News

Ini Penyebab Masyarakat Terjebak Masalah Pinjol

Masyarakat terjebak masalah pinjaman online alias pinjok karena minimnya literasi.


Ini Penyebab Masyarakat Terjebak Masalah Pinjol

AKURAT.CO, Tulus Abadi, Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) mengungkapkan bahwa permasalahan mendasar yang melatarbelakangi sengketa pinjaman online (pinjol) yang sedang marak ini adalah tingkat literasi masyarakat Indonesia masih rendah. 

Menurut Tulus, literasi khususnya literasi digital merupakan syarat mutlak yang harusnya dipenuhi sebelum memasuki era ekonomi digital. Hal ini penting karena menurutnya, masyarakat yang tingkat literasinya minim akan lebih mudah terjebak pada pusaran perkara pinjol. 

"Kalau kita menyalahkan masyarakat pasti salah. Karena sejak awal literasi kita itu rendah, baik literasi membaca buku apalagi literasi digital. Literasi membaca buku kita menurut PBB itu 1/1000 apalagi literasi digital, padahal prasyarat untuk memasuki ekonomi digital seperti fintech itu adalah literasi digital yang memadai," kata Tulus saat menjadi narasumber dalam seminar bertajuk "Jerat Pinjol bikin Benjol" yang digelar secara online MNC Trijaya, Sabtu (16/10/2021). 

Tulus menambahkan bahwa minimnya literasi tersebut sekarang diejawantahkan dalam bentuk konflik antara peminjam dan pemilik modal. Hal ini karena peminjam tidak merasa perlu membaca dan memahami kontrak awal, sehingga tidak menyadari adanya kemungkinan pembengkakan biaya ataupun risiko lain di belakang. 

"Masyarakat ketika bertransaksi dengan fintech itu tidak membaca syarat dan ketentuan yang berlaku. Sehingga tidak memahami bunganya seperti apa, dendanya seperti apa, cara bayarnya seperti apa, kalau nunggak sanksinya apa," kata Tulus. 

Di sisi lain, Tulus juga menyanyangkan keterlambatan respons pemerintah terhadap permasalahan pinjol. Menurut laporan yang masuk kepada YLKI, perkara pinjol ini sudah eksis kurang lebih 3 tahun silam.

"Presiden menurut saya ya perlu diapresiasi dengan pernyataan kemarin itu. Sehingga banyak pihak yang terkesiap dan tergopoh-gopoh untuk bertindak lebih cepat. Walaupun saya lihat polri bertindak tergopoh-gopoh itu setelah presiden bicara. Tadinya saya liat tidak seagresif itu," kata Tulus. 

Seperti diketahui sebelumnya Ppresiden Jokowi meminta kepada OJK dan Kemkominfo untuk melakukan moratorium atau pemberhentian sementara izin pinjaman online.

"Tadi kami bahas dipimpin bapak Presiden... Ini membahas tentang pinjol," kata komisioner OJK, Wimboh di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (15/10).[]