Lifestyle

Ini yang Terjadi Ketika Ibu Hamil Stres Akibat Perselingkuhan Seperti Web Series Layangan Putus

Apa yang terjadi pada tokok Kinan "Layangan Putus", mungkin pernah dialami oleh beberapa perempuan.


Ini yang Terjadi Ketika Ibu Hamil Stres Akibat Perselingkuhan Seperti Web Series Layangan Putus
Poster web series (Instagram/layanganputus.md)

AKURAT.CO Web series terbaru "Layangan Putus" kini tengah heboh jadi perbincangan di media sosial. Ditayangkan sejak 26 November 2021 di platform streaming WeTV dan iflix, serial ini dibintangi aktor dan aktris papan atas Tanah Air. 

"Layangan Putus" mengisahkan sepasang suami istri yang rumah tangganya berantakan karena perselingkuhan. Di serial ini, Kinan yang sedang hamil tua (diperankan oleh Putri Marino) berusaha mempertahankan rumah tangganya dengan sang suami, Aris (Reza Rahadian) yang berselingkuh.

Kehadiran rekan bisnis Aris, Miranda (Frederica Cull) membuat rumah tangga Kinan bermasalah. Sementara itu Lydia (Anya Geraldine) yang merupakan psikolog Raya (Graciella Abigail) anak Aris dan Kinan, menemukan fakta mengejutkan terkait apa yang sebenarnya terjadi.

Serial "Layangan Putus" ini diadaptasi dari cerita Mommy ASF bernama Eca Prasetya tentang perselingkuhan yang dialaminya. Cerita ini sempat viral di media sosial pada 2019 lalu.

Dalam ceritanya dikisahkan bahwa sang suami dikenal religius dan punya beberapa channel YouTube dakwah. Namun, belakangan sang suami menikah dengan selebgram yang telah hijrah. 

Kisah viral itu dituangkan dalam novel karya Mommy ASF, dengan judul yang sama.

Apa yang terjadi pada tokoh Kinan, mungkin pernah dialami oleh beberapa perempuan. Menurut Profesor dari Departemen Kebidanan dan Kandungan dari NYU Langone Health, Bruce K. Young, mengatakan bahwa jika istri mengalami stres ketika mengandung, hal ini akan berpengaruh pada bayi yang dikandungnya, karena hormon stres ibu yang meningkat akan meningkatkan hormon stres bayi dalam kandungan pula.

"Jika hormon stres bayi meningkat dalam waktu yang lama, tentu saja akan berefek pada perkembangan bayi. Paparan hormon stres yang singkat tidak akan terlalu signifikan," ujar Young seperti dikutip dari laman US Weekly, pada Jumat (3/12).

Young juga mengingatkan peristiwa yang membuat stres ini bisa berefek pada proses ikatan batin antara Bunda dan anak, serta antara Ayah dengan anak.

Lalu, bagaimana dengan proses persalinan? Apakah sang ayah harus tetap mendampingi Bunda yang tengah melahirkan meski masalah antara keduanya belum tuntas?

"Si Ibu harus memutuskan apakah kehadiran Ayah kala persalinan akan menguntungkan atau tidak," ucap Young.

Dalam kondisi seperti ini, Young mengingatkan pentingnya dukungan dari orang di sekitar calon ibu.

"Tidak ada yang lebih baik untuk bayi daripada ibu yang bahagia dengan hidupnya dan ayah yang suportif terhadap keluarga. Jika hal ini bisa tercapai, maka hal lain menjadi tidak begitu penting," tutur Young.