News

Ini Tips Hadapi Debt Collector yang Mau Tarik Kendaraan

Tips yang paling ampuh adalah dengan membayar cicilan tepat waktu


Ini Tips Hadapi Debt Collector yang Mau Tarik Kendaraan
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus (kanan). (AKURAT.CO/Miftahul Munir)

AKURAT.CO, Debt collector kerap membuat resah masyarakat yang menunggak cicilan kredit kendaraan karena mengambil secara paksa di jalan. Tidak sedikit tindakan tersebut berujung saling tarik-menarik kendaraan hingga menimbulkan kericuhan.

Terkait hal ini, Polda Metro Jaya pun memberikan penjelasan mengenai debt collector yang boleh menarik kendaraan.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan, debt collector ini mendapat kuasa untuk menarik kendaraan dari perusahaan finance atau leasing yang berhubungan dengan pemilik mobil.

"Itu fiducia namanya. finance atau leasing bisanya menunjuk atau menguasakan pada satu PT (jasa penagih atau debt collector)," kata Yusri kepada wartawan, Sabtu (15/5/2021).

Namun, perusahaan yang ditunjuk oleh leasing atau finance harus memiliki kredibilitas, minimal para penagih di lapangan memiliki Sertifikasi Profesi Penagihan Pembiayaan (SPPI).

"Dari perusahaan (leasing) tersebut memerintahkan orang dengan kuasa juga sebagai debt collector untuk menagih itu minimal punya surat kuasa dan SPPI sertifikasi," terang dia. 

Dengan demikian, apabila debt collector menagih atau menarik paksa kendaraan tanpa dilengkapi SPPI sertifikasi, maka jangan diberikan.

"Pembelajaran ke masyarakat apabila ada debt collector mau mengambil kendaraan tanpa ada surat kuasa dan SPPI-nya jangan diberikan, itu perbuatan yang salah," ucap dia.

Sertifikasi itu dikeluarkan oleh Badan Sertifikasi Nasional (BSN) dan apabila debt collector mau menjadi penagih yang baik maka harus memiliki sertifikasi.

"Kalau diambil kendaraan karena ada tunggakan bayaran, tanyakan dulu (ke debt collector) surat kuasa mana, SPPI mana, kalau gak ada salah satu itu jangan diberikan," ujarnya.

"Kalau dirampas segera laporkan ke kepolisian. Kami akan lakukan penindakan hukum sesuai unsur yang dipersangkakan ke dia ada Pasal 335, 363 KUHP ancaman 9 tahun penjara," sambung dia.[]

Bayu Primanda

https://akurat.co