News

Insiden Tabrakan LRT, DPR Minta PT KAI Jangan Main-main

Abdul Hakim Bafagih menuntut PT KAI lebih transparan dalam merespon insiden kecelakaan tersebut


Insiden Tabrakan LRT, DPR Minta PT KAI Jangan Main-main
Anggota Komisi VI DPR RI Abdul Hakim Bafagih dalam interupsi saat rapat paripurna pembukaan masa sidang ke-VI Tahun Sidang 2020-2021 di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (8/3/2021) (DOK. DPR RI)

AKURAT.CO Kecelakaan Light Rail Transit (LRT) terjadi pada Senin 25 Oktober 2021, pukul 12.30 WIB. Kejadian naas ini tidak menimbulkan korban jiwa karena memang terjadi dalam ujicoba, sehingga tidak ada penumpang di dalam gerbong.

Moda transportasi ini ditargetkan beroperasi pada bulan Agustus 2022. Sampai saat ini proyek sudah hampir selesai dan memang dalam serangkaian ujicoba. Tahap ujicoba ini krusial karena menentukan layak tidaknya LRT beroperasi sesuai dengan target yang telah dicanangkan.

Sebelumnya, proyek ini mengalami beberapa kendala sehingga gagal mencapai target dan terjadi pembengkakan biaya (cost overrun) lebih dari Rp2 triliun. Dari mulai masalah pembebasan lahan hingga terakhir adalah masalah persinyalan.

Mengingat proyek ini termasuk dalam program   Penyertaan Modal Negara (PMN), Komisi VI DPR RI turut melakukan pengawasan sejak awal. Abdul Hakim Bafagih, anggota komisi VI DPR RI, menuntut PT KAI lebih transparan dalam merespon insiden kecelakaan tersebut.

“Dalam pembangunan LRT ini, PT KAI telah mendapat PMN sebesar Rp2,7 Triliun. Ini uang rakyat, kami berharap PT KAI bekerja secara transparan, jangan main-main. Apalagi dengan insiden yang terjadi kemarin, kami minta pertanggungjawaban publiknya, kalau perlu diujicoba LRT selanjutnya Dirut KAI turut dalam ujicoba itu. Agar proyek ini bukan hanya selesai untuk mengejar target saja. Harus dipastikan bahwa LRT ini aman dan nyaman bagi publik nantinya," tegas Anggota Dewan dari Fraksi PAN ini dalam keterangan persnya, Selasa (26/10/2021).

Lebih lanjut Abdul Hakim mengingatkan agar PT KAI dan BUMN lain yang terlibat dalam proyek ini tidak sekedar mengejar target dan memberi laporan yang baik-baik saja ke atasannya baik ke Menteri BUMN maupun ke Menteri Perhubungan. PT KAI harus memberikan progress ujicoba LRT yang transparan, apa adanya. 

“PT KAI juga harus memberikan laporan mitigasi paska insiden ini terutama dihadapan komisi VI DPR RI nantinya. Karena proyek LRT ini beresiko tinggi, teknologi rumit dan dibangun secara elevated. Mitigasi resikonya harus lebih kuat dan disampaikan ke kami secara lebih transparan," ungkap anggota Dewan yang juga Presiden Klub Persik Kediri ini.[]