Ekonomi

Integrasi BUMN Jasa Keuangan Diklam Ciptakan Holding Berdaya Saing Global

Integrasi ekosistem tiga perusahaan BUMN di bidang jasa keuangan mampu meningkatkan daya saing global dari peserta holding ultra mikro


Integrasi BUMN Jasa Keuangan Diklam Ciptakan Holding Berdaya Saing Global
Ilustrasi - BUMN (AKURAT.CO/Ryan)

AKURAT.CO, Senior Faculty Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI) Trioksa Siahaan meyakini integrasi ekosistem tiga perusahaan BUMN di bidang jasa keuangan mampu meningkatkan daya saing global dari peserta holding ultra mikro dan memperkuat posisi usaha ultra mikro dan UMKM sebagai penyangga perekonomian nasional.

Katanya, kemampuan ekspansi dan penjagaan kualitas pembiayaan oleh setiap anggota holding telah terbukti pada masa pandemi Covid-19 ini.

"Dengan kemampuan ekspansi dan penjagaan kualitas pembiayaan, holding ini akan menjadi institusi besar yang juga berdaya saing global," ujar Trioksa melalui keterangan resminya, Jumat (11/6/2021).

Dia menyebutkan integrasi ekosistem ini akan membuat ekspansi usaha semakin lebih kuat, sehingga mendorong lebih banyak investor untuk berkontribusi langsung pada pengembangan ultra mikro secara langsung maupun melalui holding ultra mikro.

Lagi pula, ketiga institusi ini dinilai sudah mampu mencari pendanaan dengan penerbitan surat utang. Bahkan, BRI sebagai salah satu bank terbesar di Indonesia mampu menerbitkan global bond dan sustainability bond yang investornya berasal dari luar negeri.

Trioksa menambahkan integrasi ini pun akan meningkatkan daya saing setiap institusi. "Pasalnya, penggunaan teknologi informasi dan penggunaan big data akan semakin intensif membantu baik pelaku ultra mikro maupun holdingnya sendiri," imbuhnya.

Kementerian BUMN sebelumnya telah memastikan proses pembentukan holding ultra mikro pada tahun ini berjalan lancar. “Alhamdulillah, proses pembentukan holding ultra mikro sejauh ini sudah sangat baik. Ini hanya menunggu tanda tangan PP dari banyak kementerian," kata Menteri BUMN Erick Thohir, baru-baru ini. 

Dengan holding ini, lanjut Erick, pemerintah akan mendorong suku bunga pembiayaan ultra mikro lebih rendah. Langkah ini ditujukan untuk mempercepat ekspansi pembiayaan holding dan peningkatan kinerja ultra mikro hingga naik kelas.

"Hal utama yang akan kami dorong adalah suku bunga dari PNM ke depannya lebih rendah," sebutnya. 

Prabawati Sriningrum

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu