News

Ini Sosok Pemilik Rumah Gedong di Menteng yang Disegel Anak Buah Anies Baswedan

Pemilik rumah di Jalan Lembang Nomor 7 Menteng itu ternyata merupakan pengusaha tajir


Ini Sosok Pemilik Rumah Gedong di Menteng yang Disegel Anak Buah Anies Baswedan
Sebuah rumah mewah di Kawasan Menteng, Jakarta Pusat disegel Anies Baswedan karena langgar IMB (ISITIMEWA)

AKURAT.CO, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyegel sebuah rumah mewah di Jalan Lembang Nomor 7, Menteng Jakarta Pusat, penyegelan dilakukan karena dinilai melanggar Izin Mendirikan Bangunan (IMB). Dimana pembangunan bagian basement dianggap menyalahi peraturan tata ruang.

Kepala Seksi Penindakan, Dinas Cipta Karya, Tata Ruang, dan Pertanahan (CKTRP) Syahruddin mengatakan, pihaknya sudah mengetahui pemilik rumah gedong itu, dia merupakan seorang pengusaha tajir.

"Iya (pengusaha) orang Menteng," kata Syahruddin saat dikonfirmasi, Minggu (13/6/2021).

Kendati begitu Syahruddin enggan membeberkan nama pemilik bangunan itu secara detail, meski didesak.  Syahruddin berdalih tak tahu persis nama pengusaha itu sebab pengawasan rumah tinggal ada di lingkup Kecamatan. Kata dia, dirinya tidak begitu mendalami sosok pemilik bangunan itu.

"Kita enggak tahu persis yang punya bangunan ini," tuturnya.

Syahruddin mengatakan, penyegelan itu sudah dilakukan pada  Sabtu (13/6/2021) kemarin pihaknya memberi tenggat waktu dua minggu kepada pemilik rumah untuk menyelesaikan masalah itu. Bangunan bawah tanah yang dinilai melanggar IMB diminta diuruk kembali.

"Kami arahkan pemilik bangunan untuk segera menyesuaikan basement. Dia tinggal uruk-uruk itu, kalau dia sudah uruk-uruk itu ya sudah selesai sebenarnya masalahnya,"tuturnya.

Sementara itu  Wali Kota Administrasi Jakarta Pusat, Dhany Sukma menyebut, penyegelan kali adalah yang kedua kalinya, sebelumnya bangun itu pernah disegel pihaknya pada 2020 lalu karena masalah yang sama.

Dhay menuturkan, pada penyegelan pertama pemilik bangunan kemudian menyanggupi pembongkaran sendiri atas pelanggaran pembangunan yang dilakukan dan menyesuaikan dengan izin yang ada, kemudian pemilik mengajukan permohonan pembukaan penyegelan pada Februari 2021.

"Setelah penyegelan dibuka (penyegelan 2020) tetap dilakukan pengawasan dan pemantauan atas pembangunan tersebut, dan ditemukan kembali pelanggaran ketentuan yang berlaku," kata  Dhany

Dhany mengklaim pelanggaran kedua ini ditemukan pada  area basement, kata dia, pembangunanruang  bawah tanah itu menyalahi aturan jadi  harus diuruk dan disesuaikan dengan perizinan yang ada. Dhany telah menugaskan Kepala Sudin CKTRP Jakarta Pusat untuk memerintahkan pemilik bangunan segera melakukan pengurukan secara permanen terhadap luasan area basement yang melanggar.

"Terkait masih ditemukan pelanggaran dalam proses pembangunan di rumah tinggal di Jl. Lembang No. 7, saya menugaskan Sudin CKTRP Kota Administrasi Jakarta Pusat untuk menyegel bangunan tersebut. Selanjutnya, akan diproses sesuai dengan ketentuan yang berlaku," tutupnya. []

Bayu Primanda

https://akurat.co