Rahmah

Ini Tanda-tanda Seseorang yang Hajinya Mabrur

Balasan haji yang mabrur tidak lain kecuali surga


Ini Tanda-tanda Seseorang yang Hajinya Mabrur
Jamaah Haji mengelilingi Kakbah dan berdoa di Hajar Aswad menjelang ibadah Haji tahunan di kota suci Mekah, Arab Saudi, 16 Agustus 2018. (REUTERS)

AKURAT.CO  Setiap orang yang berangkat haji menginginkan hajinya mabrur dan dibalas dengan pahala serta ampunan yang berlipat-lipat oleh Allah SWT. Sebab, haji yang mabrur tidak lain balasannya kecuali surga.

Nabi Muhammad Saw bersabda:

الْحَجَّةُ الْمَبْرُورَةُ لَيْسَ لَهُ جَزَاءٌ إِلَّا الْجَنَّةُ 

Artinya: “Tidak ada balasan bagi haji mabrur kecuali surga.” (HR An-Nasa’i).

Lalu bagaimana ciri dari orang yang hajinya mabrur? Jalaluddin as-Suyuthi, dalam Syarhus Suyuthi li Sunan an-Nasa’i, mengutip pandangan Imam An-Nawawi mengatakan:

قَالَ النَّوَوِيّ مَعْنَاهُ أَنَّهُ لَا يَقْتَصِر لِصَاحِبِهَا مِنْ الْجَزَاء عَلَى تَكْفِير بَعْض ذُنُوبه لَا بُدّ أَنْ يَدْخُل الْجَنَّة قَالَ : وَالْأَصَحّ الْأَشْهَر أَنَّ الْحَجّ الْمَبْرُور الَّذِي لَا يُخَالِطهُ إِثْم مَأْخُوذ مِنْ الْبِرّ وَهُوَ الطَّاعَة 

Artinya: “Menurut Muhyiddin Syarf an-Nawawi makna hadits “Tidak ada balasan bagi haji mabrur kecuali surga” adalah bahwa ganjaran bagi orang dengan haji mabrur tidak hanya sebatas penghapusan sebagian dosa. Mabrur itu yang mengharuskan ia masuk surga. Imam Nawawi berkata: ‘Yang paling sahih dan masyhur adalah bahwa haji mabrur yang bersih dari dosa itu diambil dari al-birr (kebaikan) yaitu ketaatan."

Dari penjelasan di atas, orang yang hajinya mabrur adalah mereka yang setelah haji bertambah nilai ketakwaannya.

Sementar dalam sebuah hadits, Nabi mengatakan bahwa orang yang hajinya mabrur adalah neraka yang gemar bersedekah dan ucapannya sekali dalam kebaikan, bagaimana dikutip Imam Badrudin Al-Aini dalam Umdatul Qari-nya. 

سئل النبي ما بر الحج قال إطعام الطعام وطيب الكلام وقال صحيح الإسناد ولم يخرجاه 

Artinya: “Rasulullah SAW ditanya tentang haji mabrur. Rasulullah kemudian berkata, ‘Memberikan makanan dan santun dalam berkata.’ Al-Hakim berkata bahwa hadits ini sahih sanadnya tetapi tidak diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim.”

Dalam pandangan yang lain dikatakan ciri dari haji yang mabrur ialah tidak adanya riya' pada diri seseorang yang selesai berangkat haji. Selain itu, ia juga senang meninggalkan hal-hal kemaksiatannya.

Sumber: Nu Online