News

Ini Prediksi Menara Digital Network Soal Pilpres 2019


Ini Prediksi Menara Digital Network Soal Pilpres 2019
Calon Presiden petahana nomor urut 01 Joko Widodo (kiri) dan Calon Presiden Nomor urut 02 Prabowo Subianto (kanan) saling bersalaman usai melakukan debat keempat Pilpres 2019 di Hotel Shangri-La, Jakarta, Sabtu, (30/3/2019). Debat keempat Pilpres 2019 ini bertema ideologi, pemerintah, pertahanan/keamanan, dan hubungan internasional. (AKURAT.CO/Dharma WIjayanto)

AKURAT.CO, Pasangan Capres-Cawapres Nomor Urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, diprediksi bakal memenangkan kontestasi Pilpres 2019.

Hal itu disampaikan oleh CEO Menara Digital, Anthony Leong, dalam pemaparan analisisnya berdasarkan penelusuran big data di internet melalui sosial media di Gedung Graha CIMB Niaga, Jakarta Selatan, Kamis (11/4/2019).

Anthony mengungkapkan, berdasarkan prediksi big data tersebut, Prabowo-Sandi memenangkan Pilpres dengan suara 55,6 persen dan lawannya, pasangan Capres Nomor Urut 01 Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin memperoleh 44,4 persen suara.

"Prediksi Pilpres hasil olah big data kami lakukan dengan analisa dan pendalaman berapa jumlah percakapan dan topik pembicaraan, sentimen di media sosial, SNA (Sentiment Net Analyze) dan wilayah persebaran percakapan, serta algoritma internal," ungkapnya.

Anthony mengatakan, hasil sentimen yang didapat merupakan hasil bersih setelah melakukan filterisasi akun bot dari data yang telah dianalisa. Sehingga, menurut Anthony, pendapat atau sentimen tersebut merupakan murni perasaan dari user yang ada di media sosial terhadap salah satu kandidat.

"Berdasarkan Net Sentiment, pada percakapan 11 Maret sampai 9 April 2019 ditemukan bahwa Prabowo-Sandi lebih memiliki sentimen positif yaitu 63,4 persen daripada lawannya Jokowi dengan persentase sentimen positif 51,1 persen," ujarnya.

Anthony juga menjelaskan, dari hasil big data tersebut, Jokowi-Ma'ruf lebih unggul di 15 wilayah percakapan yakni Lampung, Kepulauan Riau, Papua Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, Yogyakarta, Bali, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Barat, Sulawesi Utara, Maluku, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Maluku Utara dan Kalimantan Utara.

Sedangkan Prabowo-Sandi unggul pada 18 wilayah percakapan yakni Aceh, Sumatera Utara, Jambi, Riau, Sumatera Barat, Bengkulu, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, Banten, Gorontalo, DKI Jakarta, Jawa Barat, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara.

"Untuk total percakapan sampai 9 April kemarin ada 15.001.823 dengan penjabaran Jokowi-Ma'ruf dibicarakan sebanyak 7.374.045 kali dan lawannya Prabowo-Sandi dibicarakan sebanyak 7.627.778 kali," kata Anthony.

Lebih lanjut, Anthony menyampaikan bahwa tujuannya merilis perspektif dan rujukan lain dari hasil yang dipaparkan lembaga survei adalah agar hasil prediksi berdasarkan big data ini bisa mencerahkan masyarakat.

"Karena akhir-akhir ini kita dibuat bingung sama lembaga-lembaga survei konvensional. Kami ingin memberi edukasi kepada masyarakat, ini loh big data sebenarnya," ungkapnya.[]