News

Interpelasi Formula E, Wagub DKI Klaim Sudah Beri Penjelasan Panjang Lebar ke Dewan

Wagub DKI mengaku sudah memeberi penjelasan panjang lebar mengai hajatan Formula E kepada DPRD DKI Jakarta


Interpelasi Formula E, Wagub DKI Klaim Sudah Beri Penjelasan Panjang Lebar ke Dewan
Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria saat tiba di Gedung Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (23/11/2020). (AKURAT.CO/Dharma Wijayanto)

AKURAT.CO, Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengaku, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tak pernah menutupi anggaran untuk menggelar Formula E. Dia mengaku, pihaknya bahkan sudah memberi penjelasan panjang lebar ke DPRD DKI Jakarta terkait hal ini.

Pernyataan ini disampaikan Ariza menanggapi usulan interpelasi Formula E yang masih terus digulirkan di DPRD DKI Jakarta sekarang ini. Dimana fraksi PSI dan sejumlah anggota fraksi PDI Perjuangan terus berupaya mensukseskan agenda pengajuan interpelasi ini.

"Masalah Formula sudah dijelaskan panjang lebar. Program ini sudah lama direncanakan tahun 2020 - 2021," kata Ariza di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (23/8/2021).

Sejauh ini belum ada perkembangan terbaru mengenai interpelasi ini, namun yang jelas usulan ini telah memenuhi persyaratan minimal, yakni usulan interpelasi harus datang dari dua fraksi dengan jumlah anggota yang sepakat sekurang-kurangnya 15 orang. Saat ini anggota DPRD DKI yang sepakat sudah berjumlah 16 orang, 8 anggota PSI dan 8 lainnya dari PDIP.

Ariza mengaku tak melarang atau mengintervensi hal ini, inteperlasi kata dia adalah hak semua anggota dewan, pihaknya masih terus memantau perkembangan pengajuan interpelasi itu. Ariza bahkan mengaku tak terganggu dengan usulan interpelasi yang digagas PSI itu.

"Interpelasi merupakan hak demokrasi setiap Fraksi Partai di DPRD," tuturnya.

Kendati gelaran balap mobil bebas emisi ini menuai pertentangan dari sejumlah anggota Dewan Kebon Sirih, namun Ariza optimis Formula dapat digelar sesuai jadwal yakni pada 2022 mendatang setelah ditunda pada 2020 lalu lantaran Covid-19.

"Jakpro dan Disporda terus berkoordinasi agar kegiatan ini bisa dilaksanakan. Semoga sesuai dengan harapan Formula dapat dilaksanakan tahun depan," pungkasnya.

Usulan interpelasi formula E mendapat sambutan baik dari ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi yang menyatakan mendukung agenda tersebut meski salah satu wakilnya Zita Anjani menentang interpelasi ini.

Pras menegaskan, interpelasi adalah hak anggota dewan yang disuarakan perorangan. Artinya, fraksi atau partai tempat mereka bernaung tak bisa melarang, bahkan pimpinan dewan juga tak kuasa mengintervensi.

"Interpelasi itu hak bicara anggota dewan, bukan fraksi lho, anggota dewan," kata Pras sapaan Prasetyo

Pras menegaskan, interpelasi Formula E bukan agenda untuk menjatuhkan pamor Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Hal ini dilakukan untuk mengulik ongkos dengan nilai fantastis yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) di mana anggaran yang digelontorkan Anies belum dijelaskan secara terang benderang ke warga Jakarta.

"Kami bukan mau menjatuhkan pamor Gubernur, bukan itu tujuan kami. Kami mau mempertanyakan saja," ucapnya.

Dengan adanya pengajuan interpelasi itu, Pras menyebut anggota DPRD DKI Jakarta memang sedang menunjukan kapasitasnya sebagai wakil rakyat. Sebab, jika diam saja, justru itu yang bermasalah.

"Jangan kita sebagai anggota fungsi kita enggak berjalan. Itu bahaya. Sekali lagi kalau ada permasalahan, permasalahan harus diberesin bos. Bukan nggak diberesin, harus diberesin gitu," tuntasnya.[]