News

Interpelasi Formula E Tidak Perlu Ada, Kalau Anies Baswedan...

Ferdinand menilai, interpelasi tidak bakal diajukan kalau Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan terbuka tentang penyelenggaraan Formula E.


Interpelasi Formula E Tidak Perlu Ada, Kalau Anies Baswedan...
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat mendatangi Polda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (17/11/2020). (AKURAT.CO/Endra Prakoso)

AKURAT.CO, Mantan politikus Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean menyorot upaya Fraksi PDIP dan PSI di DPRD DKI Jakarta yang mengajukan hak interpelasi penyelenggaraan Formula E pada 2022 mendatang.

Ferdinand menilai, interpelasi tidak bakal diajukan kalau Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan terbuka tentang penyelenggaraan Formula E.

"Interpelasi itu tidak perlu ada kalau @aniesbaswedan berani konferensi pers menyampaikan terbuka:

1. Tanda bukti transfer Fee Formula E Rp560 M

2. Tanda bukti Bank Garansi Rp.423 M

3. Isi MOU dengan FIA, Hak dan Kewajiban Pemda

5. Di mana lokasi balapan 2022?

6. Darimana dana untuk 2022?" kicau Ferdinand menggunakan akun Twitter @FerdinandHaean3  sebagaimana dikutip AKURAT.CO pada Selasa (31/8/2021).

Diketahui, hasil audit Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) DKI Jakarta mencatat Pemprov DKI Jakarta telah membayar kepada Formula E Operatons (FEO) selaku promotor dan pemegang lisensi ABB FIA Formula E Championship senilai 53 poundsterling Inggris atau setara Rp983,31 miliar pada 2019-2020.

Rincian pembayaran terdiri dari fee senilai 20 juta poundsterling Inggris atau setara Rp360 miliar yang dibayarkan pada 2019. Kemudian, fee senilai 11 juta poundsterling Inggris atau setara Rp200,31 miliar yang dibayarkan pada 2020 silam. Kemudian Bank Garansi senilai 22 juta poundsterling Inggris atau setara Rp423 miliar.

Meski fee telah dibayar, Anies Baswedan memutuskan untuk menunda penyelenggaraan Formula E akibat pandemi Covid-19 yang menghantam Indonesia.

Sementara, PT Jakarta Propertindo (Jakpro) yang ditunjuk Anies sebagai penyelenggaran Formula E langsung melakukan renegosiasi dengan FEO dengan maksud menarik fee yang telah dibayarkan kepada Bank Garansi.

FEO mengabulkan permohonan Jakpro. Namun pembayaran fee atas penyelenggaraan tahap pertama musim penyelenggaraan 2020-2021 yang telah dibayarkan senilai Rp200,31 miliar, tidak bisa ditarik.

Seiring berjalannya waktu, polemik penyelenggaraan Formula E selalu mencuat. Puncaknya, Fraksi PDIP dan PSI mengajukan hak interpelasi. Mereka mendesak Pemprov DKI Jakarta membatalkan penyelenggaraan Formula E. Kemudian, dana yang sedianya untuk penyelenggaraan Formula E dialihkan untuk penanganan pandemi Covid-19.

Interpelasi Formula E telah ditandatangi 33 anggota dewan.[]