Olahraga

Ini yang Dilakukan Ginting untuk Tundukkan Chou Tien Chen

Tunggal putra terbaik Indonesia itu bahkan mampu menang lewat straight set.


Ini yang Dilakukan Ginting untuk Tundukkan Chou Tien Chen
Tunggal putra Indonesia, Anthony Sinisuka Ginting saat menghadapi wakil Chinese Taipei, Chou Tien Chen (Badmintonphoto/Yves Lacroix.)

AKURAT.CO, Anthony Sinisuka Ginting mengantarkan poin pertama bagi Indonesia atas Chinese Taipei. Bertanding di Ceres Arena, Aarhus, Denmark, Rabu (13/10), peraih medali perunggu Olimpiade Tokyo ini sukses mengatasi Chou Tien Chen dengan 22-20, 21-16.

Mampu menang straight set, Ginting mengakui sumbangan poin perdananya untuk tim Thomas Indonesia ini karena ia mampu merancang strategi permainan menghadapi wakil Chinese Taipei tersebut.

“Ritme dan pola permainan saya bisa masuk semua. Sehingga di gim kedua tinggal meneruskan saja. Seandainya pun gagal, saya sudah siapkan pola yang lain. Inilah yang mengantarkan saya menang,” jelas Ginting seusai laga kepada tim Humas PBSI.

“Senang dan bersyukur bisa nenyumbangkan angka pertama bagi Indonesia di pertandingan yang sangat menentukan ini. Apalagi saya sudah banyak gagal dan belum menyumbang angka sejak Piala Sudirman lalu.”

Ginting sebelumnya sudah bertemu 12 kali dengan Chou Tien Chen di mana kedudukannya imbang 6-6. Ginting terakhir menang di Hong Kong Terbuka 2019. Sementara kekalahan terakhir diderita Ginting di BWF World Tour Finals 2020.

Untuk mencari kemenangan atas pemain peringkat empat dunia itu, Ginting juga mengakui bahwa ia sedari set awal sudah langsung mencoba bermain dengan maksimal. Terlebih, ini adalah partai krusial bagi Tim Garuda.

“Dari awal saya mencoba main all out. Main maksimal untuk mengeluarkan kemampuan terbaik. Apalagi ini partai yang sangat menetukan dan penting untuk nasib Indonesia,” sebut Ginting.

Pun begitu, pelatih tunggal putra Irwansyah menilai bahwa anak didiknya itu sempat tampil dengan ragu-ragu. Namun, setelah itu Ginting bisa tampil tenang dan membuat permainannya keluar semua.

“Ginting juga tak monoton dan lebih bervariasi dalam bermain. Di gim kedua, tempo dipegang Ginting terus dan bisa main apa saja, lebih enak,” sebut Irwansyah.

Berkat kemenangan Ginting yang berada di rangking 5 dunia, Indonesia pun unggul 1-0 atas Chinese Taipei.

Sayang, di pertandingan kedua, ganda putra Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto harus mengakui keunggulan peraih emas Olimpiade Tokyo, Lee Yang Wang Chi-Lin dengan pertarungan ketat 26-28, 21-16 dan 14-21.

Hasil ini kembali membuat kedudukan kembali menjadi sama kuat 1-1 bagi Indonesia dan Chinese Taipei.[]