Tech

Inovasi 3D Concrete Printing, Terobosan Teknologi di Bidang Industri Karya Anak Bangsa

Teknologi yang menggunakan metode additive manufacturing untuk menghasilkan cetakan objek 3 dimensi.


Inovasi 3D Concrete Printing, Terobosan Teknologi di Bidang Industri Karya Anak Bangsa
Uji coba 3D Concrete Printing, sebagai acara puncak BIM Week 2021. (pu.go.id)

AKURAT.CO, Sebagai upaya untuk mengoptimalkan teknologi revolusi industri 4.0, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) bekerjasama dengan PT. PP (Persero) Tbk. dan Autoconz melakukan uji coba 3D Concrete Printing. Teknologi 3D tersebut dapat digunakan untuk mendukung pembangunan prasarana pendidikan (sekolah dan madrasah). Bahkan dapat digunakan untuk pemenuhan backlog rumah (3D printed house).

Dirjen Cipta Karya Diana Kusumastuti mengatakan, dengan menggunakan teknologi 3D Concrete Printing bisa membantu pembangunan infrastruktur menjadi lebih cepat, akurat, dan presisi. 

"Hasilnya ini bisa dimasukkan ke dalam e-katalog sehingga proses lelang tidak membutuhkan waktu yang lama. Diharapkan teknologi baru ini terus dikembangkan untuk pembangunan sekolah sesuai dengan ketentuan prototipe Kementerian PUPR," ujar Diana Kusumastuti, dilansir dari laman resmi PUPR. 

Teknologi 3D Concrete Printing sendiri menggunakan metode additive manufacturing yang menghasilkan cetakan objek 3 dimensi dari material mortar. Proses pencetakan tersebut dilakukan secara layer by layer sampai bangunan terbentuk secara utuh. 

Melalui metode tersebut, akan mengubah ekosistem konstruksi menjadi lebih efektif dan efisien, sehingga sehingga menciptakan perumahan yang affordable bagi seluruh kalangan. Selain itu, teknologi ini juga memiliki keunggulan, yakni mengurangi limbah material, menghemat biaya, waktu, meningkatkan kualitas konstruksi, dan memungkinkan pekerjaan dengan desain yang kompleks mampu dikerjakan. 

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menjelaskan, inovasi 3D Printing karya anak bangsa ini merupakan bukti kolaborasi Kementerian PUPR dengan BUMN dan perusahaan rintisan (Start-up Company), yang beranggotakan generasi muda Indonesia. Guna mendukung Roadmap Making Indonesia 4.0 yang diluncurkan Presiden RI pada tanggal 4 April 2018. Sekaligus memberikan arah fokus pengembangan sektor penting yang mendorong kekuatan Indonesia di mata dunia termasuk di bidang konstruksi dan infrastruktur. 

Untuk mendukung roadmap tersebut, penerapan Building Information Modelling (BIM) digunakan sebagai terobosan di bidang teknologi konstruksi. Konsep BIM sendiri memberikan gambaran konstruksi virtual sebelum konstruksi fisik yang sebenarnya dibangun, sehingga mengurangi ketidaksesuaian, meningkatkan keselamatan, dan menyelesaikan masalah interface struktur-arsitektur-MEP. 

Salah satu implementasi pengembangan BIM di lingkungan Kementerian PUPR, yaitu dengan melakukan serangkaian acara BIM Week 2021. Rangkaian kegiatannya meliputi Raker BIM, Webinar BIM, BIM Training for Owner, hingga Uji Coba 3D Concrete Printing.[]