Ekonomi

Ini Tips Hemat Bagi Yang Boros Setelah Libur Lebaran

ikuti tips berhemat setelah lebaran agar finansial stabil dibulan mendatang :


Ini Tips Hemat Bagi Yang Boros  Setelah Libur Lebaran
Ilustrasi hidangan Lebaran (Best Life)

AKURAT.CO Biasanya penyakit setelah Lebaran  keuangan bulanan menjadi tak stabil karena pengeluaran hari raya begitu besar, mulai dari biaya membeli kue kering, pampers bagi-bagi angpao THR dan belanja lainnya. Apalagi kamu  yang memiliki konsumsi tinggi dan memiliki sifat hedon, tentu saja setelah lebaran setiap tahunnya menjadi tantangan besar.

Dari pada pusing mikirin keuangan habis lebaran, yuk ikuti tips berhemat setelah lebaran agar finansial stabil dibulan mendatang :

1. Kurangi belanja online

Selama pandemi ini belanja online menjadi aktivitas yang cukup buat nagih, karena banyak barang murah berserakan terutama di minggu lebaran. Sebaiknya jika sudah banyak pengeluaran kurangi mengunjungi e-commerce agar tak tergoda untuk berbelanja.

Hemat lah anggaran setelah lebaran, agar keuangan bulanan lebih stabil.

2. Prioritaskan Kebutuhan

Harus kalian pahami bahwa kebutuhan dan keinginan itu berbeda. Kebutuhan jauh lebih tinggi dari sekedar keinginan atau keperluan. Cara menyeimbangkan keuangan salah satunya dengan memprioritaskan kebutuhan.

Keinginan bisa dipenuhi setelah kebutuhan terpenuhi. Intinya buatlah skala prioritas terhadap barang-barang yang benar-benar dibutuhkan. Ada kebutuhan yang sifatnya urgent dan itu wajib diprioritaskan. Setelah itu baru berkir memenuhi kebutuhan yang tingkat urgensinya lebih rendah.

3. Membuat Anggaran Belanja

Dampak hedonisme sangat kuat terhadap finansial, jadi penting buat kalian untuk membuat anggaran belanja. Ini merupakan cara efektif untuk mengatur aliran dana yang masuk atau keluar. Dalam anggaran belanja ini tentu saja fokus kalian adalah perencanaan pengeluaran.

Buatlah poin-poin kebutuhan harian, mingguan, dan bulanan. Namun ingat, setiap pengeluaran perlu kalian atur di pos-pos yang jelas.

Dengan membuat anggaran belanja, kalian lebih mudah mendapat gambaran besaran pengeluaran dalam satu bulan, termasuk dana yang harus dipersiapkan. Intinya dengan membuat anggaran belanja, kalian sudah memiliki parameter untuk menentukan target pengeluaran.

Kalian juga harus disiplin dan konsekuen terhadap anggaran yang sudah dirumuskan. Jadi harus mampu menepati semua anggaran yang kalian buat sendiri. Kendalikan diri sehingga anggaran yang tersedia untuk kebutuhan utama tidak kalian alokasikan ke pos-pos yang tidak penting.

4. Hindari Penggunaan Credit Card

Abaikan rayuan bank dengan promo-promo produk kartu kreditnya. Ibarat ‘setan’ kartu kredit mudah merayu kalian terjebak gaya hidup konsumtif. Dengan kartu kredit kalian sangat mudah belanja apa saja, kapan saja, dan dimana saja, termasuk belanja barang-barang yang sebenarnya tidak kalian butuhkan.

Belanja dengan kartu kredit harus punya komitmen tinggi, jika lost control itu berbahaya. Sekadar diketahui, dalam perencanaan keuangan proporsi ideal untuk pos utang dalam kartu kredit adalah 30 persen dari penghasilan per bulan dan persentase itu sudah harus maksimal.

Jika pengeluaran kartu kredit melampaui persentase tersebut kondisi finansial kalian bisa goyah. Berikutnya bisa jadi kalian mengalami kesulitan keuangan, bahkan terlilit utang. Ini belum diperparah dengan cicilan utang credit card yang bunganya rata-rata 2-3 persen setiap bulannya. Jadi bunga per-tahun mencapai 24-36 persen.

Apa risikonya jika kartu kredit tidak segera dilunasi? Tentu saja uang kalian habis terkuras karena dalam kartu kredit berlaku suku bunga efektif. Jadi akan terus terhitung jika kalian hanya membayar minimum cicilan saja.

Sisa bunga yang belum terbayar kemudian berbunga, begitu seterusnya sampai gaya hidup hedonisme memaksa kalian harus berhadapan dengan debt collector. Ibaratkan sedang sakit kalian harus berusaha untuk sembuh. Tidak ada sakit yang tidak ada obatnya.[]

Denny Iswanto

https://akurat.co