Rahmah

Ini Solusi bagi Jemaah Haji yang Mengalami Haid dan Sakit

Orang yang sedang haid dan sakit tidak bisa melakukan umrah wajib


Ini Solusi bagi Jemaah Haji yang Mengalami Haid dan Sakit
Jemaah haji (Humas Kemenag)

AKURAT.CO Segala persiapan sudah dipersiapkan jemaah haji sebelum berangkat ke Tanah Suci, namun ada saja kendala yang dialami sehingga proses ibadah terganggu.

Menurut Juru Bicara Penyelenggara Perjalanan Ibadah Haji (PPIH) Akhmad Fauzin menjelaskan bahwa ada dua kategori jemaah haji yang kemungkinan berhalangan melaksanakan umrah wajib, yaitu perempuan yang sedang haid dan jemaah (laki-laki atau perempuan) yang sedang sakit.

Lebih lanjut, Fauzin, sapaan akrabnya, untuk perempuan yang mengalami haid sehingga tidak bisa melaksanakan umrah wajib, harus memperhatikan tiga hal berikut. Pertama, menunggu sampai masa haidnya selesai, kemudian mandi wajib dan melakukan umrah wajib.

baca juga:

“Jika sampai mendekati masa wukuf halangannya belum selesai, agar minum obat sesuai petunjuk dokter untuk menghentikan haidnya. Jika sudah bersih, melakukan mandi wajib dan melaksanakan umrah wajib,” ujar Fauzin saat memberikan keterangan pers di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Minggu (26/6/2022), dikutip AKURAT.CO dari laman resmi Kemenag.

“Jika langkah minum obat tidak memungkinkan dan waktu segera tiba, dapat mengubah niatnya dari haji Tamattu’ menjadi haji Ifrad, yaitu mengerjakan haji tanpa melaksanakan umrah,” sambung Fauzin yang juga Kepala Biro Humas, Data, dan Informasi.

Lalu, bagaimana jika jemaah mengalami sakit? Fauzin menjelaskan ada tiga hal yang perlu di. Pertama, menunggu hingga sembuh, dan jangan lupa untuk berkonsultasi dengan dokter PPIH Kloter guna memastikan kesehatannya agar bisa melaksanakan umrah wajib.

Kedua, apabila sampai saat wukuf belum juga sembuh, pemerintah akan men-safariwukuf-kan seluruh jemaah yang sakit yang dapat dibawa ke Arafah untuk wukuf. Rukun thawaf ifadhah-nya juga dibadalkan/diwakilkan oleh petugas atau jemaah lain.

“Jika kondisi sakitnya tidak memungkinkan di-safariwukuf-kan, jemaah tersebut masuk dalam kategori jemaah yang dibadalhajikan oleh pemerintah,” jelasnya.

Fauzin mengigatkan kepada jemaah yang merasa terhalang umrah wajibnya agar secepatnya melakukan konsultasi dengan PPIH Kloter dan PPIH Arab Saudi bidang Bimbingan Ibadah. PPIH Bidang Bimbingan Ibadah juga secepatnya melakukan identifikasi dan sosialisasi ke jemaah.

Sumber: Kemenag