Tech

Inilah Kisah Tokopedia, Membangun Negeri dengan Teknologi

Herman Widjaja, CTO Tokopedia menyabet Innovation and Entrepreneurship Award 2021.


Inilah Kisah Tokopedia, Membangun Negeri dengan Teknologi
Herman Widjaja, Chief Technology Officer (CTO) Tokopedia (DOK/Tokopedia)

AKURAT.CO, Herman Widjaja, Chief Technology Officer (CTO) Tokopedia mengaku mendapat inspirasi dari orang-orang yang menggunakan teknologi untuk mengubah bangsa. Inspirasi tersebut mengantarkannya kepada berbagai pencapaian gemilang. Baru-baru ini, Herman berhasil meraih Australia Alumni Award 2021 dalam kategori Innovation and Entrepreneurship Award.

“Misalnya, Bill Gates ingin menempatkan komputer di setiap rumah,” kata Herman, yang mengawasi keseluruhan kantor teknologi dan data di Tokopedia, perusahaan teknologi terkemuka di Indonesia sebagaimana dikutip AKURAT.CO dari australiaawardsindonesia.org, Sabtu (20/11/2021).

Pendiri Tokopedia William Tanuwijaya, kata dia, memiliki mimpi besar 12 tahun yang lalu bahwa harga barang harus sama di seluruh Indonesia.

“Orang yang bermimpi dengan mata terbuka lebar dapat mengubah bangsa. Orang yang memiliki kelincahan dan ketabahan, yang bermimpi 10 tahun ke depan, itu keren,” tuturnya.

Visi menciptakan perubahan melalui teknologi ini mendorong Herman untuk pulang ke Indonesia. Sebelumnya, selama dua dekade dia betah di luar negeri, sebagai tempat ia belajar dan bekerja di beberapa perusahaan teknologi top dunia, termasuk Microsoft dan Google milik Gates. 

Mengembangkan Platform E-commerce Terpopuler di Tanah Air

Didirikan pada 2009, Tokopedia adalah sebuah perusahaan teknologi dengan pasar terbesar di Indonesia hingga saat ini. Perusahaan ini bertujuan untuk menjembatani kesenjangan antara kota-kota besar dengan kota-kota kecil di Indonesia. Tugas beratnya adalah mengembangkan infrastruktur untuk memindahkan barang dan jasa di antara 17.500 pulau yang terhampar dari Sabang hingga Merauke.

Dengan menghubungkan pedagang dan pelanggan secara online, Tokopedia sukses mendobrak hambatan infrastruktur dan geografis. Saat ini, Tokopedia telah menjangkau 99% kecamatan di Indonesia, dengan 86,5% merchant merupakan wirausahawan baru.

Sebagai CTO, Herman berperan penting dalam menempatkan teknologi sebagai inti dari inovasi dan pertumbuhan keuangan Tokopedia. Pada 2019 dan 2020, CIO50 memasukkan Herman sebagai salah satu dari 50 eksekutif teknologi senior Southeast Asia's top 50 senior technology executives Asia Tenggara (Southeast Asia's top 50 senior technology executives) yang mendorong inovasi dan mempengaruhi perubahan cepat di kawasan.

Tokopedia kini memiliki lebih dari 100 juta pengguna aktif bulanan dan lebih dari 11 juta pedagang yang menjual lebih dari 550 juta produk melalui platform-nya.

“Keunggulan industri teknologi adalah sifatnya yang selalu berkembang. Orang-orang di tahun 1990-an terpesona oleh web dan teknologi seluler yang dimulai pada tahun 2000-an. Sekarang, teknologi beralih ke Artificial Intelligence (AI) dan machine learning,” kata Herman, yang lulus dengan gelar Bachelor of Computer Science and Engineering dari Monash University Australia pada tahun 2002.

AI dan pembelajaran mesin, kata dia, dapat mengubah pola pikir Tokopedia. “Pola pikir tentang cara menjawab atau memecahkan masalah pelanggan dengan solusi baru,” ungkap Herman.

Karier Cemerlang di Perusahaan Teknologi Terkemuka Dunia

Ketika Herman beranjak dewasa di tahun 1990-an, internet dan komputer belum menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari di Indonesia. Namun, ketika ayahnya mengangkat ide untuk belajar di luar negeri, Herman memilih untuk belajar ilmu komputer dan teknik elektro.

“Saya pikir akan terlihat keren untuk meletakkan gelar di undangan pernikahan saya,” Herman berseloroh sambal terkekeh.

Tak lama kemudian, Herman jatuh cinta pada ilmu komputer, namun ia harus belajar dari nol. Dia bekerja keras untuk mendapatkan nilai bonus pada setiap tugas.

“Itu bukan untuk menyenangkan profesor saya, saya bersemangat untuk belajar,” katanya.

Setelah lulus dari Monash dan bekerja selama enam tahun di Australia, Herman pindah ke AS untuk bekerja di kantor pusat Microsoft di Redmond, Washington, selama lebih dari 10 tahun sebelum pindah ke Amazon.

Dari Amazon, Herman pindah ke Google di mana ia ditugaskan untuk mengembangkan augmented reality/virtual reality (AR/VR) Google.

Bekerja dengan beberapa perusahaan teknologi terkemuka dunia memungkinkan Herman mengembangkan platform yang berbeda. Tak tanggung-tanggung, hingga saat ini, Herman telah memiliki 14 paten internasional di bidang teknologi.

Herman mengatakan dasar-dasar yang dia pelajari selama belajar di Australia menjadi landasan yang kokoh baginya untuk berkembang.

“Selama tiga tahun, saya belajar tentang struktur, algoritma, dan cara kerja komputer. Dasar-dasar itu mungkin tidak terlihat seksi dan keren, tetapi itulah dasarnya. Teknologi boleh berubah, tapi dasar-dasarnya tetap sama,” katanya.

Memelihara Talenta Digital Indonesia yang Sedang Naik Daun

Selama bekerja di luar negeri, Herman bertemu dengan banyak insinyur berbakat asal Indonesia. Pengalaman ini membuka mata Herman terhadap kumpulan talenta hebat di Indonesia di bidang teknologi informasi dan potensi untuk mengembangkan pasarnya.

“Ketika saya kembali ke Indonesia, pasar di sini sedang panas. Namun pertumbuhan pasar harus diimbangi dengan pertumbuhan talenta,” ucapnya.

Hal ini menjadi titik awal bagi Herman untuk menginisiasi Tokopedia Academy unggulan yang menjalankan program untuk mengembangkan talenta digital lokal.

“Kami sampai di titik ini karena dukungan dari pasar. Jadi mengapa tidak menggunakan program kami untuk memelihara pasar? Ini adalah kontribusi kami sebagai salah satu perusahaan teknologi terbesar,” katanya.

Tokopedia Academy telah menjadi tempat belajar dengan program-program antara lain 'Tech A Break' dan forum untuk berbagi pengetahuan tentang teknologi, workshop, kemitraan dengan komunitas IT dan kolaborasi strategis dengan berbagai universitas.

Tokopedia juga bermitra dengan beberapa universitas untuk program talenta digital, termasuk Universitas Indonesia terkait program Tokopedia UI AI Center of Excellence dan almamater Herman, Monash University.

Tokopedia dan Monash University sedang melakukan studi kolaboratif selama 12 bulan tentang ‘Data Science and Machine Learning for E-commerce Fraud and Anomalous Activity Classification’ dan Monash-Tokopedia Data Science Forum. Forum ini bertujuan untuk menjadi wadah penyebaran penelitian, berbagi informasi, dan diskusi tentang ilmu data demi kemajuan kedua negara.

Peserta program pembelajaran Tokopedia berasal dari berbagai perusahaan dan latar belakang. “Saya percaya bahwa jika kita ingin mengangkat seluruh kapal, kita juga perlu mengangkat laut,” imbuhnya. []