip 2 Trik ASI Lancar, Bayi pun Senang

Cara memperbanyak ASI ada bermacam-macam, tetapi menurut Dokter Spesialis Anak, dr. Kartika S Widuri, SpA, ada dua trik agar ASI lancar.


Intip 2 Trik  ASI Lancar, Bayi pun Senang
Ilustrasi menyusui (FREEPIK/prostooleh)

AKURAT.CO, Menyusui merupakan momen terpenting dalam membesarkan anak, namun ada juga ada tantangannya sendiri. 

Salah satu tantangan yang paling sering dihadapi adalah pasokan Air Susu Ibu (ASI) yang kurang. Padahal, tubuh seorang ibu memang diciptakan mengandung zat-zat nutrisi yang dibutuhkan bayi.

Akan tetapi, ibu-ibu kadang khawatir kalau mereka tidak memproduksi ASI secara cukup. Oleh karena itu, banyak ibu-ibu yang ingin tahu cara memperbanyak ASI mereka.

baca juga:

Cara memperbanyak ASI ada bermacam-macam, tetapi menurut Dokter Spesialis Anak, dr. Kartika S Widuri, SpA, ada dua trik agar ASI lancar.

Menurut dr. Kartika, dua trik tersebut antara lain kondisi psikis dan kesiapan ibu.

"Trik ASI lancar yang paling mempengaruhi kondisi psikis dan kesiapan ibu, kesiapan itu dipupuk sejak bayi masih dalam kandungan," ujar dr. Kartika saat dihubungi via WhatsApp, Jum'at, 23 September 2022.

Menurut dokter yang berpraktik di Klinik Utama JLA Indonesia ini, pada ibu hamil dengan usia kandunvan 8-9 bulan, harus datang dan berkonsultasi ke konselor laktasi agar tahu proses menyusui baik dan benar.

"Rata-rata ibu hamil tidak memahami pentingnya harus datang berkonsultasi ke dokter laktasi. Padahal saat bayinya lahir, apalagi belum punya pengalaman menyusui sebelumnya, mereka jadi panik gugup dilalah mereka tidak mendapatkan informasi support yang cukup dari keluarga," katanya.

Tak hanya datang ke konselor laktasi, kondisi psikis sang ibu mempengaruhi lancar atau tidak ASI dari ibu ke anaknya. Salah satunya stres.

"Stres mempengaruhi keluarnya air susu, ibu-ibu sesudah melahirkan memerlukan support dari keluarga terdekat untuk memberikan asi. Sebab, perasaan sedih, letih, tidak dihargai dan disalahkan mempengaruhi psikis seorang ibu. Ketika kondiai psikis menurun karena depresi, maka  mempengaruhi hormon oksitosin," katanya.

Menurut dr. Kartika, hormon oksitosin mempengaruhi keluarnya ASI dalam payudara.

"Ketika ibu mengalami perasaan sedih dan duka maka hormon oksitosinnya berkurang, oksitosin dibutuhkan mengeluarkan air susu dari payudara saat proses menyusui," ucapnya.

"Jika kondisi stres, jadi ASI tidak keluar karena hormon oksitosin terganggu," tambahnya.

Oleh karena itu, menurut Kartika, seorang ibu menyusui tidak boleh stres dan harus mendapatkan dukungan dari orang terdekat

"Jadi ibu menyusui tidak boleh stres, harus wajib didukung dengan support sistem terdekat, seperti suami, orang tua, mertua, kak ipar, adik ipar dan lain-lain yang terdekat," jelasnya.

"Percaya diri didapat dari kondisi psikis yang siap," imbuhnya.

Tak hanya dua trik tersebut Kartika juga mengingatkan betapa pentingnya memenuhi konsumsi cairan hingga makanan berimbang agar ASI lancar.

"Makan cukup, konsumsi cairan cukup, psikis siap, stimulasi payudara benar, posisi dan pelekatan bayi menyusuinbenar, maka payudara akan terangsang mengeluarkan asi jumlah banyak sesuai kebutuhan bayi," tutupnya.

Ingin mengetahui lebih lanjut, Anda dapat memberi pertanyaan seputar laktasi di media sosial Akuratco, dalam program 'Akurat Sehat With Klinik Utama JLA Indonesia'.[]