News

Ini Syarat Bagi Jemaah yang Hendak Ibadah di Masjid Istiqlal

Pengelola Masjid Istiqlal menerapkan protokol kesehatan ketat bagi jemaah yang ingin salat di dalam masjid.


Ini Syarat Bagi Jemaah yang Hendak Ibadah di Masjid Istiqlal
Kabid Pendidikan dan Pelatihan Masjid Istiqlal Faried F Saenong (Tangkapan layar YouTube BNPB)

AKURAT.CO, Pengelola Masjid Istiqlal menerapkan protokol kesehatan ketat bagi jemaah yang ingin salat di dalam masjid. Para jemaah yang datang wajib mengunggah aplikasi e-Istiqlal.

Aplikasi e-Istiqlal digunakan sebagai upaya antisipasi bila ada kasus Covid-19 yang muncul akibat dibukanya kegiatan ibadah selama Ramadan di masjid-masjid.

Pernyataan itu disampaikan Kabid Pendidikan dan Pelatihan Masjid Istiqlal Faried F Saenong dalam acara Talkshow bertajuk "Bulan Suci Ramadhan Sebagai Momentum Melindungi Diri Dari Resiko Covid-19" yang diselenggarakan Satgas Covid-19 secara virtual, Senin (12/4/2021).

"Mereka yang datang (jemaah) akan teregistrasi secara elektronik di aplikasi e-Istiqlal. Jadi kalau jamaah yang mau datang ke Masjid Istiqlal sudah Mendowload aplikasi kita. Dengan itu, kita bisa tracing kalau ada kasus (Covid-19). Mudah-mudahan tidak ada," ujarnya.

Tahun ini, pengelola Masjid Istiqlal juga meniadakan kegiatan buka puasa bersama, sahur bersama hingga itikaf.

Jumlah jemaah dibatasi paling banyak 2.300 orang per hari. Setelah teregistrasi, jemaah yang hendak datang wajib menjawab beberapa pertanyaan quisioner. Model itu tentu bertujuan untuk memudahkan pelacakan terhadap aktivitas para jemaah yang hendak melaksanakan ibadah.

"Aplikasi ini sudah didesain mudah. Download dari android, tinggal mengisi beberapa quisioner. Meskipun nanti kita bisa banyak menerima manfaat dari e-Istiqlal itu sendiri," katanya.

Selain itu, dia meminta masyarakat menahan diri untuk tidak mudik. Mengingat pandemi Covid-19 hingga tahun kedua Ramadan tak kunjung terkendali.

"Kita harus bersabar. Kita ingin bergabung dengan keluarga, kita masih ada suasana pandemi seperti ini. Ya, jangan sampai justru menjadi pusat penyebaran gelombang kedua, sementara kita sudah melalui berapa step. Termasuk vaksinasi. Jangan sampai kita kembali ke suasana sebelumnya," ujarnya.[]

Arief Munandar

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu