News

Ini Pesan WHO di Hari Disabilitas Internasional 

Hari Disabilitas merupakan momen tepat untuk mengampanyekan pentingnya kesetaraan akses bagi penyandang disabilitas. 


Ini Pesan WHO di Hari Disabilitas Internasional 
Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus (WHO)

AKURAT.CO, Organisasi Kesehatan Dunia/World Health Organization(WHO) merilis pesan terkait Hari Disabilitas Internasional yang diperingati setiap tanggal 3 Desember. 

Peringatan Hari Disabilitas Internasional 2021 mengambil tema "Kepemimpinan dan Partisipasi Penyandang Disabilitas Menuju Tatanan Dunia yang Inklusif, Aksesibel dan Berkelanjutan Pasca Covid-19".

"WHO selalu mendukung negara-negara anggota(PBB) dan partner lainnya untuk berkomitmen memberikan penyandang disabilitas terlibat dalam pengambilan keputusan sektor kesehatan," demikian cuplikan rilis WHO pada Jumat (3/11/2021). 

WHO juga mengatakan bahwa Hari Disabilitas merupakan momen tepat untuk mengampanyekan pentingnya kesetaraan akses bagi penyandang disabilitas. 

Dalam situs resminya, WHO mengatakan bahwa saat ini ada lebih dari 1 miliar orang di dunia yang termasuk ke dalam kategori disabilitas. Jumlah tersebut meningkat dari tahun ke tahun akibat masyarakat yang menua dan mengalami penyakit tidak menular. 

Namun demikian, WHO menyanyangkan adanya ketimpangan antara peningkatan jumlah penyandang disabilitas dengan program-program dan mekanisme yang inklusif bagi mereka untuk mendapatkan layanan kesehatan yang setara. 

"Penyandang disabilitas bisa merasakan ketidaksetaraan karena daerah tempat tinggal, akses terhadap layanan kesehatan, edukasi, serta pekerjaan," tulis WHO dalam pernyataannya. 

Selain itu, WHO juga menekankan 5 pesan di  Hari Disabilitas Sedunia kali ini, yaitu : 

• Disabilitas bisa menyerang siapa saja, termasuk kita, saat memasuki usia lansia. 

• WHO akan terus mendukung negara-negara di dunia untuk mengedepankan akses layanan kesehatan yang inklusif terutama bagi penyandang disabilitas. 

• Pandemi Covid-19 membuat penyandang disabilitas makin kesulitan karena fasilitas kesehatan yang sulit diakses dan diskriminasi yang terjadi. Untuk itu, diperlukan sistem kesehatan yang kuat agar penyandang disabilitas bisa mendapatkan akses pelayanan kesehatan. 

• Pengambilan kebijakan terkait penyandang disabilitas perlu melibatkan perwakilan langsung, agar solusi yang diambil bisa dimanfaatkan secara maksimal. 

• Pelayanan kesehatan nasional yang memberikan akses setara bagi penyandang disabilitas memberikan manfaat besar bagi pembangunan kesehatan suatu negara. 

Untuk diketahui, WHO mendefinisikan disabilitas sebagai kondisi yang menyebabkan gangguan pada hubungan seseorang dengan lingkungan. Penyandang disabilitas merupakan kelompok minoritas dengan jumlah terbesar di dunia jika dibandingkan dengan kategori minoritas yang lain.