Lifestyle

Ini yang Terjadi Jika Anak Kelebihan Vitamin

Kelebihan vitamin seperti vitamin C dan D pada si kecil juga tidak bagus loh. berikut apa saja dialami anak ketika terlalu berlebihan mengonsumsi vitamin


Ini yang Terjadi Jika Anak Kelebihan Vitamin
Ilustrasi anak-anak di Childcare (Thesun.co.uk)

AKURAT.CO, Sistem imunitas tubuh berpengaruh pada kekebalan anak-anak untuk melawan infeksi, termasuk Covid-19. Oleh karena itu, menurut Spesialis Anak Konsultan Gastrohepatologi, Ariani Dewi Widodo, anak-anak tidak boleh kekurangan vitamin. Karena, kekurangan vitamin bisa menyebakan kekurangan metabolisme tubuh pada anak.

Sebab, pada era pandemi seperti ini perlu adanya pengoptimalan kondisi metabolisme untuk mencegah terpaparnya Covid-19. Menurut Ariani, terkadang kandungan zat pada makanan yang dikonsumsi anak, kurang mencukupi kebututan vitamin anak. Sehingga,  ini memerlukan suplemen vitamin misalnya vitamin C atau vitamin D.

Akan tetapi, kelebihan vitamin seperti vitamin C dan D pada si kecil juga tidak bagus, loh. Menurut Ariani, kelebihan vitamin bisa menyebabkan pusing, diare bahkan mengganggu kinerja ginjal.

Oleh karena itu, berikut apa saja yang akan dialami anak ketika terlalu berlebihan mengonsumsi vitamin, berdasarkan keterangan dari Ariani saat melakukan siaran langsung bersama Akurat.co di Instagram.

View this post on Instagram

A post shared by AKURATCO (@akuratco)

Vitamin D

“Kalau kelebihan vitamin D, ada pengaruh seperti pusing, mual,dan diare seperti gejala umun kelebihan vitamin,” ujar Ariani melalui siaran langsung bersama Akurat.co, Selasa, (08/3).

“Kelebihan vitamin D terjadi karena anjuran konsumsinya dari refrensi-refrensi berbeda yang beredar di media sosial, yang terkadang sumbernya tidak resmi atau bukan dari ahlinya sehingga membuat keadaan panik agar terhindar dari infeksi Covid-19,” tambahnya.

Vitamin C

“Kelebihan vitamin C bisa menyebabkan kerancunan, toksik kronik, sakit pada sendi cukup hebat, menyebabkan pengkristalan pada saluran kemih hingga bisa gagal ginjal,” katanya.

“Kelebihan vitamin juga berdampak pada saluran cerna seperti kram perut, diare atau gastritis,” sambungnya.

Ariani menambahkan, cara aman mengonsumsi vitamin pada anak adalah mengikuti anjuran pemakaian pada kemasan suplemen vitamin atau mengikuti dosis dari resep dokter.

“Kalau dosis vitamin maksimal untuk anak dari 1-3 tahun ke atas adalah 400 mg, namum pemberian suplemen anak jangan maksimal di dosis 400 mg, karena masih ada asupan vitamin dari makanan yang dimakan. Anak bisa dikasihkan vitamin dengan 100-200 mg,” ucapnya.[]