Tech

Inovasi Material Anti Peluru Karya Mahasiswa Unhas

Lulus uji coba Divisi III Kostrad.


Inovasi Material Anti Peluru Karya Mahasiswa Unhas
Uji coba material anti peluru oleh Divisi III Kostrad. (unhas.ac.id)

AKURAT.CO Salah satu mahasiswa Program Magister Fakultas Teknis Universitas Hasanuddin (Unhas) berhasil membuat inovasi bahan material anti peluru. Tidak tanggung-tanggung, inovasi ini pun telah lulus uji coba oleh Divisi III Komando Strategis Angkatan Darat (Kostrad) di Kabupaten Gowa. Uji coba tersebut dilakukan dengan uji tembakan sebanyak 3 kali dan mampu menahan peluru berkaliber 9 mm untuk jarak tembak 10 m.

Rudi, penggagas inovasi tersebut bercerita bahwa inovasinya tersebut terinspirasi dari kondisi di mana dalam membuat rompi anti peluru menggunakan material berat, mahal dan sulit menemukan bahannya di dalam negeri. Atas dasar itu, Rudi kemudian memikirkan untuk mencari solusi alternatif menggantikan material bahan anti peluru yang lebih ringan dengan kekuatan yang sama.

Inovasi tersebut menggunakan bahan serat karbon dan resin epoxy sebagai penguat. Kemudian, menggunakan peralatan tambahan, yakni mesin vacuum. Material anti peluru tersebut diproduksi menggunakan metode vacuum bag untuk memaksimalkan jumlah perbandingan serat dan resin yang digunakan. Dengan tujuan supaya dapat menghasilkan material yang lebih ringan.

baca juga:

"Carbon fiber ini mudah kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari. Misal dalam pembuatan custom bagian mobil seperti fender mobil, kap mesin dan cover spion. Setelah dilakukan literasi referensi terhadap material tersebut, diperoleh bahwa material ini dapat digunakan dalam pembuatan rompi anti peluru," jelas Rudi, dilansir dari laman resmi Universitas Hasanuddin. 

Lebih lanjut Rudi menjelaskan bahwa, material anti peluru yang dihasilkan memiliki keunikan dari sisi berat rompi. Inovasi ini jauh lebih ringan dengan kaliber peluru yang sama, jika dibandingkan dengan rompi anti peluru yang saat ini dipasarkan. 

"Selama proses menghadirkan inovasi tersebut, tentu ada kesulitan yang dialami. Terutama dalam melakukan simulasi menggunakan software finite elemen method sebagai simulasi yang masih tergolong baru," kata Rudi. 

Sementara itu, Dekan Fakultas Teknik Unhas Muhammad Arsyad Thaha mengapresiasi produk inovasi yang dihasilkan oleh mahasiswanya. Ia mengatakan, pihaknya selalu memaksimalkan dalam memberi dukungan serta menciptakan suasana akademik dan inovasi teknologi. 

"Material anti peluru adalah penelitian awal pada Laboratorium Riset Teknik Mesin. Inovasi ini akan terus dikembangkan untuk mengefisienkan penggunaan materialnya hingga penerapan pada kendaraan militer dan rompi anti peluru,” jelas Arsyad.

Arsyad juga menambahkan, komitmen fakultas untuk pengembangan riset lebih lanjut hingga hilirisasi ditunjukkan dengan hadirnya Incubator Teknologi dan Bisnis. Hal ini akan mendukung proses hilirisasi produk teknologi dengan pihak industri dan pemerintah sebagai wujud kerja sama triple helix. 

Terkait material anti peluru, Arsyad mengatakan akan dibuat MoA (Memorandum of Agreement) bersama Konstrad dan pihak industri untuk kepentingan dunia militer. Selain itu, di masa mendatang, ia juga menjelaskan jika Fakultas Teknik akan diarahkan menjadi pusat inovasi teknologi pada Kawasan Timur Indonesia. Untuk berkontribusi dalam pengembangan Teknologi Nasional menuju Indonesia Emas 2021.