Ekonomi

Ini Strategi Mentan Agar Susu Sapi Segar Tak Lagi Bergantung Impor

Nota kesepahaman ini untuk mengembangkan peternakan dan kesehatan hewan atau meningkatkan produksi susu segar.


Ini Strategi Mentan Agar Susu Sapi Segar Tak Lagi Bergantung Impor
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo

AKURAT.CO Secara nasional jumlah populasi sapi perah relatif stagnan, yaitu sekitar 0,5 juta ekor dengan produksi susu segar dalam negeri (SSDN) di kisaran 0,9 juta ton. Menurut Badan Pusat Statistik (BPS), tingkat konsumsi susu masyarakat Indonesia tahun 2019 masih berkisar 16,27 kg per kapita/tahun.

Sedangkan, kebutuhan susu di Indonesia mencapai 4,3 juta ton per tahun, sementara produk susu nasional belum sampai 1 juta ton per tahunnya. Sehingga kontribusi susu dalam negeri terhadap kebutuhan susu nasional baru sekitar 22 persen demi mencukupi maka dilakukan impor.

Untuk itu, Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) menandatangani nota kesepahaman dengan Pemerintah Kabupaten Gowa dan PT Sumber Citarasa Alam (PT Cimory Group) serta Kesepakatan Bersama antara Pemda Gowa dan Universitas Hasanudin, kemarin.

baca juga:

Penandatanganan nota kesepahaman ini dalam rangka wujud nyata sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, perguruan tinggi dan perusahaan swasta serta stakeholder terkait lainnya dalam kontribusinya mengembangkan peternakan dan kesehatan hewan atau meningkatkan produksi susu segar.

"Saya ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mempersiapkan acara ini. Apresiasi yang cukup besar kepada Pemda Gowa yang telah menginisiasi dan memfasilitasi investasi sapi perah dan PT Sumber Citarasa Alam/Cisarua Mountain Dairy (PT Cimory) yang telah berkenan berencana melakukan investasi pengolahan susu," ujar Direktur Jenderal PKH Kementan Nasrullah lewat keterangan tertulisnya, Jakarta, Selasa (2/3/2021).

Nota Kesepakatan ini dimaksudkan juga sebagai salah satu landasan dalam pelaksanaan pengembangan komoditas peternakan di Kabupaten Gowa Provinsi Sulawesi Selatan dalam pelaksanaan program super prioritas peternakan.

Untuk itu Nasrullah berharap dengan masuknya investasi pengolahan produk susu sapi perah oleh PT Cimory, merupakan langkah awal adanya kepastian pasar dari produk susu.

Selain jaminan pasar bagi para peternak sapi perah, melalui penerapan teknologi dalam penanganan produk susu akan memberikan nilai tambah yang merupakan sumber gizi dari masyarakat di Sulawesi Selatan.

"Saya harap ini bisa menjadi momentum agar bersama-sama meningkatkan produksi, peningkatan daya saing peternakan, dan inovasi menuju pengembangan agribisnis peternakan rakyat sekaligus pengembangan investasi usaha peternakan," papar Nasrullah.

Dhera Arizona Pratiwi

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu