Rahmah

Ini yang Perlu Dilakukan Seseorang yang Pernah Melakukan Dosa Zina

Jangan pernah melakukan ini, bahaya!


Ini yang Perlu Dilakukan Seseorang yang Pernah Melakukan Dosa Zina
Ilustrasi seseorang (ISTIMEWA)

AKURAT.CO Zina adalah perbuatan persetubuhan antara laki-laki dan perempuan yang tidak terikat dengan pernikahan atau perkawinan. Tidak hanya persetubuhan, segala hal yang mengarah pada aktivitas seksual antara laki-laki dan perempuan yang belum menikah dihukumi sebagai zina.

Orang yang terlanjur pernah melakukan zina, hendaknya tidak menceritakan kepada orang lain, sebab itu merupakan aib. Demikian disebutkan oleh Syekh Ibrahim Al-Baijuri, dalam Hasyiyatul Baijuri, juz II, halaman 430, mwmgatakan sebagai berikut:

يُسَنُّ لِلزَّانِي وَلكُلِّ مَنْ ارْتَكَبَ مَعْصِيَةً أَنْ يَسْتُرَ عَلَى نَفْسِهِ: مَنْ أَتَى مِنْ هَذِهِ الْقَاذُورَاتِ شَيْأً فَلْيَسْتَتِرْ بِسِتْرِ اللَّهِ تَعَالَى، فَإِنَّ مَنْ أَبْدَى لَنَا صَفْحَتَهُ أَقَمْنَا عَلَيْهِ الْحَدَّ رواه الْحَاكِمُ وَالْبَيْهَقِيُّ بِإِسْنَادٍ جَيِّدٍ. ويَتُوبَ بَيْنَه وبَيْنَ اللهِ تعالى فإِنَّ اللهَ يُقْبِلُ تَوْبَتَه إِذَا أَخْلَصَ نِيَّتَه 

Artinya: “Pelaku zina dan orang yang melakukan maksiat lainnya disunahkan menutupi aib dirinya. Rasulullah SAW bersabda, ‘Siapa yang melakukan perbuatan keji, hendaklah menutupi (aib) dirinya dengan tutupan Allah SWT. Sedangkan orang yang menampakkan ‘muka’-nya di hadapan kami, niscaya kami akan menegakkan hudud baginya,’ HR Al-Hakim dan Al-Baihaqi dengan sanad yang baik. Ia juga disunahkan untuk bertobat atas dosanya kepada Allah. Allah akan menerima pertobatannya bila mengikhlaskan niatnya."

Bahkan menurut M Khatib bin Syarbini, dalam Mughnil Muhtaj, juz IV, halaman 195, menyatakan, mengakui telah berzina agar dikenakan sanksi hudud atau takzir menyalahi anjuran agama. 

فإظهارها ليحد أو يعزر خلاف المستحب ، وأما التحدث بها تفكها فحرام قطعا للأخبار الصحيحة فيه 

Artinya: “Upaya pengakuan maksiat (zina) agar dikenakan sanksi hudud atau takzir menyalahi anjuran agama. Sedangkan bicara (mengakui) maksiat tersebut dengan bergurau jelas haram berdasarkan hadits tersebut."

Zina merupakan perbuatan yang sangat dan amat keji. Oleh karena itu jangan sampai seseorang yang terlanjur pernah melakukan perbuatan dosa tidak menceritakan kepada orang lain. 

Muhammad bin Yusuf bin Abil Qasim Al-Abdari, dalam At-Taj wal Iklil li Mukhtashar Khalil, juz VI halaman 166, mengutip salah satu riwayat, sebagai berikut;

قَالَ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : مَنْ أَصَابَ مِنْ مِثْلِ هَذِهِ الْقَاذُورَاتِ شَيْئًا فَلْيَسْتَتِرْ بِسِتْرِ اللَّهِ  قَالَ فِي التَّمْهِيدِ : فِي هَذَا الْحَدِيثِ دَلِيلٌ عَلَى أَنَّ السِّتْرَ وَاجِبٌ عَلَى الْمُسْلِمِ فِي خَاصَّةِ نَفْسِهِ إذَا أَتَى فَاحِشَةً ، وَوَاجِبُ ذَلِكَ أَيْضًا فِي غَيْرِهِ

Artinya: “Rasulullah SAW bersabda, ‘Barang siapa yang melakukan sesuatu dari yang semisal perbuatan yang keji, maka hendaknya ia merahasiakannya dengan tutupan Allah.’ Dalam Kitab At-Tamhid, Ibnu Abdil Barr berkata bahwa hadits ini menunjukkan bahwa ketika seorang Muslim melakukan perbuatan yang keji wajib baginya menutupinya, dan begitu juga menutupi orang lain."

Hal yang perlu dilakukan jika ada orang yang terlanjur melakukan zina adalah tidak menceritakan aibnya itu kepada orang lain. Bahkan walaupun atas dasar pengakuan agar dirinya dihukumi rajam. Wallahu A'lam.[]

Sumber: NU Online