Rahmah

Ini Sifat-sifat Wajib, Mustahil dan Ja’iz Para Rasul, Muslim Wajib Tahu!

Sifat-sifat yang dimiliki para utusan Allah


Ini Sifat-sifat Wajib, Mustahil dan Ja’iz Para Rasul, Muslim Wajib Tahu!
Ilustrasi Nabi Muhammad SAW; salah satu utusan Allah (nu.or.id)

AKURAT.CO Para Rasul utusan Allah adalah mereka manusia-manusia pilihan Allah. Mereka diutus ke muka bumi untuk menyampaikan risalah ilahi agar manusia dapat tercerahkan dan diarahkan ke jalan yang lurus.

Mengingat tugas para Rasul sebagai pesuruh Allah untuk memberi petunjuk kepada segenap manusia dan untuk memperbaiki masyarakat, maka para Rasul itu harus memiliki sifat-sifat wajib sebagai berikut, juga sifat mustahulnya: 

1. Benar/Jujur atau صِدْقٌ tidak mungkin Suka bohong atau كِذْبٌ

2. Dapat dipercaya atau اَمَانَةٌ tidak mungkin khianat (خِيَانَةٌ) 

3. Menyampaikan perintah dan larangan atau تَبْلِغٌ tidak mungkin menyembunyikan ajaran atau كِتْمَانٌ

4. Cerdas atau فَطَانَةٌ tidak mungkin pelupa atau غَفْلَةٌ

Adapun sifat jaiz (mungkin) para rasul itu adalah sama seperti sifat manusia juga, bahkan dijadikan contoh bagi sekalian manusia, maka mereka pun mempunyai sifat-sifat sebagai manusia biasa, yakni al-a’radlul basyariyah (اَلأَعْرَاضُ البَشَرِيَّةُ) , seperti makan, berkeluarga, penat, mati, merasa enak dan tidak enak, sehat dan juga menderita sakit yang tidak mengurangi kedudukannya sebagai Rasul. 

Selain sifat tersebut di atas, para Rasul juga memiliki sifat as-sam’iyat (السَّمْعِيَّاتِ) yaitu hal-hal yang tidak dapat dicapai dengan akal semata-mata, dan hanya dapat diketahui dari keterangan yang kita terima dari sumber agama sendiri, yakni dari kitab-kitab Allah dan keterangan-keterangan para Rasul.

Itulah sifat-sifat yang dimiliki para Rasul Allah, dari mulai sifat wajib, sifat mustahil, hingga sifat ja’iz. Semoga bermanfaat bagi sahabat Akurat. Sehingga akidah kita semua menjadi semakin kuat, khususnya dalam meyakini Rasul utusan Allah. Amin.[]

Sumber: NU Online

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu