Olahraga

Inilah Guam, Negara Terkecil di Kualifikasi Piala Asia U-17

Inilah Guam, Negara Terkecil di Kualifikasi Piala Asia U-17
Tim Nasional U-17 Guam akan bermain di Kualifikasi Piala Asia U-27 2023 di Cibinong, Jawa Barat, 1-9 Oktober 2022. (TWITTER/Guam Football)

AKURAT.CO, Datang dari Laut Pasifik, Tim Nasional Guam boleh dibilang sebagai negeri yang paling tak dikenal di Kualifikasi Piala Asia U-17 2023.

Namun demikian, negara pantai ini kini sudah mulai eksis di kancah sepakbola kawasan melalui partisipasi tim nasionalnya.

Pasalnya, negara asal kawasan Samudera Pasifik ini punya banyak keunikan dalam hal sepak bola maupun umum yang sangat pantas untuk dicermati.

baca juga:

Guam di masa lampau adalah wilayah jajahan Spanyol selama kurang lebih 400 tahun lamanya sampai 1941 dimana Jepang mengambil alih.

Setelah Perang Dunia II, Guam kemudian masuk dalam wilayah kekuasaan Amerika Serikat dan ikut dipimpin oleh presiden sang negara adidaya.

Hanya saja warga Guam tidak bisa punya suara dalam pemilu presiden AS dan hanya berhak untuk menentukan pemimpin tertinggi mereka sendiri yang bergelar gubernur.

Sejarah kolonialisme yang panjang membuat negara yang terkenal dengan pariwisatanya tersebut menjadi multikultural.

Selain didiami oleh etnis Polinesia sebagai mayoritas, Guam juga menjadi rumah bagi orang Hispanik, Asia, dan juga Kaukasia.

Perbedaan tersebut bisa direkatkan dengan sepak bola. Sejak 1975 federasi Guam lahir dan kemudian menjadi anggota AFC berselang 16 tahun kemudian sebelum resmi diakui oleh FIFA di 1996.

Sayangnya meski punya kecintaan besar pada olahraga 11 lawan 11, namun keterbatasan sumber daya manusia membuat mereka menjadi salah satu negara terlemah di dunia.

Guam menempati peringkat 205 dari total 211 negara yang tergabung dalam FIFA. Hanya Kep. Turks dan Caicos, Sri Lanka, Kep. Virgins AS, Kep. Virgins Inggris, Anguilla, dan San Marino yang lebih buruk dari mereka.

Negara Liliput

Wajar mengingat Guam hanya punya 168.000 penduduk yang menempati wilayah seluas 540 km persegi yang mereka punya.

Ibu kota Indonesia, Jakarta, saja punya luas lebih dari 660 km persegi dan dihuni nyaris 11 juta jiwa menurut sensus terbaru di 2020.

Alhasil tim nasional mereka baik di level senior, junior, dan wanita menjadi sangat sulit untuk lolos dalam sebuah kejuaraan internasional.

Untuk bisa berpartisipasi di EAFF Cup yang menjadi kompetisi sub-regional bagi negara-negara Asia Timur pun Guam belum pernah.

Paling banter The Matao, julukan sangara putra senior mereka, hanya sampai di babak kualifikasi saja.

Tradisi negatif ini yang akan coba Guam putus dengan mempersiapkan sebaik mungkin keikutsertaan di kualifikasi Piala Asia U-17 2023.

Sebelum menghadapi timnas Indonesia, Malaysia, Palestina, dan Uni Emirat Arab yang tergabung dalam Grup B, mereka melakukan pemusatan latihan di AS.

Guam menempa para pemain muda mereka dengan mengadakan sejumlah uji coba melawan tim lokal sepanjang Juli lalu dan hasilnya tidak mengecewakan.

Salah satu performa terbaik anak-anak asuh Samuel San Gil adalah kala menang 4-2 atas FC Glden State West ECNL.

Striker andalan Samuel Stenson menjadi bintang berkat sumbangan empat gol. Sebuah hasil yang pantas dirayakan mereka terutama setelah nyaris tidak bisa bertanding selama pandemi global berlangsung.

Punya Bibit Bintang Barcelona

Meski secara kualitas timnas Indonesia masih jauh lebih baik di atas Guam dan lawan-lawan kuat macam Palestina dan Uni Emirat Arab lebih layak diperhatikan,  tidak ada salahnya untuk waspada.

Pelatih Garuda Muda, Bima Sakti, bahkan mengakui jika ia dan staf kepelatihan buta soal kekuatan Guam dan ini bisa menjadi bahaya apabila tidak diseriusi.

Paling tidak sebelum berjumpa di Stadion Pakansari pada Senin (03/09/22) mendatang para pemain kunci Guam setidaknya bisa diidentifikasi karena sebelumnya sudah ada data pertandingan melawan UEA.

Salah satu yang wajib diawasi adalah Gavin Baker, pemain versatile yang bisa menjadi nyawa Guam saat ini.

Baker adalah siswa akademi Barcelona cabang Arizona, AS. Meski tidak sebesar akademi Los Cules yang asli, La Masia, namun hal itu sudah cukup menggambarkan bakatnya yang menonjol.

Menang melawan Guam adalah harga mati mengingat Palestina dan UEA mungkin harus dihadapi dengan bekal keajaiban dan keberuntungan.

Begitu pula laga kontra Malaysia yang mungkin akan sulit sekali untuk ditebak karena ada pengatuh rivalitas mengakar.

Yang jelas timnas Indonesia tidak boleh sampai tergelincir di hadapan Guam karena hanya satu tim di tiap grup yang jumlahnya 10 berhak untuk lolos otomatis ke putaran final.

Menjadi runner-up sebenarnya juga bisa memberikan tiket lolos namun hanya enam juara kedua terbaik yang boleh menggenggamnya.[]

Lihat Sumber Artikel di Indosport Disclaimer: Artikel ini adalah kerja sama antara AkuratCo dengan Indosport.com Hal yang berkaitan dengan tulisan, foto, video, grafis, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab dari Indosport.com