Ekonomi

Insentif PPN Rumah Disebut Bakal Serap Tenaga Kerja Lebih Optimal

Ekonom senior Raden Pardede menilai pemberian insentif kepada sektor perumahan dapat berdampak positif kepada penciptaan lapangan kerja.


Insentif PPN Rumah Disebut Bakal Serap Tenaga Kerja Lebih Optimal
Suasana pembangunan perumahan di kawasan Depok, Jawa Barat, Selasa (7/4/2020). Berdasarkan survey pasar sekunder yang dilakukan oleh Indonesia Property Watch (IPW) pada triwulan pertama-2020, pergerakan harga perumahan di pasar sekunder cenderung melambat akibat penyebaran virus Corona (COVID-19). Hal ini diperkirakan akan terus berdampak pada pergerakan harga di triwulan berikutnya. (AKURAT.CO/Dharma Wijayanto)

AKURAT.CO Ekonom senior Raden Pardede menilai pemberian insentif kepada sektor perumahan dapat berdampak positif kepada penciptaan lapangan kerja.

Raden mengatakan, pemberian stimulus Pajak Pertambahan Nilai (PPN) ditanggung pemerintah ini akan bersinergi dengan kebijakan sebelumnya DP KPR nol Rupiah untuk menggairahkan kembali sektor perumahan.

"Kita lihat di situ ada dua kebijakan terkait properti. Kenapa properti, karena memiliki multiplier yang besar. Properti itu kan padat tenaga kerja. Jadi diharapkan akan ada penyerapan tenaga kerja di situ," katanya dalam pernyataan di Jakarta, Selasa (2/3/2021).

Raden menerangkan, stimulus ini dapat mendorong pertumbuhan sektor perumahan yang sempat lesu karena berkurangnya permintaan masyarakat dan bisa berdampak positif kepada sektor lainnya (multiplier effect).

"Properti ini akan menyerap pekerjaan lain, misalnya kalau kita bangun properti itu dia akan butuh pasir, batu, kerikil, kayu, itu mempekerjakan orang lagi," katanya dilansir dari Antara.

Raden juga mengapresiasi rencana pemerintah untuk memberikan insentif tambahan kepada sektor jasa seperti hotel, restoran dan kafe yang selama ini terdampak parah oleh adanya pandemi Covid-19.

"Spiritnya menstimulasi perekonomian. Hotel, restoran dan kafe, juga harus diakui industri ini paling suffer. Sektor ini juga harus dipikirkan apa yang bisa dilakukan untuk menstimulasi sektor ini supaya tidak mati," katanya.

Ia meyakini berbagai upaya stimulus yang dirumuskan pemerintah termasuk pemberlakuan PPKM mikro maupun pemberian vaksin dapat menggerakkan kembali roda perekonomian di 2021.

"Secara simultan beberapa tindakan tadi dilakukan dengan harapan tahun ini bisa bertumbuh lebih baik, bisa menciptakan lapangan kerja itu intinya. Diharapkan membangun kembali kepercayaan dan ekonomi yang bergerak," ujarnya.

Sumber: Antara