Lifestyle

Ini Tindakan yang Bisa Dilakukan Orang Tua Saat Anak Dipaksa Soal Pemakaian Seragam Sekolah

Tindakan apa yang dilakukan, jika anak di sekolah mendapatkan perlakuan pemaksaan dan pelarangan penggunaan atribut keagamaan sebagai seragam sekolah,


Ini Tindakan yang Bisa Dilakukan Orang Tua Saat Anak Dipaksa Soal Pemakaian Seragam Sekolah
Orang tua memilih seragam sekolah baru untuk anaknya di salah satu kios di Pasar Kebayoran Lama, Jakarta, Rabu (6/7/2022). (AKURAT.CO/Dharma Wijayanto)

AKURAT.CO  Seorang siswi di SMAN 1 Banguntapan Bantul, DIY, alami depresi usai diduga dipaksa mengenakan jilbab di sekolahnya. 

Siswa tersebut mengaku dipaksa memakai hijab sebagai salah satu bagian seragam wajib ketika Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). 

Siswi ini mengaku dipaksa menggunakan jilbab oleh guru Bimbingan dan Konseling (BK). Dia pun kemudian mengalami depresi akibat paksaan tersebut, sempat tidak mau makan hingga menolak berbicara dengan orangtuanya.

baca juga:

Tak hanya itu, pada Januari 2021 lalu, pernah viral kasus di SMKN 2 Padang yang mewajibkan siswi non-muslim mengenakan jilbab. 

Kepala Sekolah SMKN 2 Padang menyebut sekolah mereka menerapkan aturan penggunaan wajib jilbab untuk siswi sejak 2005 merujuk pada  pada instruksi Wali Kota Padang Nomor 451.442/BINSOS-iii/2005 tentang aturan penggunaan jilbab. Kasus tersebut telah diselesaikan secara kekeluargaan dan kepala sekolah sudah meminta maaf.

Tak hanya pemaksaan, pelarangan siswa  memakai atribut agama seperti jilbab, juga pernah terjadi di Bali dan Maumere.

Hal ini membuat para orang tua merasa tidak aman dan nyaman, menyekolahkan anakanya. 

Koordinator P2G (Perhimpunan untuk Pendidikan dan Guru) Satriwan Salim, mengatakan bahwa tak hanya pemaksaan, pelarangan memakai atribut agama oleh siswa di sekolah termasuk bentuk diskriminatif.

Oleh karena itu, Salim menyayangkan adanya kasus pemaksaan dan pelarangan seragam sekolah, yang sudah diatur dalam Permendikbud Nomor 45 Tahun 2014 Tentang Seragam Sekolah