Lifestyle

Masa MPASI, Cemilan Apa Saja yang Tepat untuk Si Kecil?

Ada berbagai macam pilihan cemilan sehat yang bisa dijadikan santapan di sela-sela waktu makan utama bayi. Berikut aneka cemilan sehatnya


Masa MPASI, Cemilan Apa Saja yang Tepat untuk Si Kecil?
Ilustrasi bayi sedang memakan cemilan (Unsplash/Colin Maynard)

AKURAT.CO, Setelah menginjak usia 6 bulan, saat ASI sudah tidak lagi mencukupi kebutuhan gizi bayi, makanan pendamping ASI (MPASI) sangat dibutuhkan untuk mendukung pertumbuhan Si Kecil.

Pada periode pengenalan MPASI, Dokter Spesialis Anak, Attila Dewanti, menjelaskan bahwa Ayah dan Bunda harus memerhatikan tekstur, rasa, frekuensi dan porsi MPASI, agar sesuai dengan tahapan usia anak. 

Hal ini karena rasa dan tekstur MPASI ternyata dapat membantu melatih kepekaan indra pengecap dan mendukung stimulasi indra lainnya.

Tidak hanya menu makanan utama, ditekankan pula bahwa menu makanan selingan atau cemilan juga penting agar Si Kecil dapat mengenal semakin banyak rasa. 

“Pemberian MPASI idealnya terdiri dari tiga porsi makanan utama dan dua porsi makanan selingan atau snack. Pada menu makanan utama, bisa diutamakan daging dan sayuran, sementara untuk menu makanan selingan, buah bisa menjadi salah satu pilihan," ujar Attila Dewanti dalam siaran pers, yang dikutip pada Rabu, (17/11).

Menurutnya, pentingnya pemberian makanan selingan adalah untuk memastikan agar jumlah asupan dan nutrisi bayi terpenuhi dengan baik. Menu cemilan juga harus dipastikan agar kaya rasa dan menarik supaya tidak membosankan.

Menu cemilan bayi bisa berupa makanan apa saja dan dalam bentuk apapun, selama dimakan di antara waktu makan utama. Cemilan atau snack ini bisa berupa bubur, puree buah, hingga potongan buah.

Ada berbagai macam pilihan cemilan sehat yang bisa dijadikan santapan di sela-sela waktu makan utama bayi. Berikut aneka cemilan sehat nan mengenyangkan untuk bayi, yang dikutip Akurat.co dari berbagai sumber:

Buah-buahan

Buah untuk bayi merupakan salah satu pilihan cemilan yang sudah pasti sehat dan praktis. Untuk pilihan buah pertamanya, coba berikan buah naga, pisang, pepaya, alpukat, atau mangga.

Ini karena buah-buahan tersebut memiliki tekstur yang halus, lunak dan lembut, sehingga mudah saat digigit dan dikunyah oleh gigi bayi yang masih dalam masa perkembangan.

Jika Si Kecil masih berusia 6-8 bulan, sebaiknya blender dulu buahnya menjadi bubur halus (puree). Namun, bila buah hati Anda sudah berusia 9 bulan ke atas, tidak masalah untuk memberikan buah segar yang dipotong kecil-kecil supaya dia bisa belajar menggenggam sendiri.

Biskuit

Biskuit bayi yang dijual di pasaran juga cocok untuk Ayah dan Bunda berikan sebagai cemilan si kecil, sembari menunggu waktu makan berikutnya.

Pilih biskuit lunak yang mengandung banyak karbohidrat, lemak, protein, mineral dan vitamin untuk bayi. Pastikan juga ukuran biskuit cukup kecil sehingga bisa digenggam oleh si Kecil.

Jika bayi belum bisa makan biskuit utuh, campurkan biskuit dengan sedikit air atau susu, hingga menjadi lumat seperti bubur.

Sebaliknya, bagi si kecil yang sudah mahir menggigit dan mengunyah, tidak masalah untuk menyajikan biskuit utuh. Dengan catatan, biskuit memiliki ukuran yang kecil dan berteksur agak lunak.

Telur rebus

Jika Ayah dan Bunda ingin menyajikan cemilan yang cepat dan mudah, salah satu pilihan yang bisa diberikan nutrisi yakni telur.

Telur bisa direbus biasa menjadi cemilan, untuk dibawa saat Ayah dan Bunda sekeluarga sedang bepergian ke luar rumah.

Namun ingat, jangan lupa untuk mengupas cangkang dan memotong telur menjadi beberapa bagian kecil sehingga mudah dimakan oleh bayi.

Yoghurt

Pilihan cemilan sehat lainnya yakni yoghurt untuk bayi. Selain kandungan proteinnya yang tinggi, yoghurt juga kaya akan kalsium yang baik untuk mendukung pertumbuhan tulang Si Kecil.

Bahkan, yoghurt juga dilengkapi dengan bakteri hidup yang baik untuk mendukung kerja sistem pencernaan. Sebaiknya, pilih yoghurt tawar atau tanpa rasa yang tidak mengandung banyak gula.

Kentang

Kentang merupakan salah satu makanan pokok yang kaya akan karbohidrat. Biasanya, kentang memang dijadikan olahan dalam makanan utama guna menyumbang energi bagi tubuh. Namun, sah-sah saja untuk mengolah kentang menjadi pilihan makanan selingan atau cemilan bayi. 

Caranya pun tidak sulit, Ayah dan Bunda bisa membuat kentang tumbuk (mashed potato) untuk bayi usia 6-8 bulan yang masih harus makan makanan lumat.

Sementara ketika usia bayi sudah semakin dewasa, misalnya menginjak 9 bulan ke atas, Ayah dan Bunda dapat mengolah cemilan dari kentang dengan tekstur lainnya, seperti kentang goreng seukuran tangan jari Si Kecil agar mudah digenggam. 

Pilihan lainnya, kentang bisa dibuat menjadi cemilan berupa perkedel dengan campuran wortel dan daging ayam.[]