News

Ini Total Ungkapa Narkoba Polda Metro Jaya Dari Januari sampai Juni 2021

Polda Metro Jaya


Ini Total Ungkapa Narkoba Polda Metro Jaya Dari Januari sampai Juni 2021
Rillis sabu 1,1 ton

AKURAT.CO, Sukses memerangi peredaran gelap narkoba di wilayah DKI Jakarta sejak Januari hingga Juni, Polda Metro Jaya dan jajarannya mendapat apresiasi dari Kapolri, Jendral Listyo Sigit Prabowo.

"Polri terus perangi penyalahgunaan narkotika, selamat kepada Kapolda Metro Jaya dan Dir Narkoba yang sudah berhasil mengungkap 1,19 ton narkoba," kata Sigit dalam pers rilis pada Senin (14/6/2021). 

Menurut Sigit, dari Januari hingga Juni 2021, Polda Metro Jaya berhasil mengungkap peredaran gelap narkoba kurang lebih 19.219 kasus dengan jumlah tersangka sebanyak 24. 878 orang.

Dari jumlah tersebut, Polda Metro Jaya berhasil mengumpulkan barang bukti yang terdiri dari 2,14 ton ganja, 6,64 ton sabu, 73,4 gram heroin, 106,84 gram kokain, 34 ton tembakau gorila dan 239,227 butir pil ekstasi. 

"Tentunya dengan hasil kasus ini saya mengucapkan selamat kepada jajaran Polda Metro. Kapolda Dir Narkoba dan jajarannya serta Polres Jakarta Pusat kali ini telah mampu mengkungkap transaksi narkoba jaringan Timur Tengah. Yang mana kali ini mereka bekerjasama dengan warga negara baik Indonesia maupun asing yang menjadi narapida lapas di Cilegon," ungkap Sigit. 

Dia mengatakan, pengungkapan kali ini tentunya merupakan bagian dari komitmen kita untuk melakukan pemberantasan terhadap kejahatan peredaran gelap narkoba. Dimana beberapa waktu yang lalu kita sudah ungkap kurang lebih 2,5 ton yang juga melibatkan jaringan Timur Tengah dan juga melibatkan pelaku dari lapas. 

"Jadi kalau kita lihat dalam satu bulan ini kurang lebih hampir 3,6 ton narkoba yang berhasil kita amankan. Kalau kita hitung selama tiga bulan dari mulai bulan Januari mungkin kurang lebih ada sekitar 5 ton lebih," kata Sigit. 

Menurut Sigit, kondisi seperti ini kita semua sangat prihatin ditengah situasi pandemi Covid - 19, dimana kita sedang sibuk untuk menekan laju pertumbuhan Covid - 19, namun ternyata peredaran narkoba juga sangat tinggi.

 "Ini artinya apa? artinya, bahwa kita semua prihatin bahwa indonesia saat ini menjadi negara dengan jumlah konsumen sangat bersar terbukti dengan beredarnya narkoba dalam kurun waktu yang tidak lama," jelasnya.

Dia menambahkan, walaupun kita bisa ungkap peredaran gelap narkoba di Indonesia,  tapi ini merupakan gambaran yang tentunya ini menjadi keprihatinan kita bersama. 

"Terkait dengan peredaran narkoba, kita harus bisa berantas hingga ke akar-akar," tutup Sigit.